بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sesunguhnya Allah Subahnahu Wata’ala Maha Mengetahui

Allah maha mengetahui siapa yang diberi hidayah dan siapa yang disesatkan, dan mengetahui apa yang disembunyikan oleh manusia didalam dada – dada mereka, Allah maha mengetahui siapa yang diberi kemuliaan dari hamba – hambanya, Allah Subhanahu wata’ala mengetahui siapa yang dilapangkan rezekinya dan disempitkan rezekinya, Allah Subhanahu wata’ala mengetahui siapa yang diberikan keturunan dan siapa yang tidak diberikan keturunan.l Allah menciptakan langit dan bumi dan menguasai segala sesuatunya, memberikan sebagian hambanya anak perempuan dan memberikan sebagian hambanya anak laki – laki dan juga memberikan hambanya anak yang berpasang – pasangan lelaki dan perempuan, ada diantara hamba Allah yang ditakdirkan tidak memiliki anak.

Allah maha kuasa memberikan keturunan kepada hambanya dan lebih tahu siapa yang berhak diberi keturunan dan siapa yang tidak. Oleh karena itu kita harus memiliki sifat berbaik sangka dan mengetahui bahwa Allah Subhanahu wata’ala mengetahui segala sesuatunya, tanamkan dalam hati bahwa Allah Subhanahu wata’ala senantiasa mengawasi hambanya dimanapun ia berada. Merasa diri diawasi oleh Allah merupakan inti dari ketakwaan kepada Allah Subhanahu wata’ala, Allah maha tahu dari apa yang disembunyikan oleh hambanya dalam hati – hati mereka.

Suatu ketika ada 2 orang kafir di kota Makkah yang bernama Umair ibn Wahab dan Sofwan ibn Umair, kejadian ini setelah perang badr dimana mereka kalah pada perang tersebut, Umair ibn Wahab memiliki anak yang ditawan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya di kota Madinah, ketika malam tiba, keduanya saling berbincang dan tidak ada yang mendengarkan pembicaraan mereka. Umair ibn Wahab berkata:”Andaikan saya tidak memiliki anak yang banyak dan utang yang menumpuk, saya akan datang ke kota Madinah dan saya akan membalas kekalahan ini dan membunuh Muhammad”, mendengar apa yang dikatakan oleh Umair ibn Wahab, Shofwan ibnu Umayyah lalu  berkata:”Adapun anak – anakmu saya yang menanggungnya dan utangmu saya yang bayarkan asalkan engkau mau ke Madinah dan membunuh Muhammad”.

Akhirnya Umair ibn Wahab pulang kerumahnya dan mengambil pedangnya lalu ia celupkan pedangnya tersebut di dalam racun yang paling mematikan, berangkatlah ia ke Madinah ketika tiba di Madinah ia menyembunyikan pedangnya dibalik punggungnya, kemudian ia ke masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dari kejauhan Umar Radhiyallahu ‘anhu melihat Umair ibn Wahab, Umar berkata:”Ini Musuh Allah Subhanahu wata’ala”, Umar langsung menghampiranya dan menangkapnya lalu mengikatnya, maka dibawalah Umair ibn Wahab dihadapkan Rasulullah, Umar berkata:”Ya Rasulullah ini musuh Allah yang datang di kota Madinah”, Rasulullah kemudian bertanya:”Ya Umair, apa maksud kedatangan anda ke kota Madinah.?”, ia berkata:”Saya ingin menebus anak saya yang kalian tawan”, Rasulullah berkata:”Lalu apa yang engkau sembunyikan dibalik punggungmu”, Umair ibn Wahab mengeluarkan pedangnya dan berkata:”Ini pedang tidak berguna, tidak bermanfaat dalam pedang badar”, akhirnya Rasulullah berkata:”Wahai Umair bukankah engkau suatu malam berdua dengan Sofwan ibn Umayyah dan mengatakan:”Andaikan saya tidak memiliki anak yang banyak kemudian utang yang menumpuk saya akan datang ke Madinah untuk membunuh Muhammad, bukankah pada waktu malam engkau mencelupkan pedangmu dengan racun untuk membunuhku dengan pedang tersebut yang engkau bawa dibalik punggungmu”, ia berkata:”Betul”, Umair berkata:”Tidak ada yang tahu masalah dan urusan ini kecuali saya dengan Sofwan”, Umair Ibn Wahab mengucapkan:”Ashadu Anla ilaha Illallah wa ashadu annaka Muhammadarrasulullah”,  Umair ibn Wahab masuk islam adapun Rasulullah mendapatkan berita tersebut dari Jibril dan Jibril diperintahkan oleh Allah untuk memberitahu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kembalilah Umair ibn Wahab ke kota Makkah dan Sofwan ibn Umayyah sedang menanti kabar gembira, namun setelah Umair ibn Wahab tiba di Makkah, Sofwan ibn Umayyah melihat wajah Umair telah berubah, ketika seseorang masuk islam maka wajahnya bercahaya dan indah dipandang”. Sofwan ibn Umayyah berkata:”Apa yang terjadi wahai Umair”, ia berkata:”Saya masuk islam”,  Allah Subhanahu wata’ala maha mengetahui siapa hambanya yang diberi hidayah dan siapa yang tidak.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 14 Syaban 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR