Dihadapan Wisudawan PQ Putra, Direktur MIM: Jangan Pernah Tinggalkan Al-Qur’an

mim.or.id – Suasana haru menyelimuti Ballroom Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Selasa (16/6/2026), saat 54 santri tingkat MTs dan MA mengikuti Wisuda Pesantren Qur’an (PQ) Putra Markaz Imam Malik (MIM).

Raut bangga terpancar dari wajah para orang tua yang hadir menyaksikan putra-putra mereka menapaki salah satu pencapaian berharga dalam hidup menuntaskan pendidikan dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Di balik senyum yang mengembang, tak sedikit mata yang berkaca-kaca mengenang perjuangan panjang mendampingi anak-anak mereka hingga tiba di momen istimewa tersebut.

Acara wisuda turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Ketua Yayasan Markaz Imam Malik, para asatiz, serta keluarga besar santri.

Baca Juga: Turut Hadir dalam Wisuda Santri PQ, Kesra Makassar: MIM Sumber Inspirasi!

Dalam sambutannya, Ustadz Dr. Harman Tajang, L.C., M.H.I., selaku direktur utama MIM mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas kelulusan para santri.

“Hari ini kita memiliki hak untuk berbahagia atas kelulusan para santri. Ketika menyaksikan prosesi wisuda, kita tentu boleh merasa bahagia. Namun, apabila yang diwisuda adalah para penuntut ilmu agama, maka kebahagiaan itu seharusnya menjadi lebih besar karena inilah salah satu nikmat terbesar dan tertinggi yang Allah anugerahkan,” ungkapnya.

Sambungnya, bagi para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan bersama Al-Qur’an, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Lanjutnya, pesan kami jangan durhaka kepada kedua orang tua, jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an, dan teruslah meningkatkan interaksi serta kedekatan dengannya.

Tutupnya, semoga kalian kelak dapat memberikan syafaat, bukan hanya kepada keluarga, tetapi juga kepada kami semua.

Sementara itu, Ustadz Muhtadi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Markaz Imam Malik.

Menurutnya, keberhasilan para santri hari ini merupakan buah dari doa yang tak pernah putus, kesabaran yang panjang, dan pengorbanan yang tidak sedikit.

“Pengorbanan bapak dan ibu selama mendampingi anak-anak belajar Al-Qur’an tidak akan pernah sia-sia. Semoga Allah menerima segala kebaikan dan usaha kita semua,” ujar kepala sekolah PQ Putra MIM itu.

Baca Juga: Hadiri Wisuda Santri, Direktur MIM Titipkan 3 Nasihat Penting!

Ia juga mengingatkan para santri tentang tantangan yang akan dihadapi setelah meninggalkan lingkungan pesantren.

“Setelah keluar dari pesantren ini, kalian akan menghadapi banyak tantangan dan godaan yang dapat menjauhkan dari Al-Qur’an. Namun, kami berharap kalian tidak melupakan ayat-ayat yang selama ini telah dibaca, dihafal, dan dipelajari,” pesannya.

Tambahnya, sesuksesan orang tua adalah ketika mereka mampu mengantarkan anak-anaknya meraih derajat kesalehan yang setinggi-tingginya, dan kami menjadi saksi atas perjuangan tersebut,” tutup Ustadz Muhtadi.

Di penghujung acara, pelukan hangat antara orang tua dan para wisudawan menjadi gambaran nyata bahwa setiap ayat yang dihafal lahir dari perjuangan bersama.

Bukan hanya perjalanan para santri, tetapi juga perjalanan cinta, doa, dan pengorbanan yang kelak diharapkan berbuah keberkahan hingga akhirat

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.