بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ

“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?”. (QS. Qaf : 36).

Syaikh Abdurrahman as Sa’diy Rahimahullah berkata:”Allah Subhanahu wata’ala mempertakut – takuti orang musrik yang mendustakan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, betapa banyak yang telah kami binasakan sebelum mereka (ummat yang begitu banyak) yang mana mereka itu kuat dari orang – orang kafir dan nampak bekas kekuatan mereka di dunia”, Jadi Allah Subhanahu wata’ala menyampaikan ayat ini kepada orang – orang kafir quraisy yang menentang dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya telah berlalu sebelum mereka ummat – ummat yang kuat dari mereka , Allah Subhanahu wata’ala menyebutkan:

فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ

“Maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri”.

Berkata Ibnu Abbas Naqqabu ai Nassaru Fil Ard:”Mereka telah memberi pengaruh atau adat peninggalan mereka yang pada hari ini masih banyak yang bisa dilihat“.

Kita mengenal keajaiban dunia sebagaimana yang ada di mesir yaitu Piramid kemudian Taj Mahal yang ada di India, tembok besar China, borobudur dan seterusnya, jika melihat bangunan tersebut orang akan mengira bahwasanya itu dibuat dengan teknologi yang sangat canggih, Bagaimana bisa mereka membangun bangunan yang kuat dengan perhitungan yang kuat dan matang, yang sampai sekarang orang – orang kagum bahkan dijadikan sebagai situs dunia yang dikunjungi oleh orang – orang yang ingin mengambil pelajaran sejarah dari yang ditinggalkan oleh ummat – ummat terdahulu.

Namun kemanakah mereka..? yang tersisa hanyalah peninggalan mereka, diantara mereka ada yang Allah hancurkan seperti peninggalan kaum Tsamud yang masih ada sampai sekarang dan bisa dilihat dan dikunjungi walaupun tidak disunnahkan untuk mengunjungi tempat – tempat yang seperti itu. Bahkan ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersama dengan para sahabat menuju ke Makkah dan melewati sebuah tempat yang mana tempat tersebut bekas suatu kaum yang pernah dihukum oleh Allah Subhanahu wata’ala, beliau kemudian menyuruh para sahabat bercepat – cepat melewati tempat tersebut dan berlindung kepada Allah Subhanahu wata’ala, ini menjadi pelajaran bahwa dahulu mereka lebih kuat, dulu mereka lebih maju, dahulu mereka lebih memiliki pengaruh dan kekuatan yang luar biasa akan tetapi apakah mereka bisa lepas dari Allah Subhanahu wata’ala.

Syaikh Abdurrahman as Sa’diy Rahimahullah berkata:”Mereka membangun benteng – benteng yang kokoh dan tempat – tempat tinggal yang tinggi, mereka menanam pepohonan yang begitu banyak, mereka mengalirkan sungai – sungai, mereka menanam dan mereka membangun – bangunan yang kuat dan megah dan mereka juga menghancurkan“. Mereka diberi kekuatan oleh Allah Subhanahu wata’ala yang tidak diberi kepada ummat – ummat yang datang belakangan:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain”. (QS. Fajr : 6-8). 

Berkata Mujahid Rahimahullah:”Mereka berjalan dipermukaan bumi, mereka berkeliling dunia untuk kemaslahatan hidup mereka yang belum pernah kalian lakukan seperti apa yang mereka lakukan tetapi Allah mengatakan:

هَلْ مِنْ مَحِيصٍ

“Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?”. 

Imam Abdurrahman as Sa’diy Rahimahullah mengatakan:”Namun dengan kekuatan yang mereka miliki, peradaban yang maju yang mereka punyai mereka tidak mampu lari dan menyelamatkan diri jika azab Allah Subhanahu wata’ala yang turun kepada mereka dan tidak ada yang mampu menolong mereka, kekuatan mereka tidak bermanfaat sedikitpun, harta benda yang mereka miliki dan yang mereka kumpulkan sia – sia bahkan anak keturunan mereka yang sama kuatnya dengan mereka tidak ada artinya dan tidak ada gunanya begitulah jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak”. Sebagaimana yang Allah Subhanahu wata’ala sering perdengarkan kepada kita dan kita sering melihat betapa Allah Subhanahu wata’ala jika berkehendak tidak ada yang mampu menghalanginya dan tidak ada yang mengetahui tentara- tentara Allah kecuali Allah.

Seperti peristiwa Tsunami yang kita lihat dan saksikan dimana kapal yang besar yang berada dilautan ditemukan ditengah kota, begitulah jika Allah berkehendak, angin kencang dikirimkan untuk menghancurkan suatu perkampungan sehingga rata dengan tanah, gempa dan longsor menghilangkan suatu kampung dalam sekejap, begitulah jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak dan yang seperti ini diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wata’ala agar kemudian kita kembali dan tersadarkan bahwasanya kita lemah dihadapan Allah Subhanahu wata’ala.

Jepang yang dikenal maju dalam bidang teknologinya bahkan mereka sering dilanda gempa sehingga mereka merancang bangunan yang disebut dengan anti gempa akan tetapi pada keyataannya hancur dalam hitungan detik, jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak tidak ada yang mampu  untuk menahannya dan melawannya, olehnya hal ini diingatkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada orang – orang kafir quraisy yang menentang dakwah beliau.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.