بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka”. (QS. Az-Zalzalah: 06).

Mutafarriqin: berpisah – pisah, mereka dipisah sesuai dengan kondisi dan keadaan mereka karena pada hari kiamat Allah memisah mereka, ada Ashabul Yamin yang menerima kitabnya dari sebelah kanannya dan ada yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya, dan yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya maka inilah yang akan celaka.  

Jadi manusia pada hari kiamat akan dikumpulkan sebagaimana kondisi mereka dulu di dunia, olehnya dalam ayat ini Allah berkata:Manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam”, tujuannya untuk diperlihatkan kepada mereka amalan – amalan mereka, disingkap hijab dan mereka melihat apa yang pernah mereka lakukan dulu di dunia yang membuat mereka tidak mampu lagi berdusta, boleh jadi mereka sudah lupa dengan apa yang pernah mereka lakukan di dunia akan tetapi diperhitungkan oleh Allah dan tertulis rapih pada catatan amalan mereka, kemudian Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. Az-Zalzalah: 07).

Ayat ini sangat agung yang menjadi motivasi bagi kita untuk selalu ikhlas dalam beramal karena Allah, bukan untuk mendapatkan pujian manusia karena sekecil apapun yang kita lakukan Allah menuliskannya dan kita akan mendapatkan balasannya dihari kemudian, yang dimaksud dengan dzarrah adalah sesuatu yang paling kecil, sebagian ada yang mengatakan:”Semut yang berwarna kuning atau merah yang biasa hinggap di tubuh kita yang kita tidak rasakan jika semut itu tidak berjalan ditubuh kita“, dengan sesuatu yang sedikit dengan kebaikan yang kita lakukan itu akan kita lihat balasannya dihari kemudian oleh karenanya jangan kita pernah zuhud dengan kebaikan sekecil apapun. Umar bin Khattab pernah bersedekah dengan sebiji anggur orang kemudian berkata:”Ya Amirul Mukminin sebiji anggur tidak mengenyangkan orang yang lapar dan tidak menghilangkan dahaga orang yang kehausan”, beliau kemudian membaca firman Allah:” Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya“. (QS. Az – Zalzalah: 07).

Oleh karenanya jika ada penggalangan dana atau ajakan donasi buka puasa jika kita tidak bisa 100 paket atau 200 paket maka satu paket jangan lewatkan karena berapapun kebaikan yang kita berikan kepada saudara kita maka terdapat dzarrah di dalamnya begitu banyak. Misalnya ada orang peminta – minta dipinggir jalan kita berikan kepadanya uang kecil atau ada makanan kita berikan kepadanya mungkin dimata kita tidak ada nilainya tapi boleh jadi ini menjadi sebab Allah mengampunkan dosa – dosa kita, tidakkah kita membaca atau mendengarkan kisah seorang lelaki yang sedang kehausan turun ke sumur untuk minum air, ketika dia naik dari sumur ia mendapati seekor anjing yang kehausan sambil mengeluarkan lidahnya menjilat – jilat tanah yang basah, ia kemudian berkata:”Anjing ini sudah merasakan seperti apa yang saya rasakan” ia turun ke sumur karena tidak ada timba ia mencopot sepatunya sebagai wadah untuk menampung air untuk diberikan kepada anjing itu, dengan sebab tersebut Allah berterima kasih kepadanya diampunkan dosanya dimasukkan ke dalam surga, ini amalan yang sederhana jangan kita meremehkannya.

Pada ayat selanjutnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS. Az-Zalzalah: 08).

Sebaliknya jangan remehkan dosa kecil, Allah menghukum seorang wanita disebabkan seekor kucing yang ia kurung dalam sangkar dia tidak memberinya makan hingga mati dan ia tidak melepas kucing itu untuk mencari makan sendiri, inilah agama yang mulia, jadi disatu sisi jangan kita zuhud dengan kebaikan sekecil apapun tapi disisi lain jangan kita meremehkan dosa sekecil apapun karena itu akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah Subhanahu wata’ala dan kita akan mendapatkan balasannya.

Diantara contoh meremehkan dosa kecil yaitu menggunakan barang milik saudara kita tanpa sepengetahuannya misalnya sandal yang bukan milik kita jangan coba – coba kita memakainya karena dicatat disisi Allah Subhanahu wata’ala, Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar”. (QS. An-Nur : 15).

Salah seorang ‘arabi dari pedalaman datang kepada Umar bin Khattab untuk minta nasehat ketika ia minta nasehat masuk waktu sholat Umar Kemudian mengajaknya untuk mengerjakan sholat, pada rakaat pertama Umar membaca surah Az-Zalzalah sampai pada surah terakhir pada rakaat kedua beliau kembali membaca surah itu, jadi dalam fiqih sholat boleh membaca satu surah pada 2 rakaat dalam sholat, atau kita sholat dibelakang  makmum yang sholat sir (tidak dikeraskan suara) imam sudah selesai membaca Al-Fatihah dan kita juga sudah selesai  membaca Al-Fatihah selanjutnya kita membaca surah Al-ikhlas sampai selesai setelah selesai imam belum selesai atau belum ruku maka pada kondisi yang seperti ini silahkan kita baca lagi surah Al-ikhlas karena jangan sampai syaithan datang membuat kita berkhayal dalam sholat. Jadi membaca 1 surah dalam 2 rakaat sholat boleh.

Setelah sholat orang ‘arabi ini pergi ia kemudian dipanggil:”Tadi engkau mengatakan saya datang untuk minta nasehat mengapa engkau pergi”, dia mengatakan:”Cukuplah 2 dzarrah ini menjadi nasehat bagi saya Assalamu ‘alaikum“. Jadi ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa muraqabatullah apa yang kita pijak di dunia ini akan bersaksi dihari kemudian dan tidak ada yang luput dari pengawasan dan penjagaan Allah dan semoga Allah Subhanahu wata’ala menutupi aib – aib kita dan mengampunkan dosa – dosa kita serta merahmati kita dan memberikan kepada kita keistiqamahan dan husnul khatimah sampai kita berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala.

………………………………………………

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 03 Rabiul Akhir 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.