mim.or.id — Dari Abu Ruqayyah Tamim ad-Dari radhilallahu anhu, bahwa Nabi telah bersabda:  “Agama (Islam) itu adalah nasehat.” (mengulanginya tiga kali), Kami bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, imam-imam kaum muslimin, dan kaum muslimin umumnya.”

Saudaraku, agama kita yang mulia ini dibangun di atas nasehat. Tapi nasehat macam apa?

Nasehat duniawi atau ukhrawi? Nabi kita menjelaskan dalam hadits ini, dan merupakan banyak kegagalan seorang penasehat jika menyalahinya:

  1. Nasehat untuk Allah

Menasehati akan hak-hak Allah, tidak mempersekutukan-Nya dan hanya menyembah kepada-Nya. Tidak bermaksiat dengan mengabaikan larangan-Nya.

  1. Nasehat untuk Kitab Allah

Menasehati bahwa kitab yang Allah turunkan merupakan pedoman hidup manusia. Tidak menyalahi aturan-aturan yang sudah ditetapkan di dalamnya, terlebih membuat aturan-aturan sendiri berdasarkan nafsu.

  1. Nasehat untuk Rasul Allah

Menasehati untuk beriman kepada rasul-rasul Allah. Mempercayai bahwa segala urusan agama sudah disampaikan, sehingga tidak boleh lagi mengada-adakan selainnya.

Rasul merupkan utusan Allah, pilihan Allah, bukan atas kemauan diri sendiri menjadi rasul.  *Bersambung
Penulis: Ustadzah Rosdiana AR, SPd.I., Lc., M.Pd. (Ketua Divisi Muslimah Markaz Imam Malik)

Sumber: harianamanah.com

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.