mim.or.id – Masuk ke dalam surga adalah impian setiap mukmin, dan Allah. telah memberikan jalan melalui amalan-amalan yang, meski tampak sederhana, memiliki bobot yang luar biasa di sisi-Nya.
Rasulullah memberikan wasiat tentang hal yang jika dilakukan akan mengantarkan seseorang ke Darussalam (negeri keselamatan) dengan penuh kedamaian.
Membudayakan Salam sebagai Syiar Kedamaian
Salam bukan sekadar sapaan, melainkan doa keselamatan yang memiliki tingkatan pahala tersendiri.
Mengucapkan “Assalamualaikum” bernilai 10 kebaikan, menambah “warahmatullah” menjadi 20, dan melengkapinya hingga “wabarakatuh” mendatangkan 30 kebaikan.
Baca Juga: Meniti Jalan Kehidupan dan Memahami Hakikat Al-Fatihah
Penting untuk diingat bahwa memberi salam hukumnya sunnah, namun menjawabnya adalah wajib. Kita diperintahkan untuk menyebarkan salam kepada siapa pun, baik yang dikenal maupun tidak, sebagai upaya menyebarkan perdamaian.
Bahkan, Rasulullah menyebutkan bahwa orang yang terbaik di antara dua orang yang berselisih adalah yang pertama kali mengucapkan salam.
Dengan mengucapkan salam, kita tidak hanya mendoakan saudara kita, tetapi juga mendapatkan doa serupa dari malaikat.
Kepedulian Sosial melalui Berbagi Makanan dan Menjaga Silaturahim
Dua amalan berikutnya berkaitan erat dengan hubungan antarkemanusiaan:
Pertama, Memberi Makan (It’amut Tha’am): Amalan ini sangat dicintai Allah, terutama jika dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharap balas jasa atau sekadar ucapan terima kasih.
Kedermawanan tidak harus mahal; memberikan seteguk air atau sepotong kurma pun dapat menjadi penghalang dari api neraka.
Allah bahkan menjanjikan wajah yang berseri-seri di hari kiamat bagi mereka yang senang berbagi makanan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.
Kedua, Menyambung Silaturahim: Di zaman modern, silaturahim dipermudah dengan adanya teknologi seperti telepon dan WhatsApp.
Kita dilarang memutuskan tali silaturahim hanya karena urusan dunia yang hina, karena orang yang memutuskannya diancam tidak akan masuk surga.
Baca Juga: Pentingnya Ilmu, Jalan Menuju Kemuliaan!
Sebaliknya, kita diajarkan untuk membalas keburukan dengan kebaikan, yang mana sikap pemaaf ini dapat mengubah musuh menjadi teman yang sangat dekat.
Kedekatan Spiritual dengan Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Amalan terakhir sebagai bentuk adab kepada Allah adalah mendirikan shalat di waktu malam saat manusia lain sedang terlelap. Shalat malam adalah ibadah yang paling dicintai Allah setelah shalat fardu dan merupakan kebiasaan orang-orang saleh terdahulu.
Amalan ini sangat fleksibel; minimal bisa dilakukan dengan satu rakaat witir. Jika tidak mampu bangun di akhir malam, shalat witir bisa dilakukan sebelum tidur atau langsung setelah shalat Isya.
Rasulullah menjelaskan bahwa Qiyamul Lail dapat menghapuskan dosa-dosa serta menyehatkan tubuh. Dengan menjaga amalan-amalan ini, seorang hamba akan dipanggil oleh Allah untuk masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan.



