بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman

أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ ۚ بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ

Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru”. (QS. Qaf : 15).

Allah Subhanahu wata’ala ingin membantah diawal ayat ketika orang – orang kuffar mendustakan hari berbangkit, mereka mengatakan siapa gerangan yang mampu menghidupkan dan mengutuhkan kembali tulang belulang yang berserakan setelah ia mati, Allah Subhanahu wata’ala mengatakan:”Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama?”, jika saja penciptaan pertama yang ada dipermukaan bumi ini yang sebelumnya tidak ada kemudian diadakan oleh Allah maka setelah kita meninggal lalu dibangkitkan kembali oleh Allah maka pasti hal itu lebih mudah bagi Allah Subhanahu wata’ala, oleh karenanya dalam surah Ar Rum Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali; kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (QS. Ar Rum : 11).

Kita belum pernah ada kemudian diadakan oleh Allah Subhanahu wata’ala ketika mati kita masih memiliki bekas dan bekas itulah kita akan kembali dihidupkan maka tentu lebih mudah bagi Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:”Sungguh mereka itu benar-benar berada dalam ketidaktahuan atau dalam kejahilan”, mereka tidak memahami hal tersebut namun pada hakekatnya ini adalah sesuatu yang bisa difahami oleh orang – orang yang berakal dan tidak memenuhi hatinya kecuali dengan kesombongan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Inilah ayat Al-Qur’an yang diajarkan oleh Allah kepada kita agar menjadi pelajaran dan menghidupkan hati – hati yang mati agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala. Dengan Al-Qur’an kita bisa mengetahui jalan yang lurus didunia dan menjadi hujjah bagi kita dihari kemudian nanti, oleh karenanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ ۚ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰ

Allah berfirman:”Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka, Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta, Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?, Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan, Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal“. (QS. Thaha : 123-127).

Oleh karenanya kembalilah kepada Al-Qur’an, Jika kita menginginkan umur dan waktu yang ber berkah sesibuk apapun maka jadikan diantara waktu kita bersama dengan Al-Qur’an dan hasilnya Allah akan memberkahi kehidupan kita.

Nasehat bagi yang sibuk dengan amanah, pekerjaan dan keluarga jadikan waktu terbaik kita bersama dengan Al-Qur’an dan waktu yang terbaik itu adalah sebelum subuh atau pada sepertiga malam yang terakhir. Oleh karenanya sebelum tidur jangan lewatkan tanpa membaca Al-Qur’an dan jangan bangun ketika azan dikumandangkan apalagi pada saat iqamah. Biasakan beberapa menit baca Al-Qur’an jika tidak bisa sejam, jauhkan remote TV jangan sampai ada live karena pertandingan sepakbola dapat memalingkan perhatian kita. Setelah subuh juga merupakan waktu yang paling afdhal untuk membaca Al-Qur’an, rutinkan setiap hari untuk membaca Al-Qur’an bahkan jadikan bacaan yang wajib setiap hari walaupun hanya satu lembar atau satu halaman dengan tadabbur, hal itu insyaAllah akan menentramkan hati – hati kita dan akan menguatkan keistiqamahan kita dan Allah akan senantiasa memberikan cahaya dan petunjuknya kepada kita.

Adapun para penuntut ilmu jangan tidur kecuali tertidur, tinggalkan teori yang mengatakan harus 8 jam perhari, penuntut ilmu mereka tidak tidur kecuali tertidur.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 22 Ramadhan 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR