بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sa’id ibn Jubair Rahimahullah berkata:”Berserah diri kepada Allah adalah inti dari keimanan”, Imam ibnu Qayyim menyebutkan:”Bertawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala adalah separuh agama, adapun separuh yang lainnya yaitu Al Inabah (kembali kepada Allah dengan bersungguh – sungguh didalam beribadah_Penj) karena agama yang sesungguhnya adalah permohonan atau permintaan kepada Allah untuk menolong kita. Jadi tawakkal adalah meminta pertolongan sedangkan Al Inabah adalah merupakan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Surah Al-Fatihah yang sering kita baca dalam sholat terdapat ayat dengan lafadz:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan”. (QS. Al-Fatihah : 05).

Secara istilah tawakkal memiliki beberapa definisi dari kalangan para ulama, diantaranya definisi yang disebutkan oleh Al Imam ibnu Rajab Al Hambali Rahimahullah, beliau berkata:”Yang dimaksud dengan tawakkal yaitu kejujuran hati kita dalam bergantung kepada Allah Subhanahu wata’ala”, jadi hati yang jujur adalah ketika ia benar – benar bergantung kepada Allah Subhanahu wata’ala untuk mendapatkan Al Manafi (manfaat) didunia maupun diakhirat dan untuk menolak keburukan baik dalam perkara dunia maupun perkara akhirat.

Al Hasan Al Basri Rahimahullah mengatakan:”Sungguh! Tawakal seorang hamba itu dengan selalu menjadikan Allah sebagai inti dari sikap percayanya“. Mengetahui bahwasanya hanyalah Allah semata- mata yang menjadi tumpuan segala harapan.

Berkata Imam As Sabili Rahimahullah:”Yang dimaksud dengan tawakkal adalah ketika ia lebih yakin dan percaya dengan apa yang berada disisi Allah dan ia tidak terlalu bergantung kepada apa yang ada ditangan manusia“, jadi ia lebih bergantung kepada Allah Subhanahu wata’ala dari pada bergantung kepada seluruh makhluk.

Imam ibnu Jauzi Rahimahullah pernah melihat banyak orang yang antri dipintu istana seorang penguasa untuk mendapatkan upah atau hadiah, diantara mereka ada yang diberi izin masuk dan sebagian ada yang tidak beri izin, melihat kejadian tersebut Imam ibnu Jauzi berkata:”Subhanallah, mereka bersungguh – sungguh menemui seorang manusia untuk mengadukan masalahnya yang senantiasa menutup pintunya sedangkan disana ada pintu yang tidak pernah tertutup dan ia marah ketika tidak meminta kepadanya”.

Manusia sedermawan apapun ketika terus dimintai maka kelak ia akan menjadi bosan bahkan marah, berbeda dengan Allah Subhanahu wata’ala yang mencipatakan seluruh makhluk justru marah kepada seorang hamba yang tidak berdoa atau meminta kepadanya. Bahkan Allah senang kepada hambanya yang merengek dalam doanya.

Syaikh Sholeh Al Utsaimin Rahimahullah berkata:”Tawakkal adalah ketika benar – benar jujur bergantung kepada Allah untuk mendapatkan manfaat atau untuk menolak bala yang disertai dengan mengambil sebab – sebab yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala”, jadi mengambil sebab yang tidak bertentangan dengan tawakkal kita kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah penghulu / pemimpin orang – orang yang bertawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala, lalu bagaimanakah tawakkal yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apakah seperti yang dipahami oleh sebagaian orang bahwasanya tawakkal adalah duduk berpangku tangan, bermalas-malasan, kemudian ketika ditanya ia berkata:”Saya bertawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala”.

Bertawakkal kepada Allah adalah menyerahkan sepenuhnya harapan kita kepada Allah namun tetap berusaha untuk mengambil sebab – sebab dan meyakini bahwasanya bukanlah sebab itu yang mewujudkan harapan akan tetapi semuanya kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam banyak kondisi dan mawaqif beliau menjelaskan makna tersebut kepada ummatnya dengan perkataan dan perbuatan, ketika  berangkat jihad Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menggunakan baju perang 2 lapis sebagaimana dalam riwayat Sa’id ibn Yazid Radhiyallahu ‘anhu dia berkata:”Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menggunakan baju perang yang terbuat dari besi pada perang uhud 2 lapis”. Beliau Nabi yang dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala, oleh karenanya perlu diyakini bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menggunakan ilmu kebal sebagaimana yang kita saksikan dalam sinentron atau film – film zaman dahulu.

Rasulullah juga melatih para sahabat untuk berperang, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata:”Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam kota Makkah dalam peristiwa penaklukan kota Makkah pada tahun 8 hijriyah dan diatas kepalanya beliau menggunakan helm (pelindung kepala) perang”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berangkat hijrah ke kota Madinah rumah beliau dikepung oleh orang – orang kafir Quraisy, Rasulullah menunggu waktu mereka lalai agar bisa keluar bersama dengan Abu Bakar as Shiddiq sambil meminta bantuan seseorang untuk menunjukkan jalan dan berusaha menghilangkan jejak yang beliau lalui bersama Abu Bakar as Shiddiq, beliau melewati jalan yang tidak biasa dilalui oleh orang – orang yang berangkat ke Madinah, jadi beliau mengambil sebab dengan meminta bantuan kepada seseorang untuk menunjukkan jelan hijrah ke kota Madinah.

Tawakkal tidak menafikan sebab sebagaimana ketika salah seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa kendaraan lalu ia biarkan kendaraannya begitu saja tanpa ia mengikatnya, Rasulullah menyuruhnya untuk mengikat kendaraannya, tetapi dia berkata:”Saya bertawakkal kepada Allah ya Rasulullah”, Rasulullah kemudian berkata:”Ikat kudamu terlebih dahulu kemudian setelah itu engkau bertawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala”.

Jadi, dalam bertawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala kita mengambil sebab terlebih dahulu adapun selebihnya serahkan kepada Allah Subhanahu wata’ala. 

Bersambung :Tawakkal (Silsilah Amalan Hati) Sesi 1

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 14 Jumadil Akhir 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.