بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Surah Al-Qiyamah sebagaimana namanya Qiyamah atau hari kiamat dan hari kiamat memiliki banyak nama seperti As-Sa’ah, Al-Qariah, disebut Al-Qariah karena dia mengejutkan seluruh makhluk, ketika sangkakala ditiup maka semua yang ada dilangit dan semua yang ada di bumi itu kaget dalam bahasa arab dikatakan:“Fulan mengetuk pintu”, jadi dia ibarat hentakan dan ketukan yang membuat orang – orang itu menjadi kaget adapula yang disebut dengan Al-Haqqah ini juga nama dari nama – nama hari kiamat,

Allah berfirman:

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya”. (QS. Al-Ahzab Ayat 63).

Hari kiamat salah satu diantara perkara yang ilmunya hanya diketahui oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana diakhir surah An Nazi’at:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا , فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا , إِلَىٰ رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا

“(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya?, Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?, Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya)”. (QS. An-Nazi’at: 42-44).

Dalam hadist Jibril ketika beliau bertanya kepada Rasulullah, kabarkan kepadaku hari kiamat, Rasulullah berkata:”Tidaklah yang ditanya itu lebih tahu daripada yang bertanya“. maksudnya kita sama-sama tidak tahu, jadi ini adalah merupakan rahasia Allah dan diakhir surah Luqman Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Luqman: 34).

5 perkara ghaib yang tidak ada yang mampu untuk mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wata’ala.

Sikap kita terhadap hari kiamat adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kedatangannya karena walaupan Allah Subhanahu wata’ala merahasiakan kapan datangnya hari kiamat akan tetapi telah disebutkan tanda – tandanya dan diutusnya Nabi kemudian kematian beliau juga merupakan dari tanda – tanda hari kimat tidak ada lagi Nabi yang diutus setelah beliau, mungkin manusia melihatnya jauh sebagaimana firman Allah:

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا , وَنَرَاهُ قَرِيبًا

“Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi)”. (QS. Al-Ma’arij: 6-7).

Nabi pernah bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ

“Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat bagaikan dua jari ini (Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuk). (HR. Muslim no. 7597).

Menunjukkan jaraknya sangat dekat sekali beliau memberi isyarat jari telunjuk dan jari tengah dalam penafsiran yang lain atau dalam riwayat yang lain beliau merenggangkan jarinya yang menunjukkan sangat dekat datangnya hari kiamat.

Tanda – tanda hari kiamat terbagi menjadi 2 ada tanda – tanda yang kecil, ada yang besar ada yang telah terjadi dan ada yang sementara terjadi dan ada yang masih kita nanti – nantikan, yang paling jelas sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi diantara tanda – tanda hari kiamat yaitu tersebarnya perzinahan (ada orang yang berusaha melegalkan atau menghalalkan_Penj) begitupula banyaknya pasar atau perdagangan sampai seorang perempuan ikut berdagang membantu suaminya, jual beli online termasuk diantara pasar, begitupula banyaknya terjadi pembunuhan dimana – mana sampai – sampai kata Nabi orang yang membunuh tidak tahu mengapa dia membunuh dan yang dibunuh tidak tahu mengapa ia dibunuh dan seterusnya, jadi Allah Subhanahu wata’ala bersumpah dengan hari kiamat dan jika Allah bersumpah dengan sesuatu di dalam Al-Qur’an itu menunjukkan agar kita memberi perhatian yang lebih, ayat pertama Allah berfirman:

لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Aku bersumpah demi hari kiamat”. (QS. Al-Qiyamah: 01).

Hari kiamat yang banyak didustakan oleh manusia disebut Al-Qiyamah, Al-Qiyamah disebut berdiri karena seluruh makhluk akan dibangkitkan mereka akan berdiri dikeluarkan dari kubur – kubur mereka.

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

“dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”. (QS. Al-Qiyamah: 2).

Nafsu Lawwamah yaitu jiwa yang selalu mencela pemiliknya dengan celaan yang bagus, celaan yang baik, karena jiwa terbagi menjadi 3 ada Nafsu Mutmainnah sebagaimana Allah sebutkan diakhir surah Al-Fajar, kemudian ada yang disebut dengan Nafsu Lawwamah, Nafsu Lawwamah ini senantiasa mengintropeksi dan memuhasabah atau mengevaluasi pemiliknya, jika ia melakukan kebaikan dia membisikkan kepada jiwanya kenapa terlalu sedikit, jika misalnya dia terjatuh dalam keburukan dia berkata:”Mengapa engkau bisa melakukan perbuatan itu”, dan seterusnya.

………………………………………………

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 24 Rabiul Akhir 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.