بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

“…….Dan dia datang dengan hati yang bertaubat“. (QS. Qaf : 33).

Hati yang rindu berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala, Al Hasan Al Basri  Rahimahullah mengatakan:”Orang yang beriman yang kembali kepada tuhannya seperti orang yang musafir yang pergi jauh dan waktu yang lama kemudian kembali kepada keluarganya, adapun orang kafir kembali kepada tuhannya seperti seorang pembantu yang lari dari majikannya kemudian ia kembali kepada tuannya”, orang yang beriman kembali kepada tuhannya sebagaimana doa dari Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam.

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (QS. Asy Syu’aro’: 88).

Makna secara bahasa dari salah seorang syaikh kata  سَلِيمٍ (salim) dalam bahasa arab juga digunakan bagi orang yang tersengat kalajengking atau bisa ular, sebagaimana dalam hadist, sahabat Rasulullah yang tidak di jamu sehingga kepala suku tersengat kalajengking, dia datang kepada mereka dan berkata:”Adakah diantara kalian yang bisa meruqyah”, Sahabat bertanya:”Apa yang terjadi”, Mereka berkata:”Kepala suku kami سَلِيمٍ (salim) Tersengat kalajengking”. diantara dampak seseorang tersengat kalajengking ia menjadi demam, bergetar, jadi hatinya senantiasa bergetar untuk untuk kembali kepada tuhannya ini makna secara bahasa.

Adapun pada ayat diatas yang dimaksudkan adalah selamat dari kesyirikan, kebid’ahan, kemaksiatan dan seterusnya.

Dalam lanjutan ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ

“Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan”. (QS. Qaf : 34).

Masuklah kalian ke dalam surga dengan penuh keselamatan dari berbagai macam keburukan, penyakit. Di surga tidak ada lagi penyakit, kesulitan, kesusahan seperti yang kita rasakan didunia ini.

Disudan pernah salah seorang Syaikh membawakan ceramah dihadapan para ibu – ibu yang sudah tua, ia berkata kepada mereka:”Disurga tidak ada lagi kesulitan, kita tidak capek lagi beribadah dan semuanya tasbih, kita mendapatkan kenikmatan dari Allah”, salah seorang nenek tua berdiri dan berkata:”Ya Syaikh, jadi nanti disurga kita tidak sholat lagi”, Syaik mengatakan:”Betul, tidak ada lagi, kita tinggal bersenang – senang”, wanita tua ini lalu berkata:”Demi Allah wahai Syaikh, saya akan membentangkan sejadah saya dibawah pohon untuk melaksanakan sholat kepada Allah karena saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa sholat”, wanita tua ini telah merasakan surganya dalam sholat, ia telah merasakan nikmatnya melaksanakan sholat.

Didalam surga tidak ada lagi perkara – perkara yang dibenci, tidak ada lagi berbagai penyakit dan kenikmatan yang dirasakan tidak akan terputus, salah satu perkataan yang ditulis dengan tinta emas yang tidak bisa dilupakan terutama seangkatan kami dulu di Stiba ketika di kassi tempat yang penuh dengan suka dan duka dan perjuangan yang luar biasa dengan bisa memanjing ikan dari jendela ketika banjir, perkataan salah seorang ustadz yang bernama Ustadz Dzulqarnain Rahimahullah yang selalu menyampaikan kepada kami:“Kenikmatan yang tidak diakhiri dengan kenikmatan bukanlah kenikmatan”, adapun disurga kenikmatannya tidak terputus. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah : 25).

Tidka adal lagi gangguan didalam surga dan mereka mendapatkan ucapan salam dari Allah Subhanahu wata’ala.

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ

“(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang”. (QS. Yasin : 58).

Mereka juga mendapatkan ucapan selamat dari malaikat:

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“(sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. (QS. Ar-Ra’d : 24).

Bahkan penghuni surga saling mengucapkan salam antara yang satu dengan yang lain, kemudian Allah Subhanahu wata’ala berkata:

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya”. (QS. Qaf : 35).

Tambahan ini ditafsirkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Ziyadah atau tambahan memandang wajah Allah Subhanahu wata’ala inilah kenikmatan yang paling tinggi yang Allah berikan kepada penghuni surga ataupun kenikmatan yang terus ditambahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.