spot_img

Khutbah Jum’at: Siapkan Masa Depanmu! (Edisi 098, 12 Rajab 1447 H)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Siapkan Masa Depanmu!’ (Edisi 098, 12 Rajab 1447 H).

‘SIAPKAN MASA DEPANMU!’

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Salah satu nikmat terbesar yang sering kita lalaikan adalah nikmat waktu. Waktu terus berjalan, tidak pernah berhenti menunggu siapa pun. Ia berganti dari siang ke malam, dari pagi ke sore, dari tahun ke tahun, dari usia muda menuju tua, hingga akhirnya membawa kita kepada pertemuan yang pasti: kematian.

Allah Ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya:

يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

“Allah mempergilirkan malam dan siang. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki penglihatan (akal yang jernih).”(QS. An-Nur: 44).

Pergantian waktu bukan sekadar fenomena alam. Ia adalah pesan Allah kepada hamba-hamba-Nya, pesan sunyi yang terus diulang: umurmu berkurang, kesempatanmu menyempit, dan akhir perjalananmu semakin dekat.

Karena itu, seorang muslim tidak boleh bersikap biasa-biasa saja dalam menyikapi pergantian waktu. Setiap hari yang berlalu seharusnya menambah iman, bukan sekadar menambah usia. Setiap pergantian tahun seharusnya mendekatkan kita kepada Allah, bukan justru menjauhkan kita dari-Nya.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita dengan peringatan yang sangat tegas:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Tertipu, karena waktu luang digunakan bukan untuk mendekat kepada Allah, tetapi justru untuk menumpuk dosa. Sehat digunakan bukan untuk taat, tetapi untuk bermaksiat. Padahal setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

“Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.” (QS. Al-Furqan: 62).

Maka, sikap seorang muslim pada setiap pergantian waktu adalah muhasabah, introspeksi diri. Ia bertanya pada dirinya sendiri:

Apa yang sudah aku perbaiki dalam imanku?

Apa dosa yang sudah aku tinggalkan?

Apa amal shalih yang sudah aku tambah?

Bukan sekadar resolusi dunia: gaji naik, jabatan naik, rumah bertambah. Tetapi resolusi akhirat: shalat lebih khusyuk, taubat lebih jujur, dosa lebih ditinggalkan, sunnah lebih dihidupkan.

Jamaah sekalian,

Masalah besar kita hari ini bukan karena kurangnya pengetahuan, tetapi karena menunda-nunda. Menunda taubat, menunda hijrah, menunda memperbaiki diri, seakan-akan kita memiliki jaminan umur panjang.

Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan:

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا

“Bersegeralah kalian beramal sebelum datang tujuh perkara…” (HR. Muslim).

Waktu tidak menunggu kita siap. Kematian tidak menunggu kita bertaubat. Karena itu, orang beriman menyikapi pergantian waktu dengan kesungguhan, bukan dengan kelalaian.Kesungguhan untuk bertaubat. Kesungguhan untuk melanjutkan sisa umur dan usia kita dalam ketaatan dan amal shalih. Kesungguhan untuk mengejar dan mendapatkan husnul khatimah.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Pergantian waktu sejatinya sedang menyiapkan kita menuju masa depan yang sesungguhnya, yaitu akhirat. Dunia ini bukan tujuan, tetapi jalan. Bukan rumah, tetapi persinggahan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan sungguh negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut: 64).

Maka, siapa yang hanya sibuk menyiapkan dunia dan melalaikan akhirat, sesungguhnya ia sedang menyiapkan kerugian besar. Dan siapa yang menjadikan setiap pergantian waktu sebagai momentum mendekat kepada Allah, maka ia sedang menyiapkan keberuntungan abadi.

Dan sebaik-baik bekal yang harus selalu kita miliki untuk membangun masa depan Akhirat kita yang sejati adalah takwa. Inilah bekal terbaik dalam perjalanan panjang menuju akhirat. Bekal dunia akan habis, jabatan akan ditinggal, harta akan diwariskan, tetapi takwa akan menemani kita hingga ke dalam kubur.

Allah Ta’ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197).

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Jika kita ingin menyiapkan masa depan akhirat yang sesungguhnya, maka ada beberapa sikap penting yang harus kita jaga dalam setiap pergantian waktu.

Pertama, memperbaharui taubat. Tidak ada hari tanpa dosa, maka jangan biarkan hari berlalu tanpa taubat. Taubat bukan menunggu tua, bukan menunggu sakit, bukan menunggu ajal. Taubat adalah pekerjaan seumur hidup.

Kedua, menjaga konsistensi amal, meskipun sedikit. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ketiga, menghidupkan rasa takut akan akhir kehidupan. Karena amal itu dinilai dari akhirnya. Betapa banyak orang yang awalnya baik, tetapi rusak di akhir. Dan betapa banyak orang yang penuh dosa, tetapi Allah tutup hidupnya dengan taubat.

Keempat, memperbanyak amal yang manfaatnya berlanjut, seperti sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan mendidik anak dalam ketaatan. Karena ketika waktu kita di dunia habis, yang tersisa hanyalah amal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلاَثٍ

“Jika manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali dari tiga perkara…” (HR. Muslim).

Lalu beliau menyebutkan ketiga amalan tersebut di atas.

Jamaah sekalian,

Jangan sampai pergantian waktu hanya menjadi rutinitas kosong. Jadikan ia sebagai alarm iman, pengingat kematian, dan pemicu amal shalih. Jadikan pergantian waktu itu sebagai pengingat bahwa di dunia ini kita hanya singgah, masa depan dan kampung halaman kita yang sebenarnya adalah Negeri Akhirat. Karena sesungguhnya, orang yang paling cerdas adalah yang paling baik persiapannya untuk akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. At-Tirmidzi).

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang cerdas dalam menyikapi waktu, bijak dalam memanfaatkan umur, dan sukses dalam menyiapkan akhirat.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hari ini, marilah kita terus menjadi bagian mereka yang terus bekerja untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sumatra. Siapkan semua bentuk dukungan yang bis akita berikan. Kita doakan agar Allah mengganti kesedihan mereka dengan ketenangan, kehilangan mereka dengan karunia, dan musibah mereka dengan ampunan dan rahmat.

Hari-hari ini, kita juga tidak bosan-bosannya terus mengingatkan untuk: Jangan pernah lupakan Gaza! Jangan lupakan saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi para Nabi dan Rasul, di bumi al-Quds, meskipun telah terjadi kesepakatan gencatan senjata, tapi perjuangan membebaskan bumi al-Aqsha sama sekali belum selesai! Karena penjajahan kaum Zionis Yahudi masih tetap eksis di sana entah sampai kapan.

Mintalah agar Allah menjaga iman kita, menjaga keluarga kita, menjaga ketenangan negeri kita, dan menjaga seluruh nikmat yang kita genggam hari ini.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.