spot_img

Khutbah Jum’at: Catatan di Gerbang Ramadhan (Edisi 104, 25 Sya’ban 1447 H)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Catatan di Gerbang Ramadhan’ (Edisi 104, 25 Sya’ban 1447 H)

Untuk selengkapnya:

‘Catatan di Gerbang Ramadhan…’

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Dia yang masih memanjangkan usia kita, mempertemukan kita dengan hari-hari menjelang Ramadhan di akhir bulan Sya’ban ini. Perjalanan waktu begitu cepat, belum lama rasanya Sya’ban hadir, dan sekarang bulan Sya’ban sudah hamper pergi meninggalkan kita.

Kita bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat lahir dan batin. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kita sedang berdiri di ambang bulan yang agung: Ramadhan. Bulan yang Allah jadikan sebagai musim ampunan, musim pahala, dan musim perubahan. Tetapi harus selalu kita ingatkan, bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar momentum emosional.

Bukan sekadar bulan menumpahkan kerinduan dan nostalgia. Ia adalah proyek takwa. Bulan Ramadhan adalah proyek Akhirat kita yang sangat spektakuler nilainya.

Karena itu, jangan merendahkan nilai Ramadhan hanya dengan membayangkan ragam makanan buka puasa. Jangan merendahkan nilai Ramadhan hanya dengan suasana mesra berkumpul saat berbuka atau shalat Tarawih. Karena nilai Ramadhan jauh dan jauh lebih dahsyat dari itu semua. Ramadhan adalah proyek Akhirat kita.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (Al-Baqarah: 183).

Allah telah mengingatkan apa yang seharusnya menjadi goal tertinggi kita di Ramadhan. Takwa inilah yang menjadi goal dan tujuan utama kita di bulan Ramadhan. Maka setiap persiapan kita menjelang dan pada saat Ramadhan nanti, haruslah mengarah ke sana, kepada Taqwa sebagai tujuan akhirnya.

Karena itu, beberapa poin penting berikut ini harus kita lakukan untuk menyiapkan Ramadhan yang lebih baik dari sebelumnya.

Pertama: meluruskan niat dan memurnikan tauhid. Ramadhan bukan festival budaya. Ia adalah ibadah. Ibadah tidak sah kecuali dengan tauhid dan ikhlas. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berapa banyak orang berpuasa hanya karena tradisi keluarga? Berapa banyak yang rajin tarawih karena ingin dipuji? Di sinilah pembersihan niat kita dimulai: membersihkan niat dari riya’, ujub, dan ghurur.

Ramadhan adalah momentum memperbarui syahadat kita. Menghidupkan kembali makna La ilaha illaLlah dalam hati. Bahwa kita berpuasa bukan karena kesehatan, bukan karena diet, tetapi karena perintah Allah.

Kedua: taubat sebelum memasuki Ramadhan. Sering kita berharap Ramadhan menghapus dosa, tetapi kita tidak pernah sungguh-sungguh bertaubat sebelum ia datang. Tinggalkan semua yang dibenci oleh Allah. Tinggalkan perkataan dusta, tinggalkan pekerjaan yang dibangun di atas kedustaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).

Puasa bukan hanya menahan lapar. Ia menahan lisan, mata, telinga, dan hati. Maka sebelum Ramadhan, bersihkan dosa-dosa: dosa riba, dosa zina, dosa ghibah, dosa membuka aurat di media sosial, dosa durhaka pada orang tua.

Ketiga: belajar ilmu tentang puasa. Betapa banyak kaum muslimin berpuasa, tetapi tidak tahu apa yang membatalkan puasa, apa yang mengurangi pahala, apa yang disunnahkan. Padahal Allah berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada ahlul dzikr jika kalian tidak mengetahui.” (An-Nahl: 43).

Ramadhan bukan hanya soal semangat, tetapi juga ilmu. Tanpa ilmu, semangat bisa salah arah. Tanpa ilmu, ibadah bisa tercampur bid’ah.

Keempat: mempersiapkan hati untuk Al-Qur’an. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.” (Al-Baqarah: 185).

Ironisnya, banyak orang di bulan Ramadhan justru lebih sibuk dengan tontonan, drama, dan media sosial. Hatinya kenyang dengan dunia, tetapi kering dari ayat-ayat Allah. Ramadhan adalah waktu untuk kembali menjadi hamba yang akrab dengan Kalamullah. Bermesraan dengan al-Qur’an. Bukan hanya membaca, tetapi mentadabburi, menangis, dan mengamalkannya.

Kelima: memperbaiki hubungan dengan sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ … إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

“Pintu-pintu surga dibuka setiap Senin dan Kamis… kecuali dua orang yang saling bermusuhan.” (HR. Muslim).

Bagaimana kita berharap diampuni di bulan Ramadhan sementara kita masih menyimpan dendam? Masih memutus silaturahim? Masih menyimpan kebencian?

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Ramadhan adalah kesempatan yang Allah karuniakan untuk kita, tapi ia sama sekali bukan jaminan. Tidak ada jaminan kita akan keluar darinya sebagai orang bertakwa. Tidak ada jaminan bahwa jika kita mendapatkannya, kita pasti masuk Surga. Bahkan Nabi ﷺ bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Sungguh celaka seseorang yang mendapati Ramadhan namun tidak diampuni.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih).

Maka sebelum Ramadhan datang, tanyakan pada diri kita: apakah kita benar-benar siap? Atau kita hanya siap secara logistik, tetapi tidak siap secara ruhani?.

Kaum Muslimin yang berbahagia,

Namun, ada satu catatan besar yang jangan terlupakan menjelang Ramadhan ini: jangan melupakan penderitaan kaum muslimin yang tertindas, khususnya saudara-saudara kita di Gaza.

Di saat kita menyiapkan menu sahur dan berbuka, ada saudara kita yang tidak tahu apakah esok hari mereka masih hidup. Di saat kita berbicara tentang target tilawah, ada anak-anak yang bahkan tidak punya mushaf karena rumah mereka hancur. Di saat kita mengeluhkan harga bahan pokok, ada keluarga yang tidak punya air bersih dan obat-obatan.

Persaudaraan iman bukan slogan. Ia konsekuensi akidah. Jika satu bagian tubuh sakit, bagian lain ikut merasakan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai dan menyayangi seperti satu tubuh. Jika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan dengan tidak tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pertanyaannya: apakah hati kita masih hidup? Apakah kita masih merasakan “demam” itu?

Ramadhan bukan hanya tentang memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga menguatkan ikatan ukhuwah. Salah satu hikmah puasa adalah agar kita merasakan lapar, sehingga timbul empati kepada yang kelaparan.

Namun bagaimana mungkin kita merasakan lapar sementara hati kita beku terhadap penderitaan saudara kita?.

Ramadhan adalah bulan doa. Jangan lupakan Gaza dalam sujud kita. Jangan lupakan anak-anak yang kehilangan orang tua. Jangan lupakan para ibu yang kehilangan anak-anak mereka. Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ

“Doa adalah senjata orang mukmin.” (HR. Hakim, hasan).

Jika kita tidak mampu mengangkat beban mereka dengan tangan kita, maka angkatlah tangan kita dalam doa.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Kita telah mengingat beberapa catatan menjelang Ramadhan: meluruskan niat, bertaubat, belajar ilmu, kembali kepada Al-Qur’an, memperbaiki hubungan sesama, dan tidak melupakan saudara-saudara kita yang tertindas, khususnya di Gaza. Mari kita turunkan itu menjadi amal nyata.

Pertama, mulai dari hari ini biasakan istighfar dan taubat. Jangan menunggu malam pertama Ramadhan. Kedua, susun target ibadah yang realistis: tilawah, sedekah, qiyamullail, dan menahan lisan dari dosa.

Ketiga, sisihkan sebagian harta kita untuk membantu kaum muslimin yang membutuhkan. Ramadhan adalah bulan sedekah.

Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan (HR. Bukhari).

Keempat, hidupkan doa untuk kaum muslimin yang tertindas. Doakan agar Allah menjaga mereka, memberi kesabaran, menolong mereka, dan menghancurkan kezaliman dengan cara yang Allah kehendaki.

Selain itu, kita harus memperbanyak doa yang Ikhlas kepada Allah Ta’ala agar para pemimpin Negeri ini diberi hidayah, dibuka hatinya untuk memimpin negeri ini dengan keadilan, kepekaan jiwa dan rasa takut kepada Allah dan hisab di Hari Akhir nanti.

Semoga Allah memperbaiki pribadi-pribadi kita semua, memperbaiki Negeri ini dan seluruh negeri kaum Muslimin.

Ya Allah, sampaikan kami kepada Ramadhan dalam keadaan iman dan sehat.
Ya Allah, jadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kami.
Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa kaum muslimin seluruhnya.
Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Gaza dan di setiap negeri yang tertindas.
Ya Allah, lindungi anak-anak mereka, sembuhkan yang terluka, kuatkan yang lemah, dan berikan kesabaran kepada mereka.
Ya Allah, perbaiki keadaan kaum muslimin dan satukan hati-hati mereka di atas tauhid dan sunnah.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.