mim.or.id – Kabar penuh kebahagiaan datang dari Qassim University, Kerajaan Arab Saudi-akhirnya, Doktor pertama asal Indonesia di universitas ini resmi meraih gelar doktornya dia adalah al-Ustazd Harman Tajang, Lc., M.H.I. P.hD. Hafizhahullah.
Dalam disertasi yang membahas fikih kebencanaan dalam masalah ibadah dan muamalat, beliau berhasil mempertahankan dan lulus dengan predikat Mumtaz Ma’a Martabah asy-Syaraf al-Ula/ Summa Cumlaude/ Sangat Memuaskan dengan Pujian Tertinggi.
Baca Juga: Yaumul Himmah PEMKOT Makassar: Santri PQ Putra MIM Diamanahi Tasmi Hafalan 3 Juz
Adapun dalam penelitian tersebut menggunakan pendekatan istiqrā’ī (induktif) dan taḥlīlī (analitis) dengan mengumpulkan masalah-masalah aktual yang belum banyak dibahas, lalu dianalisis secara fiqh.
Diantara masalah utama yang dibahas, pertama tayammum dengan alat khusus berisi debu-diperbolehkan jika sulit mendapatkan tanah asli, sebab ṣa‘īd mencakup seluruh permukaan bumi.
Kedua, Wudhu dengan air yang berdekatan atau bercampur dengan jenazah-jenazah manusia hukumnya suci, sehingga airnya tetap suci jika tidak berubah sifatnya.
Ketiga, Orang yang kehilangan dua alat bersuci (mā’ dan turāb)-tetap wajib salat sesuai kemampuannya tanpa perlu mengulang.
Keempat, penggunaan air banjir bercampur lumpur untuk bersuci tetap suci dan mensucikan, karena perubahan warna disebabkan hal yang sulit dihindari.
Kelima, penggunaan masjid sebagai tempat pengungsian bagi wanita haid dan nifas – pada dasarnya dilarang, tetapi boleh dalam keadaan darurat, sesuai kaidah “al-ḍarūrāt tubīḥ al-maḥẓūrāt.
Tentu masih banyak lagi masalah-masalah penting lainnya yang berkaitan dengan shalat, zakat, muamalat, dll.
Kesimpulan yang ditemukan ialah Fikih bencana perlu dikembangkan karena bencana merupakan sunnatullah yang terus terjadi. Kaidah yusr (kemudahan) dan raf‘ al-ḥaraj (menghilangkan kesulitan) harus diterapkan dalam situasi bencana.
Baca Juga: Latihan Damkar: MIM Kolaborasi dengan DAMKARMAT Kota Makassar
Terakhir, studi ini diharapkan menjadi panduan bagi korban, relawan, dan masyarakat umum dalam menghadapi bencana secara syar‘i dan ilmiah.
Sebagai informasi, Ust. Harman Tajang saat ini merupakan Direktur Markaz Imam Malik (MIM). Beliau juga merupakan Anggota Ikatan Ulama Sedunia, Anggota MUI Sulawesi Selatan, Anggota Dewan Syuro Wahdah Islamiyah.
Tak hanya itu, beliau juga saat ini menjadi Anggota Pleno Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, Dosen IAI STIBA Makassar, Narasumber tetap di Markaz Inayah dan berbagai platform media sosial bahkan pernah menjadi Alumni Terbaik International University of Africa, Sudan.



