بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

“dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS. Al-Fajr : 20).

Tabiat manusia cinta terhadap harta, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali ‘Imran: 14).

Tidak salah dan tercela jika munusia cinta hal tersebut, silahkan mencari dunia beserta isinya adapun yang tercela adalah kecintaan yang berlebih yang menjadikannya menghalalkan berbagai macam cara, kecintaan yang berlebih sehinga dia lupa kepada Allah akan tetapi jika seseorang menjadi kaya sebagaimana kata Imam Syafi’I Rahimahullah:“Dia melihat dunia seperti lautan dan dia menjadikan amalan sholeh sebagai perahunya”. Imam Ahmad pernah ditanya:”Bisakah orang dianggap zuhud ketika dia memiliki beribu – ribu dinar atau miliyarder”, beliau berkata:”Bisa ketika dia tidak tertipu dengan harta yang ia miliki dan tidak sedikit harta itu pergi darinya”. dia sadar bahwa harta itu hanya titipan dari Allah Subhanahu wata’ala.

Selama ini yang kita pahami zuhud itu adalah orang yang berpaling dari dunia. Ada orang yang pakaiannya biasa – biasa kemudian dikatakan kau ini zuhud sekali atau misalnya sandalnya biasa – biasa kemudian kita berkata:”Anda ini sangat zuhud“, ada benarnya tapi apakah mutlak seperti itu, oleh karena itu kembali kepada jawaban Imam Ahmad diatas.

كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا

“Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut”. (QS. Al-Fajr : 21).

Nanti dihari kiamat bumi dan gunung – gunung diangkat kemudian keduanya dihancurkan dengan sekali hancur. Sekali saja Allah berkehendak menghancurkan bumi ini beserta isinya maka semuanya akan hancur, pada hari kiamat matahari minta izin kepada Allah untuk terbit dari sebelah timur kemudian Allah berkata:”Kembali engkau terbit dari arah engkau terbenam”, disitulah datangnya hari kiamat, Allah berfirman:

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ,وَاِذَا النُّجُوۡمُ انْكَدَرَتۡ ,وَاِذَا الۡجِبَالُ سُيِّرَتۡ

“Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
dan apabila gunung-gunung dihancurkan”.
(QS. At-Takwir : 1-3).

Semua yang ada dibumi ini fana. Sebagaimana yang kita lihat di Palu hanya dalam hitungan detik satu kampung pindah seakan tempat itu tidak pernah dihuni sebelumnya, bisa dibayangkan perumahan, jalan poros yang ada gereja, tempat ibadah, rumah yang berjejeran jika kita tidak tahu bahwasanya ditempat itu pernah terjadi musibah atau bencana mungkin kita akan mengira tidak ada perkampungan ditempat tersebut, tiba – tiba ditempat itu ada pohon kelapa kemudian tumbuhan jagung yang berpindah dari atas gunung turun ke bawah dengan sekejab. Jadi Allah ingin mengingatkan kita sebelum terjadi hari kiamat untuk berhati – hati dan dihari kiamat nanti Allah datang kepada mereka adapun kaifiyah atau cara dantangnya Allah Wallahu a’lam tapi kita meyakini mengimani sesuai yang Allah sampaikan, Allah berfirman:

وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

“dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris”. (QS. Al-Fajr : 22).

Diakhir surah An Naba Allah menjelaskan kondisi dan keadaan para malaikat dimana mereka tak satupun yang berani berbicara karena takutnya kepada Allah.

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar”. (QS. An-Naba : 38).

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya“. (QS. Al-Fajr : 23).

Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallam bersabda:

يُؤتى بالنارِ يومَ القيامةِ لها سبعون ألفَ زمامٍ مع كلِّ زمامٍ سبعون ألفَ ملَكٍ يجرُّونَها

“Neraka (Jahannam) pada hari kiamat akan didatangkan, ia memiliki 70.000 tali. Pada setiap talinya terdapat 70.000 malaikat yang menariknya”. (HR. Muslim no: 2842). Oleh karenanya setiap sholat kita berlindung

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ  ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal. (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam riwayat yang lain,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ . اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Almasih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan hutang.” (HR. Bukhari-Muslim). 

70.000 rantai setiap rantai ditarik oleh 70.000 malaikat, ada diantara malaikat besarnya dimana kepalanya hampir menyentuh arsy Allah kemudian kakinya berada pada bumi yang paling bawah, bisa dibayangkan bagaimana besarnya neraka jahannam itu, oleh karenanya tidaklah kita menuntut ilmu, tidaklah kita sholat dan berletih – letih puasa, tidaklah kita membaca Al-Qur’an dan terbangun diwaktu malam, tidaklah kita tidur nyenyak dan berbakti kepada kedua orang tua, tidaklah kita membaca ayat – ayat Allah dan bersabar akan musibah yang menimpa kita tidak lain tujuannya agar Allah menghindarkan kita dari azab neraka jahanam dan pada hari itu ketika manusia sudah melihat nereka jahannam barulah manusia mengingat ketika dia dulu berada di dunia dan itu tidaklah menjadi sesautu yang bermanfaat lagi, ia menyesal untuk kembali ke dunia seperti yang kita rasakan sekarang ini. Oleh karenanya sebelum kita berada disana manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ,فَيَوْمَئِذٍ لَا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ ,وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ

“Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini, Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya”. (QS. Al-Fajr : 24 – 26).

Orang – orang mujrim dihari kiamat bisa kita kenal dari wajahnya, Allah berfirman:

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ

“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?”. (QS. Az-Zumar: 60). Dalam ayat yang lain.

وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ ۖ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS. Yunus: 27).

Orang kafir pada hari kiamat diambil arah tengkuknya dan kakinya dari arah belakang kemudian dilemparkan ke dalam neraka dan wajahnya didahulukan, Allah berfirman:

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ , يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”. (QS. Al-Qamar : 47-48).

Rasulullah pernah menegur sahabat yang sedang tidur terkurap beliau berkata kepadanya ini cara berbaringnya penghuni neraka.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 03 Ramadhan 1440 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

   

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.