بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan, Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya), Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang”. (QS. Qaf : 38-40).

Syaikh Abdurrahman as Sa’diy Rahimahullah mengatakan:”Dan ini adalah merupakan pengabaran dari Allah Subhanahu wata’ala dari kekuasaan dan kekuatan-Nya yang sangat besar dan kehendaknya yang harus terwujudkan dan terlaksana dimana Allah Subhanahu wata’ala telah menciptakan makhluk yang paling agung yang paling kuat yaitu langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan masa 6 hari lamanya yang dimulai pada hari ahad dan diakhiri pada hari jum’at tanpa Allah merasakan keletihan dan kepayahan”.

Ayat ini diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagai jawaban terhadap tuduhan orang – orang yahudi yang berkata:”Allah Subhanahu wata’ala menciptakan langit dan bumi selama 6 hari dimulai pada hari ahad kemudian berakhir pada hari jum’at lalu Allah beristirahat dihari sabtu, ini adalah perkataan dari orang yahudi.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ ۚ بَلَىٰ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Ahqaf : 33).

Faedah  dari ayat diatas bahwasanya jika saja Allah maha kuasa menciptakan langit dan bumi maka lebih mudah bagi Allah untuk menghidupkan kembali manusia pada hari kemudian setelah mereka hancur berkalang tanah, jadi ketika Allah yang maha kuasa menciptakan langit, bumi dan apa yang berada diantara keduanya dan tidak merasakan keletihan tentu dia lebih berkuasa untuk menghidupkan yang mati dihari berbangkit. Apakah penciptaan langit dan bumi itu lebih besar dari penciptaan manusia, Allah bertanya kepada kita:”Apakah menurut kalian wahai manusia penciptaan kalian itu lebih besar dibandingkan dengan langit yang diciptakan”, langit yang begitu kokoh menjulang tinggi tanpa tiang penyanggah sebagaimana kalian melihatnya, ini lebih mudah bagi Allah Subhanahu wata’ala membangkitkan manusia pada hari kemudian.

Apa yang kita lihat sekarang ini belum ada apa – apanya dibandingkan dengan keagungan penciptaan Allah Subhanahu wata’ala yang lain, jarak antara satu langit dengan langit berikutnya kata Ibnu Mas’ud sejauh jarak perjalanan 500 tahun, ketika orang – orang yahudi datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan:“Wahai Muhammad dihari kiamat nanti tuhanmu mengatakan bahwasanya bumi ini ada digenggamannya begitupula langit ada ditangan kanannya”, Rasulullah kemudian tertawa karena mereka tahu yang haq namun mengapa mereka tidak beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala, maka turunlah firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. Az – Zumar : 67).

Bumi dihari kemudian nanti berada pada genggaman Allah Subhanahu wata’ala dan langit yang kokoh dilipat dengan tangan kanan Allah, Allah befirman:

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya”. (QS. Al-Anbiya : 104).

Allah kemudian berkata:”Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).”, ini merupakan hiburan dari Allah untuk orang – orang yang menjalankan tugas para Nabi dan Rasul yaitu bagi mereka yang berdakwah dijalan Allah Subhanahu wata’ala, tidak semua orang yang kita dakwahi mengucapkan kepada kita ucapan:”Jazakallahu khairan ustadz atas pencerahannya sehingga kami menjadi sadar”. Ini sudah menjadi sunnatullah dan tak satupun orang datang dengan kebenaran melainkan ia akan mendapatkan penentangan. Allah menyuruh Muhammad untuk bersabar terhadap celaan mereka. Ketika mereka mendustakan apa yang engkau bawa maka berpalinglah dari mereka kata Allah dan sibukkan dirimu dalam ketaatan kepada tuhanmu dengan mensucikannya diawal waktu pagi dan diwaktu petang dan diwaktu malam setelah engkau melaksanakan sholat, karena sesungguhnya mengingat Allah Subhanahu wata’ala adalah merupakan hiburan, mengingat Allah Subhanahu wata’ala dapat menenangkan jiwa dan menjadikan seseorang bersabar dari tugas dan amanah yang ia emban, dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

“Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan”. (QS. Al-Hijr : 97).

Sebagaimana ketika ada seseorang yang memberikan tuduhan – tuduhan keji dan celaan yang tidak benar begitupula dengan fitnah – fitnah yang disebarkan akan membuat dada kita menjadi sesak dan Allah memerintahkan kepada Nabinya:”Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang”. Allah berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. (QS. Al-Hijr : 99).

Bersambung: Tafsir Surah Qaf Ayat 38-40 Bersabar Dari Apa Yang Mereka Katakan Sesi 2

Wallahu a’lam Bish Showaab 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.