spot_img

Khutbah Jum’at: Ngerinya Tanggung Jawab Akhirat! (Edisi 080, 6 Rabiul Awal 1447)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Ngerinya Tanggung Jawab Akhirat!’ (Edisi 080, 6 Rabiul Awal 1447).

Naskah selengkapnya:

‘NGERINYA TANGGUNG JAWAB AKHIRAT!’

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Segala puji bagi Allah semata, satu-satunya Ilah yang berhak untuk disembah, dicintai dan dipatuhi segenap perintahNya. Kita bersyukur kepadaNya atas semua limpahan nikmat yang tak pernah habis, tak pernah berhenti kehadirannya dalam kehidupan kita.

Kelak akhirnya, kita semua akan kembali kepada Allah Ta’ala, dan pada saat itulah setiap kita akan mempertanggungjawabkan semua episode kehidupan dunia dengan segala apa yang telah kita dapatkan dan nikmati di dunia ini.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Kehidupan kita di dunia ini adalah amanah, dan jika ia adalah amanah, maka ia sudah pasti akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah pada Hari Kiamat nanti. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan hal itu dalam sabda beliau:

كُلُّكُمْ رَاعٍ ومَسْؤُولٌ عن رَعِيَّتِهِ؛ فَالإِمَامُ رَاعٍ وهو مَسْؤُولٌ عن رَعِيَّتِهِ، والرَّجُلُ في أهْلِهِ رَاعٍ وهو مَسْؤُولٌ عن رَعِيَّتِهِ، والمَرْأَةُ في بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وهي مَسْؤُولَةٌ عن رَعِيَّتِهَا، والخَادِمُ في مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وهو مَسْؤُولٌ عن رَعِيَّتِهِ.

Artinya:

“Setiap kalian adalah penanggung jawab, dan akan ditanyai tentang yang tanggung jawabnya. Maka seorang imam/kepala negara adalah penanggung jawab, dan ia akan ditanyai tentang tanggung jawabnya. Seorang pria/suami dalam keluarganya adalah penanggung jawab, dan ia akan ditanyai tentang tanggung jawabnya. Seorang wanita/istri adalah penanggung jawab di dalam rumah suaminya, dan ia akan ditanyai tentang tanggung jawabnya. Seorang pembantu/khadim adalah penanggung jawab terhadap harta tuannya, dan ia akan ditanyai tentang tanggung jawabnya…”  (HR. al-Bukhari).

Jamaah Jum’at yang berbahagia!

Pesan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini mengajak kita semua untuk merenungkan proses pertanggungjawaban yang kita semua pasti akan mengalaminya. Yaitu saat kita semua kelak berdiri di Padang Mahsyar, lalu satu per satu menghadap Allah Azza wa Jalla untuk mempertanggungjawabkan amanah kehidupan yang telah kita jalani di dunia ini.

Seorang pemimpin dalam level apapun, mulai dari level terendah hingga tertinggi seperti kepala negara, para menteri, para anggota dewan, para gubernur, para bupati, dan seterusnya; pasti akan mempertanggungjawabkan amanahnya di hadapan Allah Ta’ala.

Jika penduduk Indonesia hari ini adalah 280 juta manusia, maka seorang presiden Republik Indonesia kelak di Padang Mahsyar akan mempertanggungjawabkan nasib 280 juta penduduk Indonesia ini! Berapa banyak rakyat yang kelaparan dan kehilangan pekerjaan, berapa banyak rakyat yang dirampas hak-haknya dan dizhalimi, dan banyak lagi yang lainnya.

Para anggota dewan juga demikian adanya. Kelak pada Hari Kiamat, di Padang Mahsyar nanti, amanah yang mereka pikul atas nama wakil rakyat yang gaji dan fasilitasnya diambil dari uang rakyat; semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Tidak akan bergeser kaki mereka di Padang Mahsyar nanti, hingga selesai setiap detil amanah yang seharusnya mereka laksanakan sebagai wakil rakyat.

Para gubernur dan kepala daerah juga akan bernasib sama. Jika penduduk sebuah provinsi misalnya adalah 9,5 juta manusia, maka seorang gubernur akan dimintai pertanggungjawaban tentang 9,5 juta penduduk wilayahnya itu: apakah ia telah berlaku adil kepada mereka? Apakah ia sudah bekerja keras untuk kemakmuran mereka?

Itulah sebabnya, dahulu para Salaf yang shalih, selalu merasa berat dan takut ketika harus berhadapan dengan amanah menjadi seorang khalifah atau gubernur.

Dikisahkan suatu waktu, Khalifah Abu Bakr al-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berjalan dan menyaksikan seekor burung yang bertengger di sebuah ranting. Beliau lalu berkata:

طُوبى لك يا طيرُ تطير فتقع على الشجر ثم تأكل من الثمر ثم تطير ليس عليك حسابٌ ولا عذاب !ياليتني كُنت مثلك؛ والله لوددتُ أني كنتُ شجرةً إلى جانتِ الطريق فمر عليَّ بعير فأخذني فأدخلني فاه فلاكني ثم إزدردني ثم أخرجني بعراً ولم أكن بشراً!

“Betapa beruntungnya engkau, wahai Burung! Engkau terbang lalu hinggap di sebatang pohon, lalu engkau makan dari buahnya, lalu terbang lagi tanpa harus dihisab dan diadzab! Duhai, andai aku ini sepertimu saja. Demi Allah, aku ingin sekali menjadi sebatang pohon saja di tepi jalan, yang kemudian dimakan oleh seekor unta dan dimasukkan ke dalam mulutnya, lalu ia mengeluarkanku sebagai kotoran tanpa pernah menjadi manusia!”  (Lih. Hilyah al-Auliya’, 1/52).

Begitu pula yang terjadi pada Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang pernah berkata:

“Andai saja aku ini adalah seekor domba saja yang digemukkan oleh tuannya, lalu disembelih untuk dihidangkan kepada siapa saja yang ia sukai, dan aku tak pernah menjadi manusia.”  (Lih. Syu’ab al-Iman, 1/485)

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hanya jiwa dan hati yang memiliki kesadaran Akhirat sajalah yang bisa melahirkan ungkapan-ungkapan seperti itu; ungkapan-ungkapan rasa takut yang sangat mendalam dan menghunjam pada pertanggungjawaban Akhirat nanti.

Rasa takut pada pertanggungjawaban Akhirat inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh siapapun yang berani mengambil amanah kepemimpinan di semua level. Karena rasa takut seperti inilah yang akan menjadi motivasi dan pendorong terkuat untuk memastikan amanah kepemimpinan itu ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak sekadar menjadi pemimpin yang selalu menuntut fasilitas dan gaji berlimpah, tapi hasil kerja kosong, amanah rakyat dikhianati, dan kesejahteraan rakyat justru semakin terpuruk!

Suatu ketika, Khalifah Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu membaca al-Qur’an, lalu beliau membaca Surah al-Thur hingga sampai pada ayat:

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٌ

Artinya:

“Sungguh adzab Tuhanmu itu pasti terjadi.”  (QS. Al-Thur: 77).

Beliau pun menangis tersedu-sedu, karena membayangkan betapa beratnya pertanggungjawaban sebagai seorang pemimpin negara. Beliau menangis hingga jatuh sakit, hingga orang-orang pun datang menjenguk beliau. Saking seringnya beliau menangis, hingga di kedua pipinya ada bekas kehitaman karena air mata.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah menghibur beliau dan mengatakan: “Bukankah Allah telah mengaruniakanmu berbagai wilayah baru dan berbagai penaklukan?”  Tapi Khalifah Umar hanya menjawab: “Aku hanya ingin selamat (di Akhirat), meski tanpa pahala dan tanpa dosa!”

Allahu Akbar!  

Spirit seperti itulah yang membuat Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu bekerja keras memastikan rakyatnya dalam keadaan aman dan tercukupi, sehingga beliau biasa berjalan malam untuk berkeliling memeriksa apakah ada rakyatnya yang kelaparan atau kesusahan.

Spirit seperti itulah yang membuat Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu sangat takut menerima dan menggunakan fasilitas negara untuk dirinya dan keluarganya.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Tidak hanya itu. Para suami dan ayah juga akan dimintai pertanggungjawaban tentang tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah. Para istri dan ibu juga dimintai pertanggungjawaban tentang tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Para pegawai dan pelayan juga diminta pertanggungjawaban atas amanahnya. Dan setiap kita, pasti akan dimintai pertanggungjawaban tentang bagaimana kita memimpin diri sendiri menjalani kehidupan dunia ini.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَزولُ قَدَمَا عَبْدٍ يومَ القيامةِ، حتَّى يُسأَلَ عن عُمُرِه؛ فيمَ أفناه؟ وعن عِلْمِه؛ فيم فعَلَ فيه؟ وعن مالِه؛ من أين اكتسَبَه؟ وفيم أنفَقَه؟ وعن جِسمِه؛ فيمَ أبلاه؟

Artinya:

“Tidak akan bergeser kedua kaki hamba pada Hari Kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya: dari mana ia memperolehnya dan untuk apa ia belanjakan? Dan tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan?”  (HR. al-Tirmidzi).

Semoga kita masih sempat menyiapkan semua pertanggungjawaban yang begitu besar dan berat itu untuk pengadilan Allah Ta’ala di Hari Akhir nanti.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Tidak bosan-bosannya, melalui khutbah Jum’at siang ini, kami mengingatkan tentang Gaza, tentang saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, yang masih harus melewati hari-hari ujian dalam penjajahan kaum Zionis Yahudi.

Kita tidak boleh lupa, bahwa keberadaan mereka di bumi jihad Palestina itu lebih dari sekadar mempertahankan negara mereka yang bernama Palestina, tapi lebih dari itu, mereka sedang mewakili kita kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha ke tangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka salah satu jihad kita umat Islam di negeri ini terhadap Palestina adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuknya untuk saudara-saudara kita para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina. Jangan putus berdoa untuk mereka dalam setiap kesempatan yang Allah berikan untuk berdoa.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.