بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ

“Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya”. (QS. Al-Baqarah: 197).

Jangan kita zuhud untuk mengerjakan kebaikan sekecil apapun selama kesempatan itu dihadapan kita karena Allah Subhanahu wata’ala maha tahu. Begitu banyak kebaikan yang bisa kita kerjakan mungkin kebaikan itu remeh dimata manusia, sederhana bahkan tidak membutuhkan biaya, tenaga, tempat khusus namun boleh jadi amalan itu yang dengannya Allah Subhanahu wata’ala ridha kepada kita.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ , وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS. Zalzalah: 7-8).

Yang dimaksud dengan dzarrah adalah sesuatu yang paling kecil yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala jika ada yang lebih kecil dari atom atau yang lebih kecil dari debu maka itulah dzarrah, manusia akan melihat balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia kelak pada hari kiamat sekecil apapun perbuatan itu, salah seorang a’rabi pernah datang kepada Nabi meminta nasehat namun belum sempat ia dengarkan nasehat dari Rasulullah masuk waktu sholat Nabi kemudian menjadi imam sholat pada rakaat pertama setelah surah Al-Fatihah Nabi membaca surah Al-Zalzalah, pada rakaat yang kedua beliau kembali membaca surah Al-Zalzalah, setelah selesai sholat a’rabi kemudian pergi, Nabi melihatnya kemudian memanggilnya:”Ya Fulan bukankah engkau tadi datang kepadaku untuk meminta nasehat”, Nabi baru menasehatinya tetapi lelaki ini mengatakan:“Cukuplah ini pelajaran dan nasehat bagi saya”, dia adalah orang yang berakal dan merasa peluang untuk mengerjakan kebaikan sangat besar.

Oleh karena itu bermuamalah dengan Allah Subhanahu ata’ala yang maha luas rahmatnya, yang maha pemurah, disebutkan didalam Al-Qur’an Allah maha pengampun dan maha berterima kasih kepada hamba – hambanya sekecil apapun amalan yang kita kerjakan tidak akan disia-siakan oleh Allah bahkan tersimpan disisinya dengan rapi dan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Sedekah yang remeh yang kita keluarkan dijalan Allah seperti uang yang kita masukkan ke kotak infaq atau kita menyantuni fakir miskin yang mungkin bagi kita tidak mengenyangkan dan menghilangkan dahaga dan ini yang difahami oleh Umar Radhiyallahu ‘anhu beliau pernah bersedekah dengan sebiji kurma diberikan kepada seseorang, orang yang melihatnya kemudian berkata:”Ya amirul mukminin sebiji kurma ini tidak menghilangkan dahaga dan tidak mengenyangkan perut yang lapar“, beliau berkata:”Betapa banyak dzarrah dalam kurma ini“.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Senin, 01 Muharram 1439 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.