بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bagaimana Cara Tidurnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Diantaranya Adalah :

  1. Mematikan lampu kamar (Ahli kedokteran mengatakan : lampu sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh manusia).

2. Menutup pintu rumah.

Dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ) رواه البخاري

Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur di malam hari, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. al-Bukhari).

3. Tidur cepat di waktu malam.

Dari Abu Barza Radhiyallahu ‘anhu berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ (صَلاَةِ) الْعِشَاءِ وَالْحَدِيْثَ بَعْدَهَا

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya”. (HR. Muttafaqun Alaih).

Diantara faedahnya adalah agar bisa bangun diakhir malam dengan cepat untuk melaksanankan Qiayamullail, Membaca Al-Qur’an, Istighfar, dan ibadah lainnya. Kecuali jika ada keperluan yang bermanfaat seperti menuntut ilmu, menjamu tamu, dll, maka ini bentuk begadang yang tidak mengapa.

  1. Sebelum tidur hendaknya membaca surah dan ayat yang di anjurkan oleh
    Rasulullah seperti
    :
  1. Membaca Surah Al Ikhlas , Al -Falaq, An-Nas.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah:

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

”Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau hendak berangkat menuju ke tempat pembaringannya, setiap malamnya beliau mengumpulkan kedua tangannya (seperti berdoa –penj) kemudian beliau meniup kedua telapak tangannya (dengan sedikit air liur- penj) dan membaca kepada kedua telapak tangan beliau Surah Al-Ikhlas, Surah Al – Falaq dan Surah An-Nas, kemudian ia mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya ia memulai :

  1. Pada bagian kepalanya
  2. Kemudian wajahnya
  3. Kemudian bagian depan tubunhya, dan
  4. Seluruh jasad tubuhnya”.
  5. Rasulullah melakukan demikian sebanyak 3 kali. (HR. Bukhari no. 5017).

Sebagian ulama ada yang mengatakan ditiup dulu kemudian dibaca, adapula yang mengatakan di baca dulu baru ditiup dan yang kuat adalah kita membaca dulu kemudian ditiupkan, mengapa demikian karna dari keberkahan ayat – ayat yang dibaca itulah kemudian kita meniupkan kepada kedua telapak tangan, sebagaimana Aisyah pernah membacakan ayat kemudian meniupkan kepada kedua telapak tangan Rasulullah dan mengusapkan pada tubuh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

  1. Membaca Surah Al – Kafirun, Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud
    Rahimahullah dan dihasankan oleh Imam Al Bani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
    bersabda:

قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ ثُمَّ نَمْ على خاتِمَتِها فإنَّها بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ  : اقْرأ

“Bacalah Surah Al-Kafirun kemudian tidurlah engkau di penghujung ayatnya karna ia melapaskanmu dari Kesyirikan”.(HR. Abu Daud, 5055. Tirmizi, 3400).

  1. Membaca ayat Kursi, dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu beliau berkata:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ: {اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ}، حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ

“ Berkata syaitan, jika engkau berangkat ke pembaringanmu bacalah ayat kursi maka engkau akan senangtiasa mendapatkan penjagaan dari Tuhanmu dan syaitan tidak akan mendekatimu sampai engkau tiba di waktu subuh”. Rasulullah berkata: Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta.”. (HR. Bukhari 2311).

  1. Hendaknya sebelum tidur berwudhu.

Diriwayatkan dari Bara’ Bin ‘Azib Rahimahullah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلىَ شِقِّكَ الْأَيْمَنِ وَقُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ؛ فَإِنْ مِتَّ مِتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُوْلُ

Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu kemudian ucapkanlah doa:” Ya Allah sesungguhnya aku menyerahkan jiwaku hanya kepadaMu, kuhadapkan wajahku kepadamu, kuserahkan segala urusanku hanya kepadamu, kusandarkan punggungku kepadamu semata, dengan harap dan cemas kepadamu, aku beriman kepada kitab yang engkau turunkan dan kepada nabi yang engkau utus” dan hendaklah engkau jadikan doa tadi sebagai penutup dari pembicaranmu malam itu. Maka jika engkau meninggal pada malam itu niscaya engkau meninggal di atas fitrah”. (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

  1. Ketika menuju ke pembaringan bertakbir 34 kali, bertahmid 33 kali, dan
    bertasbih 33.

Sebagaimana hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

إذا أخذتما مضاجعكما، أن تكبرا الله أربعا وثلاثين، وتسبحاه ثلاثا وثلاثين، وتحمداه ثلاثا وثلاثين، فهو خير لكما من خادم

jika engkau berangkat ke pembaringanmu bertakbirlah sebanyak 34 kali kemudian pujilah Allah sebanyak 33 kali dan bertasbihlah sebanyak 33 kali ”. (HR. Bukhari 3113 & Muslim 2727).

  1. Meletakkan telapak tangan kanan pada pipi kemudian mengucapkan doa :

Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ . بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا  . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ  الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali). (HR. Bukhari no. 6324)).

8. Sunnah dan adab tatkala terjaga diwaktu malam (terbangun disela – sela tidur).

Dari ‘Ubadah bin Shamit Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَن تَعارَّ من الليل فقال: لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ، ثم قال: اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي – أو دعا – استُجِيبَ له، فإنْ توضأ وصلى قُبِلتْ صلاتُه

“Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca (zikir tersebut di atas):

لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ

Segala puji bagi Allah Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, maha suci Allah, tiada sembahan yang benar kecuali Allah, Allah maha besar, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, kemudian dia mengucapkan:

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي

Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa)ku“, atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya”.(HR al-Bukhari (no. 1103), Abu Dawud (no. 5060)).

9. Jangan tidur dalam posisi tengkurap (Posisi perut dibawah).

Dari Ya’isy bin Thokhfah Al Ghifariy, dari bapaknya, ia berkata:

فَبَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فِى الْمَسْجِدِ مِنَ السَّحَرِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِى بِرِجْلِهِ فَقَالَ , إِنَّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ ,. قَالَ فَنَظَرْتُ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

Ketika itu aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.” Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723). Dibenci oleh Allah karna penghuni neraka akan dilemparkan ke dalam neraka diatas wajah mereka”.

10. Adab ketika mendapatkan Mimpi Baik dan Mimpi Buruk.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُؤْيَا يُحِبُّها فإنها مِنَ اللهِ فَلْيَحْمَدِ اللهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يُكْرَهُ فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَسْتَعِذْ مِنْ شَرِّهَا وَلَا يَذْكُرْهَا لِأَحَدٍ فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرُّهُ

Barangsiapa diantara kalian melihat mimpi yang ia senangi sesungguhnya mimpi itu datangnya dari Allah, hendaknya ia bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala dan tidak mengapa ia ceritakan kepada saudaranya, sebaliknya jika ia melihat mimpi yang ia benci sesungguhnya mimpi itu datangnya dari syaithan, hendaknya ia berlindung dari keburukan mimpi tersebut dan jangan ia ceritakan kepada siapapun yang dengannya ia tidak akan dibahayakan oleh apa yang ia lihat”.(HR. Bukhari : 7045).

Wallahu a’lam bish showab.



Oleh : Ustadz Harman Tajang,Lc., M.H.I. Hafidzahullahu Ta’ala

(Direktur Markaz Imam Malik)

Ahad, 13 Safar 1438 H

@Markaz Imam Malik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.