بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya”. (QS. Qaf : 19).

Sebagian qiraat yang diriwayatkan oleh Abu Bakar dan Abdullah ibn Mas’ud dibaca “Wajaaats sakratul haqqi bil maut“, andaikan sanadnya shahih maka qiraat syazzah ini menafsirkan qiraat mutawatir dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu menyuruh para sahabat mengumpul mushaf – mushaf yang mereka miliki untuk di bakar dan beliau menyatukan dalam mushaf yang ditulis oleh Zaid ibn Tsabit yang merupakan ketua panita dalam pengumpulan mushaf, beliau membakar semua mushaf yang ada dihadapan para sahabat dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali Abdullah Ibnu Mas’ud, beliau tidak mau mengumpulkan mushafnya dan beliau menuliskan yang beliau dengarkan langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, inilah terkenal dengan qiraat syazzah yang banyak diriwayatkan dari Abdullah ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu.

Mengapa hal ini bisa terjadi.?  kata para ulama kita Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam setiap bulan suci Ramadhan mengulangi hafalan Al-Qur’an kepada Jibril ‘Alaihissalam adapun ditahun menjelang kematiannya beliau memuroja’ah 2 kali kepada Jibril dan itulah yang diketahui oleh Zaid ibn Tsabit dan itulah yang ditulis dalam mushaf ustmani yang kita baca sampai hari ini.

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya“, kebenaran itu sendiri adalah Al-Maut, itulah yang selama ini kita berusaha agar tidak bertemu dengannya, terkadang pada sebuah jalan terlihat tulisan:“Berhati-hatilah dalam berkendaraan keluarga anda menunggu dirumah”, atau “Berhati –hatilah ditempat ini telah banyak meninggal”, semua ini dibuat agar kita tidak mati dalam kecelakaan padahal adanya ungkapan tersebut atau tidak kita akan pasti menghadapi kematian, begitupula dengan sebagian orang ada yang rajin menjaga pola makan, olahraga, diet dengan teratur, berobat ketika sakit, makan ketika lapar agar tidak mati kelaparan, minum air ketika haus, semua ini dilakukan tidak lain agar terhindar dari kematian.

Ketika telah datang kematian sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia)”. (QS. Qiyamah :26-28).

Orang – orang yang berada disekitarnya berkata:”Siapa gerangan yang mampu mengobati orang ini coba datangkan dokter, seorang peruqiyah jika perlu bawa dia ke luar negeri kerumah sakit yang paling terkenal dan hadirkan semua ahli specialist agar dia tidak mati“, namun pada akhirnya ia mati. Oleh karenanya raja, penguasa, pengusaha, orang kaya, artis atau bahkan dokter semuanya akan mati. Kisah Harun ar Rashid ketika beliau dalam keadaan sakratul maut diakhir – akhir kehidupan beliau ia melihat singgah sananya dan melihat harta bendanya ia kemudian berkata:”Tolong bawa aku ditempat dimana saya akan dikuburkan”, maka dibawalah beliau ditempat dimana ia akan dikuburkan dan ketika ia melihat kuburan yang telah dipersiapkan untuknya beliau mengangkat tangannya ke langit seraya berkata:”Wahai yang tidak akan pernah hilang kekuasaannya rahmatilah hambamu ini yang telah hilang kekuasaannya”, Kekuasaan dan jabatan diperebutkan oleh manusia dengan menghalalkan segala macam cara, tidak akan bermanfaat sedikitpun saat kematian telah datang menjemput nyawa seorang hamba.

Rasulullah menyampaikan kepada kita untuk banyak mengingat perkara yang memutus kelezatan (kematian) dan ketika kematian telah datang barulah ia melihat semuanya dan meminta untuk dikembalikan didunia sesaat saja,  inilah diantara faedah mengingat kematian, kematian mempersempit sesuatu yang luas, ketika hidup dalam kelapangan kita ingat bahwasanya kita akan mati.

Salah seorang membangun rumahnya dengan megah setelah selesai, ia mengundang orang-orang untuk syukuran dan diantara yang diundang adalah salah seorang ‘alim, ia kemudian bertanya kepada sang ‘alim:”Bagaimana pendapatmu dengan rumahku ini.?“, sang ‘alim berkata:”Sungguh engkau telah merencanakan atau mengidamkan rumah yang seperti ini dan sekarang engkau telah membangunnya dengan kokoh dan mewah tetapi sebentar lagi engkau akan mati dan tidak akan bermanfaat sedikitpun”.

Ketika seseorang berada dalam sakratul maut maka syaithan datang dengan membawa fitnah yang paling dahsyat untuk melancarkan senjata pamungkasnya agar orang yang sakratul maut meninggalkan dunia ini dalam keadaan kafir kepada Allah Subhanahu wata’ala, bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan syaithan akan berkata kepadanya:”Jadilah engkau nasrani, Jadilah engkau majusi, jadilah engkau yahudi”. Imam Ahmad Rahimahullah ketika beliau dalam keadaan sakit parah diakhir – akhir hidup beliau dalam kondisi tidak sadarkan diri atau mengalami sakratul maut beliau memberi isyarat dengan tangannya sambil berkata:”belum, belum, belum”, ketika beliau tersadar anaknya bertanya:”Wahai bapakku anda tadi mengatakan belum, belum, belum”, Imam Ahmad berkata:”Tadi dalam kondisi dan keadaan seperti itu syaithan datang kepadaku dengan menggigit jari jemarinya seakan – akan ia telah menyerah atau kalah sambil berkata:”Engkau telah selamat dariku wahai Ahmad, engkau telah selamat dariku wahai Ahmad, engkau telah selamat dariku wahai Ahmad”. Namun Imam Ahmad mengatakan:” Belum, belum, belum”. Syaithan ingin menipu Imam Ahmad agar Imam Ahmad mengatakan:”Aku telah selamat darimu”, dan ini adalah ucapan yang berbahaya alias ghurur, oleh karenanya selama nyawa belum berpisah dari jasad maka tidak akan ada yang selamat dari godaan syaithan.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 15 Syawal 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR