بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sabar secara bahasa Al Habs (menahan), adapun secara istilah sabar adalah menahan diri dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala, Manahan diri dari kemaksiatan  dan teguh didalam menyelisishi ajakan – ajakan syahwat kemudian ridha dengan Allah Subhanahu wata’ala dan apa yang telah ditakdirkannya tanpa berkeluh kesah. Olehnya Allah mengatakan:”Tahan dirimu dengan orang yang rajin beribadah kepada tuhan mereka”.

Menahan diri dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala seperti ketika ada bisikan dalam jiwa seseorang  untuk tidak hadir dimajelis ilmu namun ia menhan diri dalam menuntut ilmu.

Kesabaran dibutuhkan saat Duduk dimajelis ilmu, berjihad dijalan Allah, mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan, berbakti kepada kedua orang tua, menuntut ilmu , meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, menggunakan hijab bagi wanitan, semua sifat – sifat yang mulia membutuhkan kesabaran, dari sinilah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar“. (HR. Al Hakim). Kesabaran bisa diraih jika terus melatih diri kita untuk bersabar.

Sifat yang mulia terbagi menjadi 2 ada yang sifatnya yang jibillah (bawaan sejak lahir) karena diantara manusia ada yang diberi oleh Allah Subhanahu wata’ala kesabaran dan yang kedua ada yang diusahakan, oleh karenanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata dalam hadistnya:”Sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar, kelembutan didapat dengan berlatih melembutkan diri dan kesabaran didapat dengan berlatih untuk bersabar”, 

Orang yang berakal kata Syaikh Islam Ibnu Taimiyah:”Bukanlah yang mampu membedakan antara yang penting dan yang tidak penting akan tetapi, orang yang berakal adalah orang yang mampu mengambil yang lebih penting dari 2 hal yang kelihatannya penting“, maksudnya adalah dia mengerjakan atau mengutamakan yang lebih penting dari pada 2 hal yang kelihatannya penting.

Dari definisi diatas kita dapat simpulkan bahwa kesabaran terbagi menjadi 3:

  1. Sabar Dalam Ketaatan

Sabar dalam keataatan membutuhkan pengorbanan, sehingga orang terkena beban syariat disebut dengan Al Mukallaf karena didalamnya ada beban syariat seperti sholat, puasa, bersedekah. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:”Dan manusia itu menurut tabiatnya kikir(QS. An-Nisa’: 128). Oleh karenanya dalam bersedekah membutuhkan kesabaran, begitu juga dengan menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu. Ketika Ibnu Abbas Radhiyallah ‘anhu ditanya:”Dari mana anda mendapatkan ilmu yang begitu banyak, beliau mengatakan:”Didapatkan dengan lisan yang senantiasa bertanya, hati yang memahami apa yang disampaikan, kesabaran seperti kesabarannya benda mati, bergegas dan tidak bermalas – malasan”. 

  1. Sabar Dalam Meninggalkan Kemaksiatan

Pernah seseorang mengirim surat kepada Umar Radhiyallahu ‘anhu dimana isi suratnya:”Yang manakah yang lebih afdhal orang yang meninggalkan kemaksiatan sedangkan ia berkeinginan untuk mengerjakannya namun ia tidak mengerjakannya karena takut kepada Allah, atau seseorang yang meninggalkan kemaksiatan karena ia tidak memiliki keinginan atau niat  untuk mengerjakannya”, Beliau menjawab:”Lebih afdhal orang yang memiliki syahwat / keinginan untuk mengerjakan maksiat itu namun ia tidak mengerjakannya karena Allah“, kemudian beliau menyebut firman Allah:

Merekalah orang – orang yang Allah uji hatinya dalam ketakwaan”,  Sebagai seorang muslim kita banyak diuji oleh Allah dalam mengerjakan ketaatan, berbeda dengan orang kafir yang dunia dijadikan surga bagi mereka sehinga mereka tidak perduli halal dan haram, baik atau buruk, adapun kita yang beriman dengan hari akhirat bersabar dengan ujian tersebut untuk meraih balasan surga disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala menguji kita dalam mencari nafkah, kita dilarang untuk berlaku curang dengan mengurangi timbangan atau menyembunyikan aib sebuah barang yang kita jual. Rasulullah Shalalllahu ‘alaihi wasallam pernah masuk ke pasar melihat pedangan kurma dan kurmanya terlihat bagus, namun Rasulullah memasukkan tangannya ternyata dibawahnya ada kurma yang rusak, beliau kemudian berkata:”Apa ini wahai pemilik barang dagangan”, ia berkata:”Kemarin terkena hujan Ya Rasulullah”, Rasulullah berkata:”Mengapa engkau tidak menjadikannya diatas sehingga dilihat oleh orang”, Rasululllah berkata:”Siapa yang berbuat curang bukan golongan kami”, hal ini membutuhkan kesabaran karena secara dhahir menguntungkan akan tetapi itu adalah keuntungan yang sementara namun keberkahannya dicabut oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al Maidah: 105).

Berkata Abu Tsa’labah:
“Demi Allah, aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang ayat itu, maka beliau bersabda yang artinya:
Beramar ma’ruf dan nahi mungkarlah kalian sehingga (sampai) kalian melihat kebakhilan sebagai perkara yang ditaati, hawa nafsu sebagai perkara yang diikuti, dan dunia (kemewahan) sebagai perkara yang diagungkan (setiap orang mengatakan dirinya di atas agama islam dengan dasar hawa nafsunya masing-masing.
Dan Islam bertentangan dengan apa yang mereka sandarkan padanya), setiap orang merasa ta’jub dengan akal pemikirannya masing-masing, maka peliharalah diri-diri kalian (tetaplah di atas diri-diri kalian) dan tinggalkanlah orang-orang awam karena sesungguhnya pada hari itu adalah hari yang penuh dengan kesabaran (hari dimana seseorang yang sabar menjalankan al haq dia akan mendapatkan pahala yang besar dan berlipat).
Seseorang yang bersabar pada hari itu seperti seseorang yang memegang sesuatu di atas bara api, seseorang yang beramal pada hari itu sama pahalanya dengan 50 orang yang beramal sepertinya.”
Seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:“Ya Rasulullah, pahala 50 orang dari mereka?”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Pahala 50 orang dari kalian (para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam)”.
(HR. Abu Daud: 4341, At Tirmizi: 3058, dan dihasankan olehnya; Ibnu Majah: 4014)

  1. Sabar Dengan Takdir Allah Subhanahu wata’ala

Yaitu takdir yang pahit akan tetapi Allah tidak akan menyia-nyiakan kesabaran seorang hambanya, oleh karenanya segala sesuatu yang menimpa kita maka ingatkan diri kita agar bersabar karena dosa – dosa berguguran dengan kesabaran dari ujian yang menimpa kita, ingat dosa dan maksiat yang pernah kita kerjakan bisa jadi dengan adanya ujian tersebut dihapuskan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Atau ingat kedudukan yang akan kita dapatkan disisi Allah Subhanahu wata’ala kelak pada hari kiamat

Orang yang beriman dadanya senantiasa dilapangkan oleh Allah. Salah seorang salaf pernah terkena penyakit ia kemudian terus mengucapkan pujian kepada Allah, ketika ditanya:”Ya Syaikh anda selalu memuji sedangkan anda merasakan betapa sakitnya apa yang anda derita”, beliau kemudian berkata:”Sesungguhnya manisnya pahala dan balasan menjadikan aku lupa akan pahitnya kesabaran”.

Rasulullah mengajarkan kepada kita doa agar dikeluarkan sabar dalam diri kita:

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (QS. Al Baqarah: 250).

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 26 Dzulhijjah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.