Senin, 15 Februari 2016.
Cinta…
Ketika kita cinta kepada keluarga, tentulah akan selalu ada upaya yang kita lakukan agar cintai itu tersampaikan, baik dalam bentuk ungkapan, tulisan maupun perbuatan. Menggapai sebuah cinta, kita rela melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan cinta tersebut. Di dalam kehidupan dunia ini, seorang bawahan akan selalu tunduk dan patuh terhadap segala bentuk perintah atasannya, semua itu dilakukannya hanya demi mendapatkan cinta.
Bagi seorang muslim, bentuk bukti cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu dengan cara berusaha mengamalkan semua apa yang Rasulullah kerjakan. Puasa Sunnah Senin dan Kamis, merupakan puasa yang selalu beliau kerjakan.
Usamah bin Zaid berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ « أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »
“Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi yaitu shahih dilihat dari jalur lainnya).
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim no. 1162)

Bentuk bukti kecintaan jama’ah Masjid Nurul Hikma dan Markaz Imam Malik adalah dengan bersungguh-sungguh dan berusaha mengamalkan amalan yang mereka bisa kerjakan.
Jama’ah pengajian rutin Senin malam Markaz Imam Malik mengumplkan berbagai keutaman di sertiap hari senin. Beberapa diantaranya,
–    Puasa Sunnah di hari Senin,
–    Berbuka puasa,
–    Shalat berjama’ah,
–    Mendatangi majelis ilmu,
–    Khusyuk mengambil ilmu,
–    Berkumpul bersama orang shaleh,
–    Berinfaq,
–    Dll.
Seperti biasanya. Kebiasan jama’ah pengajian rutin dalam menunggu ustadz memberikan materinya. Mereka mengisi dengan dzikr sore, membaca Al-Qur’an dan tidak lupa buka puasa sunnah bersama. Selain Markaz Imam Malik yang menyediakan hidangan buka puasa, beberapa jama’ah Masjid Nurul Hikma pun ikut mengambil bagian dalam kebaikan dengan memberikan berbagai macam hindangan buka puasa lainnya.

Mengeluarkan beberapa lembaran uang pecahan 100.000-an bahkan sampai jutaan hanya untuk kebaikan, mungkin bukan lagi hal sulit bagi jama’ah Masjid Nurul Hikma. Sejak diresmikannya Markaz Imam Malik, jama’ah berbondong-bondong untuk menutupi segala kebutuhan-kebutuhan yang akan menunjang pembinaan di Markaz ini. Salah satu bentuk kepedulian jama’ah Masjid Nurul Hikma yaitu adanya sumbangan beberapa laptop untuk menunjang administrasi kelembagaan, dll. Kepekaan Jama’ah terhadap perkembangan pengajian ini yang setiap pekannya jumlah peserta pengajian yang berpuasa sunnah semakin meningkat. Hal itulah yang menggerakkan hati jama’ah untuk berpindah dari satu kebaikan ke kebaikan yang lainnya yaitu dengan menghindangkan buka puasa sunnah hanya demi mendapatkan keutamaan di sisi Allah.

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا) . صححه الألباني في صحيح الترمذي .

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192).

Jazakumullahu khairan.

siap santap hidangan hidangan

Puasa Senin Puasa Sunnah hari Senin puasa sunnah Buka Puasa BersamaDSC00054

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.