بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

“(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri”. (QS. Qaf : 17).

Malaikat senantiasa bersama dengan kita, Allah maha mengetahui malaikat – malaikat  mulia yang bersama dengan kita dan mengetahui apa yang kita kerjakan. Setiap manusia ada malaikat yang mendampinginya dan dia memiliki bisikan – bisikan kepada manusia dengan bisikan kebaikan dan disisi lain ada syaitan yang senantiasa membersamainya yang membisikkan keburukan – keburukan, oleh karenanya hendaknya kita malu kepada malaikat yang mulia yang melihat kita melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Kita malu untuk terjatuh dalam perbuatan dosa tatkala teman kita atau ustadz melihat apa yang kita kerjakan, oleh karenanya diantara tips kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam agar tidak terjatuh dalam maksiat yaitu hendaknya kita malu dari orang yang paling sholeh ditempat itu atau dikampung itu ketika melihat apa yang kita kerjakan, biasakan ingatkan diri kita tatkala datang bisikan dalam jiwa yang mengajak untuk terjatuh dalam perbuatan buruk dengan berkata:”Apa yang akan dikatakan oleh kedua orang tua jika ia tahu”, atau contoh lain:”Apa yang akan dikatakan oleh ustadz jika mengetahui perbuatan ini”. Hendaknya kita malu kepada Allah sebagaimana kita malu kepada lelaki yang sholeh yang berada disekitar kita.

Berhati – hatilah mengerjakan sebuah perbuatan atau mengucapkan sebuah perkataan yang akan dituliskan untuknya dari hal – hal yang tidak diridhoi oleh Allah Subhanahu wata’ala, ada 2 malaikat yang menerima dan mencatat semua amalan hamba yang ia kerjakan, malaikat yang berada dikanan menuliskan kebaikan – kebaikan dan malaikat yang berada disebelah kiri menuliskan keburukan – keburukan yang dikerjakan dan ke dua malaikat ini senantiasa bersiap dan tidak pernah lalai mencatat semua apa yang pernah kita kerjakan dari kebaikan – kebaikan dan keburukan – keburukan didunia ini. Oleh karena itu Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan kita dalam firmannya:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qaf : 18).

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Infithaar 10 – 12).

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata:”Malaikat itu mencatat segala sesuatunya dari perkara yang baik dan yang buruk yang dikerjakan oleh hamba tersebut sampai pada perkara – perkara yang mubah yang keluar dari mulutnya”, seperti: makan, minum, pergi, pulang dicatat semuanya tidak ada yang luput, olehnya karenanya pada hari kiamat orang – orang kafir terheran sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun“. (QS Al-Kahf : 49).

Apa yang kita kerjakan hari ini kita tidak mampu untuk mengingat semuanya, adakah diantara kita yang mampu menyebutkan secara detail dari apa yang telah kita kerjakan hari ini, jika tidak mampu lalu bagaimana dengan satu pekan atau bahkan satu tahun yang telah berlalu, ada sebagian yang bisa kita ingat akan tetapi lebih banyak yang luput dari ingatan kita, adapun pada hari kiamat dihitung oleh Allah walaupun kita sudah lupa karena apa yang berada disisi Allah tidak akan pernah lupa dan luput.

Dari sinilah apakah tidak sepantasnya kita semakin menjaga apa yang kita ucapkan dan menjaga tangan kita dari apa yang dituliskan karena tulisan bagian dari lidah yang tajam, diriwayatkan oleh Imam Ahmad Rahimahullah dari sahabat yang mulia Bilal ibn Al-Harist Al -Muzani Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله , لا يلقي لها بالا , يرفعه الله بها درجات , و إن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله , لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنم

Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Diantara contoh perkataan yang ringan dan remeh yang mendatangkan murka Allah Subhanahu wata’ala seperti ucapan:”Apa salahnya kita mengucapkan selamat natal”, perkataan yang remeh yang konsekuensinya adalah aqidah, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92)

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. (QS. Maryam: 88-92).

Orang nasrani merayakan hari raya mereka kemudian kita mengatakan:”Selamat natal”, aqidah perkataan yang remeh yang konsekuensinya sangat berbahaya dihari kemudian, perkataan yang dimurkai oleh Allah. Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan:”Tidak ada yang pernah menghina Allah kecuali penghinaan orang – orang nasrani kepadanya ketika ia mengatakan Allah memiliki anak”, Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah ketika beliau masuk ke kota Baghdad berjumpa dengan kafir dzimmi yang dilindungi beliau tidak mau melihat wajahnya dan senantiasa menundukkan pandangannya, ketika ditanya beliau menjawab:”Saya tidak kuasa melihat wajah orang yang mengatakan:”Allah beranak dan diperanakkan”, perkataan yang konsekuensinya sangat besar, perkataan yang remeh dengan berkata:”Apa salahnya untuk membuat mereka senang”,

Berkata Al –Qamah Rahimahullah tabaraka wata’ala:”Betapa banyak perkataan yang hampir terlontar dari mulut saya namun saya terhalangi oleh hadist Bilal ibn Al-Harist Al -Muzani Radhiyallahu”. Suatu hari Abu Bakar as Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu beliau memegang lidahnya kemudian ditanya mengapa anda melakukan yang seperti ini, beliau mengatakan:”Ini yang akan membinasakan saya, ini yang akan membinasakan saya”, termasuk diantaranya adalah tulisan, tidak semua tulisan perlu kita tuliskan dan tidak semua bacaan perlu untuk dikomentari, diantara musibah zaman sekarang dimana seseorang terjatuh di dalamnya adalah seakan – akan wajib untuk berbicara dan berkomentar, dari sisi yang lain yang tidak kalah berbahaya yaitu dengan menukil perkataan salaf atau hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam distatusnya untuk ia melihat berapa banyak yang like dan apa komentar mereka. Maka berhati – hatilah karena ini termasuk bagian dari riya dan sum’ah dan termasuk perkara yang dapat membahayakan hati kita, oleh karenanya perlu bagi kita untuk muraqabatullah  dari apa yang kita tuliskan, ucapkan, kerjakan karena semuanya tercatat disisi Allah Subhanahu wata’ala jangan sampai kita termasuk orang – orang yang merugi dihari kemudian nanti.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 11 Syawal 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR