بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Definisi ibadah menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah :”Segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Allah, dari perkataan – perkataan dan  perbuatan – perbuatan yang nampak dan yang tersembunyi”.

Sebuah definisi yang ringkas dan padat yang mencakup semua ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala  baik ibadah mahdah maupun ibadah gairu mahdah baik yang secara khusus disyariatkan atau kebiasaan-kebiasaan yang bisa berubah menjadi ibadah ketika diniatkan selama hal tersebut dicintai dan diridhai oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ عَادَنِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَجَّةِ الْوَدَاعِ مِنْ وَجَعٍ ، أَشْفَيْتُ مِنْهُ عَلَى الْمَوْتِ ، فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَلَغَ بِى مِنَ الْوَجَعِ مَا تَرَى ، وَأَنَا ذُو مَالٍ وَلاَ يَرِثُنِى إِلاَّ ابْنَةٌ لِى وَاحِدَةٌ أَفَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَىْ مَالِى قَالَ « لاَ » . قُلْتُ أَفَأَتَصَدَّقُ بِشَطْرِهِ قَالَ « لاَ » . قُلْتُ فَالثُّلُثِ قَالَ « وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ ، إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ ، وَلَسْتَ تُنْفِقُ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ بِهَا ، حَتَّى اللُّقْمَةَ تَجْعَلُهَا فِى فِى امْرَأَتِكَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آأُخَلَّفُ بَعْدَ أَصْحَابِى قَالَ « إِنَّكَ لَنْ تُخَلَّفَ فَتَعْمَلَ عَمَلاً تَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ ازْدَدْتَ بِهِ دَرَجَةً وَرِفْعَةً ، وَلَعَلَّكَ تُخَلَّفُ حَتَّى يَنْتَفِعَ بِكَ أَقْوَامٌ وَيُضَرَّ بِكَ آخَرُونَ ، اللَّهُمَّ أَمْضِ لأَصْحَابِى هِجْرَتَهُمْ ، وَلاَ تَرُدَّهُمْ عَلَى أَعْقَابِهِمْ . لَكِنِ الْبَائِسُ سَعْدُ ابْنُ خَوْلَةَ رَثَى لَهُ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنْ تُوُفِّىَ بِمَكَّةَ

Dari ‘Amir bin Sa’ad, dari ayahnya, Sa’ad, ia adalah salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga- berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjengukku ketika haji Wada”, karena sakit keras. Aku pun berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya sakitku sangat keras sebagaimana yang engkau lihat. Sedangkan aku mempunyai harta yang cukup banyak dan yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan. Bolehkah saya sedekahkan 2/3 dari harta itu?” Beliau menjawab: “Tidak.” Saya bertanya lagi: “Bagaimana kalau separuhnya?”, Beliau menjawab:“Tidak.”, Saya bertanya lagi: “Bagaimana kalau sepertiganya?” Beliau menjawab: “Sepertiga itu banyak (atau cukup besar)”. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu kaya, itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada sesama manusia. Sesungguhnya apa yang kamu nafkahkan dengan maksud untuk mencari ridha Alah pasti kamu diberi pahala, termasuk apa yang dimakan oleh istrimu.”

Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah aku akan segera berpisah dengan kawan-kawanku?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya engkau belum akan berpisah. Kamu masih akan menambah amal yang kamu niatkan untuk mencari ridha Allah, sehingga akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan segera meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu. Ya Allah, mudah-mudahan sahabat-sahabatku dapat melanjutkan hijrah mereka dan janganlah engkau mengembalikan mereka ke tempat mereka semula. Namun, yang kasihan (merugi) adalah Sa’ad bin Khaulah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menyayangkan ia meninggal di Makkah.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 4409 dan Muslim no. 1628).

Akhlak yang mulia dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah menjenguk orang yang sakit sebagaimana beliau menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga. (HR. Al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi).

Sedangkan aku mempunyai harta yang cukup banyak dan yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan, merupakan ungkapan yang tidak menunjukkan kesombongan akan tetapi menceritakan nikmat Allah Subhanahu wata’ala kepada orang yang ia percaya yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun sakit yang ia derita dan ia adukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bukan merupakan bentuk tidak terima kepada takdir Allah Subhanahu wata’ala.

Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu kaya, itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada sesama manusia, Hal ini menunjukkan bahwasanya bolehnya seseorang memikirkan masa depan anaknya begitupula keluarganya misalkan ia berusaha mencari rezki yang halal kemudian mengumpulkan harta lalu membukakan investasi untuk anaknya hal ini tidak mengapa.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyimpankan 2 tahun bahan pokok makanan untuk keluarganya, akan tetapi dengan syarat jangan sampai kita tidak mengeluarkan kewajiban dari harta tersebut seperti menunaikan zakat dan menginfakan sebagian harta tersebut dijalan Allah Subhanahu wata’ala maka hal ini termasuk perbuatan tercela, para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam banyak yang kaya raya namun kekayaan mereka bermanfaat untuk kaum muslimin seperti Abu Bakar As Siddiq, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Utsman bin Affan. Bahkan Utsman bin Affan berinfaq dengan hartanya yang banyak kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:”Tidak ada lagi yang dapat membahayakan Utsman setelah hari ini dia berinfaq“, maksudnya amalan Ustman pada waktu itu sudah sangat luar biasa sehingga tidak ada lagi perbuatan buruk yang bisa mencelakakan Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang bisa menyebabkan ia masuk kedalam neraka.

Bukanlah sesuatu yang tercela ketika menjadi orang yang kaya akan tetapi yang tercela adalah ketika kita mengumpulkan harta yang banyak tetapi kita menjadi kikir bahkan menyebabkan kita menjadi sombong dan angkuh.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ

Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari no. 56).

Siapapun yang keluar mencari nafkah jangan sekedar mencari hanya untuk memberi makan kepada anak dan istri akan tetapi niatkan karena Allah Subhanahu wata’ala, karena semua yang kita berikan sampai kepada keluarga kita itu bernilai sedekah disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Kemudian Sa’ad bin Abi Waqqash bertanya:“Wahai Rasulullah, apakah aku akan segera berpisah dengan kawan-kawanku?”. Hal ini menunjukkan Sa’ad bin Abi Waqqash khawatir jangan sampai ia meninggal dikota mekkah setelah ia hijrah dikota madinah walaupun sesungguhnya dunia itu tidak mensucikan seseorang. Suatu ketika Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu mengirim surat kepada saudaranya Salman ia mengatakan:”Kemarilah agar engkau meninggal ditempat ini“, kemudian surat tersebut dibalas dengan mengatakan:”Sesungguhnya bumi itu tidak mensucikan seseorang”, namun akan kembali kepada amalannya:”Barangsiapa yang amalannya terlambat tidak akan dipercepat oleh nasabnya“.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Tidaklah engkau tertinggal dikota mekkah dan engkau mengerjakan amalan sholeh walaupun engkau tidak sempat lagi ke madinah  mengharapkan wajah Allah melainkan dengan amalan itu akan semakin diangkat derajatmu dan kedudukan mu disisi Allah Subhanahu wata’ala. Dan boleh jadi jika engkau tertinggalpun sebagian kaum mengambil manfaat darimu bahkan untuk islam dan kaum muslimin dan membahayakan bagi sebagian yang lain yaitu orang kafir”. Sebagai bukti kaum muslim mendapatkan manfaat dari Sa’ad bin Abi Waqqash adalah dengan banyaknya harta yang ia miliki dan sedekahkan dijalan Allah Subhanahu wata’ala.

Salah seorang salaf pernah membeli kendaraan yang sangat mewah ketika ia ditanya ia kemudian mengatakan:”Agar kita tidak dijadikan sapu tangan oleh orang – orang kafir“, walaupun relatif namun seorang muslim dengan keislamannya ia telah mulia disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan”. (Muslim (no. 2664). Dan cukuplah kekufuran menjadi sebab orang kafir mengumpulkan seluruh keburukan dan tidak ada lagi dosa setelah kekufuran kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Dan diantara salah satu mu’jizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada Sa’ad bin Abi Waqqash sakit keras beliau tidak meninggal dengan sakit tersebut akan tetapi beliau telah merasakan sakit yang parah pada waktu itu dan ini juga menjadi pelajaran bagi setiap kita yang  sakit maka segera buat wasiat begitupula dalam keadaan sehat karena kematian akan sellau mengintai diantara kita.

Betapa banyak orang sehat mati tiba-tiba tanpa sebab dan betapa banyak orang yang sakit dan sudah berulang kali masuk rumah sakit namun sampai hari ini masih bisa hidup dan bernafas”.

Sa’ad bin Abi Waqqash adalah termasuk sahabat yang dipanjangkan umurnya bahkan sampai pada khilafah muawiyah Radhiyallahu bahkan setelah beliau menyampaikan hadist diatas beliau waktu itu hanya memiliki 1 anak namun Allah kemudian menganuhrahkan kepadanya anak yang banyak kurang lebih 14 lelaki dan 12 perempuan.

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 12 Jumadil Akhir 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.