بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ

“Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat”. (QS. Qaf : 41).

Yang dimaksud adalah malaikat israfil yang meniup sangkakala, ada yang mengatakan yang meniup adalah malaikat israfil dan yang menyuruh adalah Jibril “Alaihissalam, ada yang mengatakan yang meniup dan menyeru adalah malaikat israfil. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ

“(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar (dari kubur)”. (QS. Qaf : 42).

Terjadi khilaf dikalangan para ulama ada yang mengatakan 2 kali tiupan dan ada yang mengatakan 3 kali tiupan, adapun yang mengatakan 2 kali tiupan dimana tiupan pertama tanda datangnya hari kiamat yaitu semua makhluk dimatikan, dan tiupan yang kedua membangkitkan mereka. Adapun tiupan sebanyak 3 kali dinukil dari Hafidz Ibnu Katsir Rahimahullah dimana tiupan pertama adalah tiupan yang mengagetkan sehingga semua makhluk kaget, kemudian tiupan kedua mematikan mereka dan tiupan yang 3 membangkitkan mereka pada hari kiamat, adapun pada ayat diatas yang dimaksudkan adalah tiupan ke 3 dimana manusia dibangkitkan dari kubur mereka.

Dalam ayat diatas disebutkan kata:

بِالْحَقِّ

“dengan sebenar-benarnya”

Mengapa disebut demikian karena inilah yang banyak didustakan oleh manusia terutama orang – orang kafir. Manusia pertama yang dikeluarkan dari kuburnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan manusia yang pertama diberi pakaian setelah bangkit dari kuburnya adalah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Lanjutan ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ

“Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk)”. (QS. Qaf : 43).

يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ۚ ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

“(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami”. (QS. Qaf : 44).

Darinya mereka berjalan dengan cepat, inilah mengapa Allah menceritakan pemakan riba, Allah berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al Baqarah : 275).

Apa yang membuat mereka sehingga berjalan sempoyongan.? karena ketika seluruh manusia dibangkitkan dari kuburnya digiring ke padang mahsyar dalam keadaan perut mereka berubah menjadi besar seperti batu atau rumah. Pada hari kiamat kita bisa melihat para pemakan riba dengan berjalan demikian.

Mereka berjalan dengan cepat menjawab seruan, pada hari itu orang – orang kafir berkata: “Inilah hari yang berat”, mereka dikagetkan dari apa yang mereka dustakan dulu didunia bahwasanya kematian merupakan akhir dari segalanya, namun setelah mereka dibangkitkan mereka kemudian sadar bahwa apa yang pernah ia dengar didunia ternyata adalah benar, mereka sudah membayangkan apa yang akan terjadi selanjutkan setelah mereka dibangkitkan karena dahulu didunia mereka telah mendengar hal tersebut seperti surga, neraka, pengadilan, hisab, dll. Jika diawal mereka dibangkitkan dan mereka melihatnya begitu nyata maka dari situlah mereka mengatakan:”apa yang didengarkan dulu didunia akan terjadi sebentar lagi sehingga mereka mengatakan:”Inilah hari yang berat”.

Oleh karenanya untuk hari yang berat itu mari kita meringankannya mulai dari sekarang. Ulama kita menyebutkan didalam Al-Qur’an kata – kata tsakil (berat) disebutkan sebanyak 2 kali yang pertama, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat)”. (QS. Al-Insan : 27).

Yang kedua Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat”. (QS. Muzzammil : 5).

Oleh karenanya untuk menyelamatkan diri kita dari hari berat pada hari kiamat yaitu mengikuti perkataan yang berat yaitu Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ

“Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku”. (QS. Qaf : 45).

Maka beri peringatanlah dengan Al-Qur’an orang yang takut dengan ancaman-Ku, ayat ini merupakan hiburan para da’i untuk memaksimalkan usaha adapun selebihnya serahkan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus”. (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk”. (QS. Az-zumar:23).

Dan berilah peringatan kepada hambaku dengan Al-Qur’an bagi yang takut dengan peringatan itu dan semoga kita termasuk dalam golongan ini, nikmat yang sangat besar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah nikmat hidayah.

“Dunia dapat dibeli dengan uang namun hidayah tidak dapat dibeli walaupun dengan dunia beserta isinya”,

Kita diberi kemudahan dalam menuntut ilmu merupakan hidayah dari Allah, kita ruku, tilawah, sujud merupakan hidayah dari Allah Subhanahu wata’ala, tidak ada satupun yang mampu menandinginya walaupun dunia beserta isinya. Bersyukurlah ketika langkah diringankan untuk menuju ke masjid, bersyukurlah ketika diberi kemampuan dan kemudahan untuk duduk dimajelis ilmu, usahakan lisan senantiasa berdzikir menyebut nama Allah, walaupun kita berlumur dengan dosa akan tetapi jika hidayah masih ada dalam diri kita maka itulah nikmat yang Allah berikan kepada kita dan Allah menginginkan kebaikan untuk kita, bersabar dan pelihara sampai kita berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala dan Allah Subhanahu wata’ala ridho kepada kita.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.