بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم, الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.(HR. Muslim no. 2392).

Kita hidup di dunia ini dengan perintah dan larangan, perintah yang wajib kita tunaikan dan larangan yang wajib kita menjauhinya agar kita dimasukkan ke dalam surga adapun orang kafir dunia bagi mereka adalah bersenang – senang sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الأنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

“Sungguh Allah akan memasukkan orang-orang mukmin dan beramal shaleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti hewan makan. Dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka”.(QS. Muhammad : 12).

Sebagai seorang muslim hendaklah senantiasa bersabar dalam menghadapi kehidupan dunia ini dari berbagai macam cobaan dan kesulitan sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 ما أصاب المسلم من همٍّ ولا غم ولا نصب ولا وصب ولا حزن ولا أذى إلا كفَّر الله به من خطاياه حتى الشوكة يشاكها 

“Tidaklah ada yang menimpa seorang muslim dari mulai kerisauan, kegundahan, keburukan, penyakit, kesedihan dan duka kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya sampai duri yang menancap sekalipun.”(HR. Bukhari).

Terutama jika kerisauan yang menyangkut kehidupan akhirat atau yang menyangkut agama Allah Subhanahu wata’ala, kitabullah dan kehormatan para ulama, kesemuanya tidak akan disia-siakan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah pernah ditanya: “Wahai Imam, kapankah waktu istirahat itu?” Beliau jawab: “(istirahat yg sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga”.

Syarat agar dimasukkan ke dalam surga adalah:

  1. Keyakinan

Kita harus yakin bahwa Allah tidak menyia-nyiakan keyakinan kita. Kita berletih letih didunia yakinlah bahwa Allah akan memberikan ganjaran dengan surga.

Firman Allah Subhanahu wata’ala:

جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا

yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati“.(QS. Maryam : 61).

2. Memiiliki kejujuran

Jujur kepada Allah Subhanahu wata’ala, salah seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah berbaiat dan Rasulullah menerima keislaman dan baiatnya dan ketika sahabat ini ikut berjihad kemudian Rasulullah membagikan rampasan perang dan sahabat ini juga mendapatkan bagian, ia kemudian berkata:”Ya Rasulullah bukan untuk ini saya masuk islam dan bukan untuk ini saya berbaiat kepada anda tapi saya masuk islam untuk kemudian terkena anak panah dari sini dan tembus disini (sambil menunjuknya), Rasulullah kemudian mengatakan: “ia akan menang jika ia jujur dengan perkataannya”, dan dalam sebuah peperangan ia kemudian syahid dan ia mendapatkan sesuai dengan apa yang ia ucapkan kepada Rasulullah, ia syahid dijalan Allah Subhanahu wata’ala.

Kejujuran kepada Allah Subhanahu wata’ala, karna kematian atau akhir kehidupan kita bukan ditentukan dengan apa yang Nampak dari dirinya akan tetapi apa yang ada di dalam hati.

Seorang Ulama mengatakan:”Seorang hamba memiliki Rahasia dengan Tuhan-nya yang malaikat pun tidak mengetahuinya”. Oleh karenanya jagalah hati, keyakinan dan kejujuran kita kepada Allah Subhanahu wata’ala, dan jangan pernah berhenti meminta dan berdoa kepada Allah agar kita dimasukkan ke dalam golongan orang – orang yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wata’ala.

3. Masuk surga dengan Rahmat Allah Subhanahu wata’ala

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kepada para sahabatnya:

يَقُولُ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga, Sahabat Berkata:’ tidak pula engkau wahai Rasulullah?. Beliau menjawab: Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.(HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816).

kita harus meminta rahmat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan jangan pernah malu meminta surga Allah Subhanahu wata’ala. Bahkan Rasulullah memerintahkan kepada kita jika berdoa agar dimasukkan ke dalam surga maka mintalah surga yang paling tinggi yaitu surga Firdaus.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari 2790 & Ibnu Hibban 4611).

orang yang beruntung dan sukses adalah seseorang yang dijauhkan dari nereka dan dimasukkan ke dalam surga sebagaimana Firman Allah Subhanahu wata’ala :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya”.(QS. Ali Imran :185).

Kematian selalu mengintai setiap manusia dan orang – orang yang beriman tidak ada yang menghalangi dirinya dengan surga kecuali kematian, bersabarlah dalam ketaatan kepada Allah untuk mempersiapkan akhir kehidupan karna, di dunia kita mulai dengan beramal sholeh dan mengerjakan kebaikan agar kelak kita dimasukkan oleh Allah Subhanahu wata’ala ke dalam surganya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ الأبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman arak) yang campurannya adalah air kafur, (Yaitu) mata air (dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya”.(QS. Al-Insan : 5-6).

Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam surah Al Insaan : 12-18 tentang balasan bagi orang yang bersabar dalam keta’atan kepada Allah :

(12). وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,

(13). مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ ۖلَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا
di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.

(14). وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا
Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.

(15). وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا
Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,

(16). قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا
(yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

(17). وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا
Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

(18). عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.

(19).  وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا
Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

(20). وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا
Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam keni`matan dan kerajaan yang besar.

Ibnu abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Setiap yang engkau memikirkan kenikmatan disurga yang disebutkan didalam Al-Qur’an sesungguhnya hakekatnya lebih dari itu”.

Allah Subhanahu wata’ala Berfirman:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan”. (QS. As-Sajdah :17).

Allah Subhanahu wata’ala Menceritakan keindahan surga dalam beberapa ayat berikut:

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”.(QS. At-Tur : 21).

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ , هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan” . (QS Yaasiin : 55-56).

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran : 133).

Wallahu A’lam Bish Showab.

 



Oleh : Ustadz Harman Tajang, lc., M.H.I  Hafidzahullahu Ta’ala

(Direktur Markaz Imam Malik, Makassar)

Senin, 07 Safar 1438 H

@Masjid Nurul Hikmah_MIM

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.