بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”. (QS. Al Mulk : 3).

  1. Tujuh langit berlapis-lapis

langit yang saat ini kita lihat diatasnya masih ada langit lain yang lebih luas, ada yang menyebutkan 7 susun tidak berbatas tetapi secara dzahir dari ayat tersebut menunjukkan hal tersebut, dimana Allah Subhanahu wata’ala menciptakannya dengan sangat sempurna dan sangat indah.

Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang menciptakan segala sesuatunya dan menciptakan langit tanpa tiang penyangga,  dialah Allah yang menahannya agar tidak terjatuh ke bumi

Setiap langit yang diciptakan oleh Allah memiliki pintu – pintu, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”. (QS. Al A’raf :40).

Begitupula dalam riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu dalam sebuah hadits:“Ketika Jibril duduk di samping Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dia mendengarkan seruan dari atas, kemudian dia mengangkat kepalanya seraya berkata:”Pintu langit telah terbuka, padahal sebelum hari ini pintu itu sama sekali tidak pernah terbuka. Lalu, ada satu malaikat yang turun ke bumi melalui pintu itu, padahal sebelumnya tidak ada malaikat yang turun darinya. Kemudian malaikat itu mengucapkan salam kepada Nabi:”Aku membawa kabar gembira berupa dua cahaya yang belum pernah diberikan kepada Nabi sebelum dirimu, yaitu Surat Al Fatihah dan ayat-ayat terakhir Surat Al Baqarah. Setiap kali engkau membaca ayat-ayat itu, niscaya engkau akan dikaruniai cahaya tersebut”.

Juga Rasulullah ketika diperjalankan isra dan miraj dan melewati  pintu – pintu langit, setiap langit ada penghuninya dari kalangan malaikat – malaikat Allah Subhanahu wata’ala yang senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Setiap Rasulullah dan Jibril sampai pada pintu langit, malaikat jibral meminta izin kepada penjaga pintu langit agar Rasulullah dizinkan untuk naik ke pintu langit selanjutnya.

Ketika kita melihat betapa sempurnanya Allah menciptakan makhluknya yaitu langit yang sangat indah yang sangat apik dan serasi dari sesi warnanya, bentuknya, tinginya dan disana ada matahari, bulan, bintang yang bersinar terang yang tetap dan yang berjalan maka akan bertambah keimanan dan rasa takut kita kepada Allah Subhanahu wata’ala. 

2. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang

Diantara cara kita untuk mengenal Allah Subhanahu wata’ala adalah dengan melihat dan merenungi ciptaannya, dan ketika kesempurnaan itu telah kita ketahui maka Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk melihat kedua kalinya, jadi Allah menantang hambanya untuk melihat kembali  kesempurnaannya apakah kita melihat dari ciptaan tersebut ada kekurangan atau cacat, Seorang hamba yang berusaha  mencari aib dan celahnya maka ia tidak akan melihat aib dan kekurangan dari apa yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala, bahkan banyak diantara ilmuan yang masuk agama islam setelah mereka meneliti ciptaan Allah Subhanahu wta’ala dan ternyata apa yang mereka temukan dan teliti telah disampaikan dalam Al-Qur’an jauh sebelum ia dilahirkan.

Salah satu diantara bentuk mu’jizat Al-Qur’an  dimana seseorang memfokuskan diri untuk meneliti mujizat Al-Qur’an. Sebagaimana bertemunya 2 laut yang tidak bercampur antara yang satu dengan yang lain Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu .Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing“. (QS. Ar Rahman: 19-20).

Dialah Allah yang mempertemukan air laut yang sangat besar yang satunya asin dan yang lainnya tawar. Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitab Miftah Daris Sa’adah menyebutkan:”Tidaklah ada binatang yang tinggal dan hidup dilautan melainkan ada kemiripannya dengan makhluk yang Allah ciptakan didaratan”, misalkan ada hewan atau binatang atau ikan yang kita kira adalah pulau yang sangat besar namun ketika ia bergerak barulah kita mengetahui bahwasanya dialah ikan yang sangat besar yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala, semua ciptaan Allah mendorong kita untuk bertafakkur betapa agungnya ciptaan Allah yang seharusnya menjadikan kita semakin tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Terkadang kita melihat betapa banyak manusia yang pergi wisata melihat keindahan dunia baik didarat maupun dilautan selama berbulan-bulan namun mereka hanya menikmati  fenomena alamnya, keindahannya, mempelajari ilmunya, namun tidak kemudian menjadikan dirinya tunduk kepada sang pencipta dialah Allah Subhanahu wata’ala, padahal segala sesuatunya ada tanda untuk mentauhidkan Allah, oleh karenanya pada awal surah kedua surah Al Baqarah perintah pertama adalah untuk menyembah Allah dan setelahnya Allah menyebutkan penciptaannya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”. (QS. Al -Baqarah : 21). Allah menyebut manusia agar kita merenungi penciptaan kita itu sudah cukup untuk membuat kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wata’ala, begitupula dengan penciptaan alam yang Allah sebutkan pada ayat selanjutnya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al -Baqarah : 22).

Jadi tujuan Allah menciptakan semua yang ada dibumi dan dilangit agar kita merenung dan bertafakkur yang dengannya membuat kita takut dan kembali kepada Allah serta mentauhidkannya.

Berlanjut (Tadabbur Surah Al Mulk Ayat 3 Sesi 2)

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 04 Dzulhijjah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR