بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dizaman Nabi Isa ‘Alaihissalam mereka mahir dalam ilmu kedokteran sehingga Allah Subhanahu wata’ala memberikan kepada beliau mu’jizat yang dapat menandingi mereka dimana mereka tidak mampu menyaingi apa yang dibawa oleh Nabi Isa ‘Alaihissalam, Nabi Isa ‘Alaihissalam bisa menyembuhkan penyakit levra, menyembuhkan orang yang buta dan menghidupkan orang yang mati. Bagaimanapun canggihnya teknologi zaman sekarang tidak ada yang mampu menghidupkan orang yang telah mati. Begitupula dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau diutus ditengah – tengah orang arab yang fasih syair di dalam pasar disediakan panggung khusus untuk para penyair, bahkan panyair pada masa itu disewa dengan harta yang banyak sesuai dengan pesanan terutama para penguasa dan pejabat ia menyuruh mereka untuk memuji dirinya dengan syair – syair atau untuk menyerang pesaing dan musuh mereka, persis apa yang terjadi dizaman ini.

Oleh karenanya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan Al-Qur’an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Sesungguhnya Al-Quran itu adalah benar-benar wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul yang mulia. Dan Al-Quran itu bukan perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya”. (QS. Al-Haaqqah: 40-42). Makanya tidak ada yang mampu mendatangkan yang semisal dengan Al-Qur’an karena ia diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Setelah Allah menantang mereka untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Qur’an mereka tidak mampu membuat semisal dengan tantangan Allah Subhanahu wata’ala walau hanya 10 surah bahkan satu surah sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala yang telah kita sebutkan, jadi setelah ditantang dengan Al-Qur’an kemudian tidak mampu, lalu dengan 10 surah mereka tidak mampu, satu surah mereka tidak mampu bahkan ada yang pernah mencoba dengan satu surah ia bernama Musailamah Al Kadzab ketika ia berkata kepada Amr bin Ash:”Apa yang diturunkan kepada sahabatmu (Rasulullah)“, beliau berkata:”Semalam diturunkan kepada beliau satu surah yang indah”, Allah berfirman:

Artinya:”Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu?, Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?, Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah, Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?, (Yaitu) api yang sangat panas“. (QS. Al-Qari’ah : 1-11).

Muzailamah lantas berkata:”Semalam juga diturunkan kepada saya sebuah surah”, Amr bin Ash berkata:”Coba bacakan“, Muzailamah berkata:”Alfiil, maal fiil, wa maa adrakamaal fiil, lahu dzanabun wabiilun, wa khurthuumun thawiil” yang artinya:”Gajah. Tahukah anda gajah? Apakah gajah itu? Dan tahukah anda apakah gajah itu? Ia berekor pendek dan berbelalai panjang”.

Amr Bin Ash berkata:”Saya persaksikan atas mu wahai Muzailamah engkau adalah pendusta”,

Diawal surah Qaf Allah Subhanahu wata’ala bersumpah dengan berfirman:

بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ

(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib“. (QS. Qaf : 2).

Allah Subhanahu wata’ala bersumpah dengan Al-Qur’an yang mulia dan agung, Syaikh As Sa’diy Rahimahullah berkata:”Yang luas maknanya, yang penuh dengan keberkahan dan itulah yang lebih pantas sifat itu diberikan untuk Al-Qur’an yang telah mencakup pengetahuan tentang ummat – ummat terdahulu dan yang datang belakangan”, inilah diantara mu’jizat Al-Qur’an, diceritakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bagaimana kisah ummat – ummat terdahulu dari kalangan para Nabi dan Rasul bahkan sepertiga dari kandungan Al-Qur’an adalah kisah. Salah satu hikmahnya disampaikan dan diceritakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam karena sunnahtullah tidak berubah di setiap zaman dimana ada orang yang baik dan ada orang yang buruk, ada orang yang jahat dan ada diantara rakyat jelata yang ditindas, zaman terus berulang hanya pelakunya yang berganti, oleh karenanya dengan membaca Al-Qur’an itu dapat memberikan keteguhan, Allah berfirman kepada Nabinya:

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman“. (QS. Hud : 120).

Semua keadaan dan kondisi yang kita saksikan saat ini semua jawabannya ada di dalam Al-Qur’an dan apa yang datang belakangan semua jawabannya ada didalam Al-Qur’an, Al-Qur’an yang penuh dengan kefasihan dan ini mewajibkan kita untuk mengikuti Al-Qur’an dan tunduk kepadanya dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan nikmat Al-Qur’an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“. (QS. Yunus : 58). 

Tidak ada alasan bagi kita untuk bersedih selama Al-Qur’an bersama dengan kita, Al-Qur’an adalah kekayaan dan perbendaharaan yang Allah berikan kepada kita. Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk bergembira dengannya dan itu lebih baik dari apa yang dikumpulkan oleh orang yang mencari dunia dan isinya. Jika kita membaca didalam Al-Qur’an, sebagai contoh Allah mengingatkan istri – istri Nabi dengan nikmat Al-Qur’an yang disebutkan didalam Al-Qur’an dan inilah sumber kebahagiaan rumah tangga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan segala keterbatasan yang beliau miliki. beliau ketika hendak sholat beliau melipat kaki ‘Aisyah Radhiyalahu anha ketika sujud dan beliau selama beberapa bulan asap tidak terlihat dirumahnya yang menandakan beliau sangat sedehana, namun apakah beliau bersedih dan galau dengan rumah tangga yang sangat sederhana tersebut, tidak, jutru mereka merasakan kebahagiaan karena Al-Qur’an,  Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Ahzab : 34).

Banyak orang yang hidup dengan bergelimang harta namun ia hidup dalam kesedihan, kegalauan bahkan ia mengakhiri hidupnya di tiang gantungan atau bunuh diri, sebagaimana yang ada di jepang, mereka membuat wasiat sebelum mereka mengakhiri hidupnya, mereka tidak mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya sehingga ia memilih untuk bunuh diri karena ia jauh dari sumber kebahagiaan.

Syaikh Nashir Al Umar pernah menceritakan:”Ada Rumah sakit jiwa yang besar di thaif mudirnya bernama Dr. Usamah, Dr. Usamah ini menceritakan kepada syaikh Al Umar ketika dipanggil untuk membawakan muhadharah, direktur Rumah sakit berkata:”Ya Syaikh, semua kalangan dari berbagai macam profesi telah pernah datang ke rumah sakit ini berobat, orang kaya, orang miskin, pejabat, artis semuanya pernah datang kesini ya Syaikh kecuali satu yang tidak pernah datang kesini”, Syaikh bertanya:”Siapa itu.?”, beliau menjawab:”Ahlul Qur’an tidak pernah datang berobat ditempat ini”, bahkan jika ada pasien yang sulit diobati kami kirim ke Ahlul Qur’an entah diruqyah atau tadabbur.

Dekatkan diri kita dengan Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wata’ala, dan Allah akan memuliakan kita dengannya, Allah berfirman:

لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?“. (QS. Al-Anbiya : 10). Namun yang terjadi terkadang kita berpaling dari Al-Qur’an dan inilah yang menjadikan kita galau tanpa sebab karena jauh dari Allah Subhanahu wata’ala.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 05 Ramadhan 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR