mim.or.id – Pahala Setara Jihad, Tunaikan 3 Amalan Ini. Hal ni didasarkan pada ceritra di mana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada para sahabat:
‘Apakah mereka ingin ditunjukkan amalan yang dapat menghapuskan dosa dan mengangkat kedudukan atau derajat di sisi Allah?’. Para sahabat menjawab “tentu” (balla)’. Berikut uraiannya:
Amalan Penghapus Dosa dan Pengangkat Derajat
Amalan-amalan spesifik yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW yang memiliki keutamaan besar ini meliputi:
Pertama, Mmenyempurnakan wudhu dalam keadaan sulit (Istikhori). Menyempurnakan wudu meskipun berada dalam keadaan almasyhari, yaitu dalam kondisi tidak semangat atau tidak senang.
Baca Juga: Utuh, Al-Qur’an dan Sunnah Tidak Bisa Dipisahkan!
Contohnya adalah saat musim dingin atau musim hujan, di mana seseorang merasa berat untuk tersentuh air karena dingin sekali (seperti air “dinginnya seperti es”). Walaupun dalam kondisi tersebut, ia tetap bermujahadah (berusaha keras) untuk menyempurnakan wudunya.
Kedua, memperbanyak langkah Kaki menuju masjid. Memperbanyak langkah-langkah kaki menuju masjid (wakaf 100 kota ilmu tajwid memperbanyak langkah-langkah kaki menuju masjid).
Ketiga, menunggu waktu salat setelah salat Menunggu waktu salat berikutnya setelah seseorang selesai melaksanakan salat.
Seperti yang dilakukan ketika selesai salat Maghrib dan menunggu salat Isya sambil mendengarkan kajian (tanin). Keutamaan: Amalan menunggu salat ini memiliki pahala yang besar.
Keutamaan dan Kedudukan Amalan (Setara dengan Ribat)
Amalan-amalan di atas memiliki kedudukan dan pahala yang sangat tinggi, bahkan disetarakan dengan Ribat. Definisi Ribat Ribat adalah berjaga-jaga di daerah perbatasan negeri kaum Muslimin agar musuh tidak sampai menyerang.
Baca Juga: Pentingnya Karakter Kuat Berlandaskan Tauhid!
Kesetaraan Pahala, Mengerjakan amalan-amalan (menyempurnakan wudu, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu salat) memiliki pahala yang sama dengan Ribat (jihad).
Ini merupakan jalan bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala jihad, terutama karena tidak semua orang diberikan kesempatan untuk berjihad.
Keterkaitan Hati dengan Masjid
Keutamaan ini juga menunjukkan keutamaan orang yang hatinya senantiasa bergantung dengan masjid (hatinya senantiasa bergantung dengan mesjid).
Setelah kembali ke rumahnya, orang tersebut rindu untuk mendengarkan panggilan azan dan rindu untuk kembali ke masjid. Orang yang seperti ini akan dihapuskan dosa-dosanya dan diangkat derajatnya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Amalan-amalan yang kelihatannya sederhana ini, seperti menyempurnakan wudu saat dingin, atau menahan diri untuk berlama-lama di masjid sambil menanti salat berikutnya, adalah wilayah pahala setingkat jihad dan Ribat, padahal secara fisik kita tidak berada di medan pertempuran.



