mim.or.id – Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada manusia ialah ketika Allah berkenan untuk menurunkan al-qur’an kepada kita semua melalui utusannya yaitu rasul-Nya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sejak awal sebagai petunjuk kehidupan dan kebahagiaan umat manusia di dunia ini.
Karena itu kita manusia ini tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya kecuali Ketika benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup kita dan Ketika berbicara tentang Al-Qur’an maka tidak akan pernah bisa dipisahkan dari bulan suci Ramadan.
Di dalam Al-qur’an surah Al-Baqarah setelah Allah menyampaikan dan menegaskan kewajiban untuk melakukan ibadah puasa, Allah mengingatkan kepada kita satu fakta sejarah penting tentang hubungan antara Al-Qur’an dengan bulan suci Ramadan.
Ketika Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ
Artinya: bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran).
Baca Juga: Penghujung Ramadhan, Maksimalkan Iktikaf dan Tinggalkan Dunia Sejenak
Bulan di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan oleh Allah dan diturunkan agar bisa menjadi petunjuk bagi manusia dan untuk seluruh aspek. Manusia itu tidak mungkin bahagia dan manusia tidak mungkin menjalani kehidupan ini sebagaimana mestinya kecuali ketika manusia menjadikan Al-Qur’an itu sebagai sebagai petunjuknya.
Al-Qur’an itu diturunkan oleh Allah juga sebagai penjelas artinya memberikan penjelasan yang paripurna tentang petunjuk itu sendiri dan sekaligus menjadi furqan/pembeda antara kebenaran dengan kebatilan.
Karena memasuki momentum terakhir dari bulan suci Ramadan maka sudah seharusnya hubungan kita dengan Al-Qur’an pada hari-hari terakhir Ramadan ini tetap mesra atau bahkan seharusnya menjadi lebih mesra daripada hari-hari Ramadan sebelumnya.
Tidak hanya mesra dengan membacanya dan melafalkan huruf-hurufnya, kita semua mengetahui dengan baik bahwa setiap huruf Al-Qur’an itu setidaknya akan mendatangkan 10 kebaikan untuk kita dan Rasulullah mengatakan satu huruf alif lam mim itu bukan satu huruf.
Kita yakin dengan semua itu tetapi jangan lupakan kewajiban yang lain terhadap Al-Qur’an yaitu kewajiban untuk mentadaburinya dan merenungkan maknanya menyelami apa yang Allah inginkan dari kita pada setiap ayat-ayat yang dibaca.
Baca Juga: Menepi Sejenak, Bagaimana jika ini Ramadhan Terakhirmu?
Sekali lagi kita manusia hanya akan berbahagia menjalani kehidupan dunia ini sampai kehidupan akhirat nanti. Olehnya, mari kita menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat kehidupan kita sampai kita kita dipanggil oleh Allah.
Pada hari-hari terakhir Ramadan ini mari tingkatkan kemesraan hubungan kita dengan Al-Qur’an dan perbaiki kualitas hubungan dengan Al-Qur’an. Patutlah kita bersyukur jika sebelumnya kita telah membacanya apalagi sampai menghafalkannya tetapi sekarang mari kita coba lebih dalam bersama dengan al-qur’an dengan melakukan apa yang tadi saya sampaikan mentadaburi ayat-ayat-Nya.
Semoga Ramadan ini meninggalkan kenangan yang terbaik dalam kehidupan kita bersama dengan Al-Qur’an dan setelah bulan Ramadan ini pergi kita memiliki hubungan yang lebih istimewa lebih spesial bersama dengan kitabullah.
Sumber: Ust. Dr. Muh. Ihsan Zainuddin, Lc. M.Si (Disadur dari Program Ramadhan Healing Episode. 25).