spot_img

Edukasi Pertanian Sejak Dini, Outing Class KuttabQu MIM Tuai Apresiasi

mim.or.id – Suasana semangat dan antusias tampak menghiasi kegiatan outing class santri Kuttab Qur’an MIM yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Divisi Kesantrian KuttabQu Markaz Imam Malik (MIM) bekerja sama dengan BBPP Batangkaluku tersebut diikuti oleh santri putra dan putri kelas I, II, dan III.

Dalam outing class ini, para santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan praktik langsung mulai dari menanam hingga mengolah hasil pertanian menjadi produk makanan siap saji.

Ustadz Mursad Syam Tonra menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai outing class ini menjadi pengalaman berharga bagi para santri dalam mengenal dunia pertanian.

Baca Juga: Istiqamah adalah kunci ketenangan jiwa dan kebahagiaan surga!

“Alhamdulillah segala puji bagi Allah, telah terlaksana kegiatan outing class KuttabQu MIM di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan salah satu sunnah Rasulullah yang mulia, yakni menanam tanaman,” ujar kepala KuttabQu MIM.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan memperkenalkan ilmu-ilmu dasar agrikultur kepada santri sejak dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif.

Sambungnya, hari ini ananda berlatih menanam sayuran kangkung dan mempelajari langkah-langkah menanamnya, mulai dari proses pengolahan tanah, masa penanaman, teknis penyiraman hingga cara memupuk dan merawat tanaman kangkung tersebut.

Baca Juga: Kisah Guru Bertaubat Melalui Perantara Muridnya

Lebih lanjut, Ustadz Mursad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BBPP Batangkaluku yang telah memberikan sambutan hangat serta ilmu baru kepada para santri KuttabQu MIM.

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan praktik menanam kangkung. Para santri diperkenalkan dengan tahapan pengolahan tanah, proses penanaman, teknik penyiraman, hingga cara merawat tanaman agar tumbuh dengan baik.

Keseruan semakin terasa ketika para santri memasuki sesi pengolahan hasil pertanian. Dengan penuh antusias, mereka diajarkan membuat donat kentang dan es krim buah naga sebagai bentuk pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk olahan yang menarik dan bernilai ekonomi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.