بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Surah Qaf termasuk surah Makkiyah, surah yang paling banyak dibaca oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pada khutbah jum’at sampai ada seorang wanita shobiyah mengatakan:”Saya menghafalkan Surah Qaf dari mulut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam”, Rumah wanita Shobiyah ini dekat dari masjid Rasulullah sehingga ia mendengar ketika Rasulullah khutbah jum’at, Rasulullah senantiasa menyampaikan surah ini kepada para sahabat walaupun tidak setiap pekan beliau mengangkat surah ini sebagai pembahasan tetapi beliau banyak mengangkat surah ini karena di hari jum’at diingatkan kaum muslimin dengan hari berbangkit, hari kiamat, penciptaan manusia yang mana semuanya terjadi dihari jum’at. Oleh karenanya pada waktu subuh dihari jum’at kita disunnahkan pada rakaat pertama untuk membaca surah As Sajdah kemudian pada rakaat kedua surah Al-Insan dan pada saat sholat jum’at rakaat yang pertama disunnahkan untuk membaca surah Al- A’la dan rakaat kedua surah Al-Ghasyiah, ke empat surah ini kandungannya hampir sama dengan surah Qaf yaitu menyebutkan tentang penciptaan manusia Adam ‘Alaihissalam, terjadinya hari kiamat, kondisi dan keadaan pada hari kiamat yang mana semuanya terjadi dihari jum’at yang mengingatkan kepada kita akan hari yang sangat agung tersebut untuk semakin mempersiapkan diri, hari perjumpaan dengan Allah Subhanahu wata’ala pada hari kiamat.

Pada surah ini Allah Subhanahu wata’ala memulainya yang disebut dengan minal huruf Al-Muqatta’a yaitu Qaf dengan enam harakat jika dibaca, didalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala pada 29 surah memulainya dengan huruf Al-Muqatta’a, adapun jumlah huruf Al-Muqatta’a ada 14 huruf yang para ulama kita Rahimahullah mengumpulkannya dalam sebuah perkataan yang sangat indah yaitu :”Nashun hakimun Qat’an lahu sirrun“. Jadi jika ingin mengetahui apa saja huruf – huruf Muqatta’a dalam Al-Qur’an maka hafal kalimat tersebut  artinya :”Nas orang yang bijak tentu memiliki kandungan dan rahasia”,  bisa juga dengan kalimat:”Siratun ‘alaiyya hakkun nunsikuhu“. artinya:”Jalan kewajiban bagi saya yang harus dipegang dengan kuat”, atau yang lain dengan:”Shahha tarikuka ma’asunnah”. artinya:”Jalanmu telah benar bersama dengan sunnah” semua kalimat tersebut berjumlah 4 huruf dan tujuan menjadikannya kalimat agar memudahkan untuk menghafal dan memahaminya.

Huruf hijayyah ada 29, kemudian Al-Muqatta’a ada 14 huruf dan huruf-huruf Al-Muqatta’a yang mengawali 29 surah juga ada 14. Jumhur mufasshirin ketika menyebutkan tafsir huruf – huruf Al-Muqatta’a mereka mengatakan:”Allah yang lebih tahu maknanya”, artinya kita tidak tahu maksudnya, Banyak perkataan yang kita dapatkan dimana sebagian menafsirkan huruf tersebut tanpa memiliki dasar diantaranya ada yang berkata bahwa itu adalah nama – nama Allah Subhanahu wata’ala, nama-nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ada juga dari kalangan tasawuf mengatakan alif (nama Allah), lam (Nama malaikat) mim (nama muhammad) karena wahyu diturunkan oleh Allah kepada Malaikat jibril kemudian malaikat jibril menyampaikan kepada muhammad, dll. Namun yang Shahih sebagaimana perkataan jumhur ulama mufassirin mengatakan:”Allah yang lebih tahu maknanya”, Rasulullah juga demikian tetapi ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  menyebutkan keutamaan membaca Al-Qur’an beliau menjadikan ini sebagai contoh sebagaimana disebutkan dalam hadist:

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata:”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).

Dari hadist diatas dapat kita pahami bahwa orang yang membaca Al-Qur’an walaupun tidak tahu maknanya maka ia mendapatkan pahala, terkadang ada yang bertanya:”Apakah bacaan satu huruf pahalanya didapatkan oleh orang yang hanya tahu maknanya”, maka jawabannya tidak karena hadist diatas telah menyebutkan hal tersebut, Rasulullah tidak tahu maknanya dan para sahabat juga demikian.

Bacaan huruf Al-Muqatta’a ada yang 2 harakat yang terdiri dari 5 huruf yaitu ha, ya, to, ha’, ro yang disingkat dengan:“Hayyun thahur” artinya:”Hidup dan suci“. 5 huruf ini jika dibaca pada huruf –huruf Al-Muqatta’a maka panjangnya 2 harakat contohnya seperti (haamiim, yaasiin, toohaa).

Ada yang 6 harakat hurufnya dikumpulkan menjadi kalimat:”Sanakussu lakum”, artinya:”Saya akan menceritakannya kepada kalian”, hurufnya terdiri Sin, Nun, Qaf, shad, Lam, Kaf, Mim. Jadi hurufnya ada tujuh, seperti (tosin, nun, Qaf, aisinqaf, shad, kaf haya ain shod, alif lam mim) semuanya dibaca 6 harakat.

Yang terakhir adalah Al ‘Ain yang mirip dengan Maddulin dan Maddulin bisa kita ambil 5 harakat atau bisa dengan 6 harakat seperti (kaf haya ain shod). Huruf-huruf tajwid juga berlaku pada huruf – huruf Al-Muqatta’a.

Diantara hikmah yang disebutkaan oleh para ulama dan ini minal aqwal mengapa Allah Subhanahu wata’ala memulai surah dengan huruf Al-Muqatta’a adalah sebagai bentuk tantangan kepada orang – orang arab bahwasanya Al-Qur’an ini terdiri dari huruf – huruf arabiyah yang kalian tidak mampu mendatangkan yang semisal dengannya walaupun ini berasal dari lisan – lisan kalian. Didalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala menyebutkan beberapa tantangan tersebut sebagaimana dalam firmannya:

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah:”Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’ân ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain“. (QS. Al-Isrâ’ : 88).

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴿١٣﴾فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Bahkan mereka mengatakan:“Muhammad telah membuat-buat al-Qur’an itu!” Katakanlah:“(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allâh, jika kamu memang orang-orang yang benar”. Jika mereka (yang kamu seru itu) tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu, maka ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’ân itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang haq selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?”. (QS. Hud : 13-14).

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين ﴿٢٣﴾فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir“. (QS. Al-Baqarah : 23-24).

Allah menantang siapa saja hambanya untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Qur’an dan tantangan Allah Subhanahu wata’ala berlaku sampai hari kiamat dan sampai hari ini belum ada yang mampu mendatangkan yang semisal dengan Al-Qur’an. Konon pernah di turki diadakan pameran buku – buku agama yang bukan hanya agama islam akan tetapi juga agama – agama yang lain, ada satu percetakan mushaf dan kitab – kitab agama yang lain sengaja membuat dalam jumlah yang banyak dengan bentuk yang indah baik injil dengan berbagai versinya kemudian Al-Qur’an dengan cetakan yang indah, hari pertama injil habis laku terjual, adapun mushaf Al-Qur’an penerbit buku sengaja membalikkan susunan surah atau ayat, ada anak kecil yang datang melihat mushaf tersebut dan menemukan kesalahan kemudian anak kecil ini langsung mengatakan:”Ini keliru tidak benar dan salah“, akhirnya tidak laku dan mushaf ini ditarik kembali oleh penerbit. Beginilah cara Allah Subhanahu wata’ala menjaga Al-Qur’an.

Tantangan Allah Subhanahu wata’ala juga berlaku kepada orang – orang arab yang fasih diantara mereka, Allah Subhanahu wata’ala memberikan mujizat kepada setiap Nabi dan Rasulnya mereka diutus untuk kemudian menandingi apa yang dibanggakan oleh kaum tersebut, Allah Subhanahu wata’ala memberikan mujizat kepada Nabi Musa dengan tongkat yang bisa berubah menjadi ular, begitupula ketika beliau memasukkan tangannya ke dalam bajunya sehingga mengeluarkan cahaya dan ketika kembali ia masukkan cahaya ini menjadi hilang karena kaumnya bangga dan masyur dengan sihir yang mereka miliki, oleh karenanya peristiwa adu tanding dalam Al-Qur’an adalah ketika para tukang sihir fir’aun melemparkan tali temali mereka sehingga ditampakkan dihadapan Nabi Musa dan semua yang hadir seakan akan berubah menjadi ular tapi hakikatnya tidak berubah, adapun ketika Nabi Musa melemparkan tongkatnya benar – benar berubah menjadi ular dan para tukang sihir fir’aun mampu membedakan ular yang asli dan yang khayalan, sehingga sebagian penyihir Fir’aun ketika mengetahui ular Nabi Musa asli mereka beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala karena mereka melihat langsung dengan mata kepala mereka sendiri.

Bersambung : Tafsir Surah Qaf Ayat 2 sesi 2 

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 03 Ramadhan 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR