بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apakah kita harus memegang satu mazhab atau tidak mengapa dicampur – campur..?

Jawaban

Tidak ada para ulama atau imam mazhab yang sengaja membuat mazhab baik Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin Hambal tidak ada diantara mereka dengan sengaja membuat buku dan ajaran kemudan ia berkata:”Ini mazhab saya”, lalu bagaimana mazhab bisa ada.?, mazhab ada karena murid-murid mereka, Imam Syafii pernah mengatakan:”Sesungguhnya Imam Al Laits ibn Saad itu lebih faqih dari Imam Malik cuma murid – muridnya tidak membukukan ilmu gurunya“.

Sebenarnya mazhab bukan hanya 4 bahkan ada mazhab At Tsauri, mazhab Auza’I dll, tetapi 4 mazhab ini yang sampai kepada kita yang masyur karena murid – murid mereka sangat proaktif untuk membukukan ilmu dari guru mereka dan dinisbahkan kepada mereka. Bahkan ke empat imam mazhab tersebut melarang kita untuk taassub kepada mereka, olehnya siapa yang taassub kepada satu mazhab maka imam mazhab berlepas diri darinya.

Imam Abu Hanifah pernah mengatakan:”Tidak halal seseorang mengambil pendapat kami kecuali setelah dia tahu dari mana kami mengambil pendapat itu”, Imam Malik ibn Anas pernah mengatakan:”Setiap perkataan dan pendapat itu bisa diterima dan ditolak kecuali pendapat penghuni kubur ini (yang ia maksudkan adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Imam Ahmad ibn Hambal pernah mengatakan:”Jangan kalian taklid kepada saya, jangan taklid kepada Imam Syafi, jangan taklid kepada Auza’I, jangan taklik kepada At Tsauri tetapi ambil dari mana saya mengambilnya”, Imam Syafi’i berkata:”Jika ada hadist yang shahih itu mazhab ku, jika kalian mendapati perkataanku bertentangan dengan Al-Qur’an dan As Sunnah lemparkan perkataanku di dinding”, inilah perkataan para imam mazhab, kita dilarang untuk taassub apalagi taassub kepada guru tertentu dan menyalahkan guru yang lain.

Apalagi kita sebagai orang yang baru menuntut ilmu, belum kuat pada pondasinya sehingga ilmu yang baru sedikit kemudian langsung menjadi mufti begitu gampangnya berkata:”Ini sesat, itu bid’ah, yang disana kafir”, ini adalah tipuan.

Bakar Abu Zaid dalam kitab beliau yang berjudul perhiasan penuntut ilmu berkata:”Jangan kalian menuntut ilmu itu menjadi Abu syibr (Satu jengkal)”, beliau berkata:”Menuntut ilmu itu ada 3 jengkal, jengkal pertama muqaddimah, jengkal kedua lanjutan, jengkal yang ketiga inilah yang lebih tinggi”, jangan hanya jengkal pertama kemudian berhenti karena jengkalan pertama inilah yang terkadang tertipu dan biasanya guru yang mengajarnya itu tidak mau memberatkan muridnya yang baru belajar dengan khilaf dikalangan para ulama, khilaf dikalangan mazhab sehingga ia memilih pendapat yang rajih kemudian dia menganggap pendapat selain ini itu salah dan keliru maka inilah yang akan memicu pertikaian dan permusuhan ditengah ummat. 

Mazhab anda yaitu mazhab ustadz yang ada didepanmu, ustadz yang mendekatkanmu kepada Allah Subhanahu wata’ala kemudian membuat akhlakmu semakin baik, membuat engkau semakin takut kepada Allah bukan yang membuat lisanmu semakin tajam, yang membuatmu kasar dan menyeramkan.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Jum’at, 01 Dzulhijjah 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.