Berikut Adab – Adab Menuju Masjid Dan Berada Di Dalam Masjid Sesuai Dengan Tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam .

  1. Hendaknya menuju Masjid dalam keadaan Suci.

Dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553).

  1. Menuju Masjid dengan berjalan kaki kecuali jika jaraknya sangat jauh, atau dengan mengumpulkan 2 (dua) kautamaan yaitu dengan berkendaraan lalu berhenti ditengah jalan kemudian selebihnya berjalan kaki.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah yang paling banyak langkah – langkah kakinya dan yang paling jauh rumahnya”.

  1. Menuju Masjid dengan tidak tergesa-gesa walaupun telah Iqamah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلَاةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلَا تُسْرِعُوا فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

Jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan, maka berjalanlah menuju shalat, dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang dan jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Masuk ke Masjid dengan mendahulukan kaki kanan lalu mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ, وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ,اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ, وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Bismillah wassalamu  ‘ala Rasulillah Allahummagfirli dzunubi wabtahli abwaba Rahmatika”.

Ketika keluar dari masjid mendahulukan kaki kiri dan mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ, وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ,اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ, وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ فَضْلِكَ

Bismillah wassalamu  ‘ala Rasulillah Allahummagfirli dzunubi wabtahli abwaba fadlika”.

  1. Setelah masuk Masjid hendaknya melaksanakan Sholat Tahiyatul Masjid.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

إذَا دَخَلَ أَحَدُ كُمُ الْمَسجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid maka janganlah duduk hingga shalat dua raka’at terlebih dahulu”.(Muttafaq Alaihi).

  1. Hendaknya menjauhi bau yang dapat mengganggu jama’ah yang lain.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim Rahimahullah, Rasululllah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الْإِنْسُ

Barangsiapa makan dari tanaman yang berbau tidak sedap ini (bawang putih dan bawang merah), maka hendaklah ia tidak mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan apa yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim). Termasuk bau rokok, bau badan, dan yang semisal dengannya.

  1. Jangan mengangkat suara yang bisa mengganggu jama’ah yang lain dalam Masjid.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

 الا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat”. (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430).

  1. Jangan lewat di depan orang yang sedang sholat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنَ الإِْثْمِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat”. (HR.  Bukhari 510, Muslim 507).  Disunnahkan sholat dengan menggunakan pembatas (Sutrah).

  1. Bersegerah (cepat) menuju Masjid.

Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu berkata:“Tidaklah dekat waktu sholat melainkan aku rindu untuk melaksanakannya, dan  Tidaklah sholat itu di iqamah sejak saya masuk islam melainkan saya dalam keadaan bersuci (wudhu) “.

Berkata Said bin al-Musayyid Rahimahullah:”Tidaklah dikumandangkan azan sejak 50 tahun melainkan saya berada dimasjid”.

Berkata Waki’ bin al-jarrah Rahimahullah adalah al-A’masy (beliau adalah seorang imam yang buta):”Umur beliau telah mendekati 70 tahun dan tidak pernah ketinggalan untuk takbiratul ihram yang pertama bersama dengan imam. bahkan beliau mengatakan sudah lebih 20 tahun saya bersamanya bahkan saya tidak pernah melihat beliau masbuk”.

Wallahu ‘alam bish showab.



Ustadz Harman Tajang. Lc., M.H.i

Senin, 05 Safar 1438 H

@Markaz Imam Malik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.