1. Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda kemudian para sahabat berkata:”Ya Rasulullah anda senantiasa mencandai kami, beliau berkata:”Ya betul” tapi saya tidak mengatakan sesuatu kecuali kebenaran.” Hal ini menunjukkan bolehnya bercanda asalkan tidak ada dusta didalamnya dan tidak menjadikan ayat – ayat Allah sebagai candaan begitu pula dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
  2. Rasulullah pernah memanggil Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dengan berkata:”Wahai yang memiliki kedua telinga”.
  3. Sahabat pernah datang kepada Rasulullah, dan Rasulullah berkata kepadanya:”Saya akan menaikkan kamu diatas punggung se’ekor anak unta, ia kemudian berkata:”Ya Rasulullah bagaimana mungkin engkau menaikkan aku diatas punggung anak se’ekor unta”, Rasulullah berkata:”Bukankah anak se’ekor unta itu ada induknya”. (maksudnya adalah walaupun unta sudah besar tetap ia memiliki induk_penj).
  4. Suatu ketika ada suami istri yang bermasalah, istrinya datang kepada Rasulullah dan mengadu:”Ya Rasulullah saya mempunyai masalah dengan suamiku, suami saya begini dan begitu..?, Rasulullah berkata:”Suamimu yang ada putih di bola matanya”. Istrinya mengira bahwa suaminya memiliki cacat dimatanya, ia kemudian minta izin kepada Rasulullah untuk kembali ke rumahnya dan mengecek mata suaminya. suami istri yang lagi marahan tersebut Rasulullah membuat cara untuk menyelesaikan masalah diantara keduanya, Akhirnya sang istri melihat mata suaminya dan suaminya berkata:”Apa yang kamu lihat”, istrinya berkata:”Rasulullah berkata bahwa dimatamu ada yang putih”,kemudian suaminya berkata:”Bukankah setiap mata memang ada putihnya” akhirnya istrinya tersebut baru faham.
  5. Rasulullah pernah melewati anak kecil yang sedang sedih karena anak burungnya yang sedang mati, ia kemudian berkata:”Wahai Abu Umair, apa yang terjadi dengan anak burungmu yang bernama nughair itu”. candaan beliau memberikan kunnia atau panggilan kepada anak kecil.
  6. Aisyah Radhiyallahu anhu berkata:”Saya tidak pernah melihat Rasulullah tertawa terbahak – bahak (terpingkal-pingkal) akan tetapi Rasulullah senantiasa tersenyum”. Sahabat berkata:”Tidaklah saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali beliau tersenyum kepadaku”.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc.,M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis , 15  Rabiul Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCIGoaFDkENVOY187i92iRqA

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

Tumblr : https://www.tumblr.com/blog/markaz-imam-malik

ID LINE : mim.or.id

PIN BBM : D23784F8

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.