بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Di dunia ini Allah Subhanahu wata’ala tidak membedakan bagian bagi orang kafir dan orang beriman bahkan terkadang bagian orang kafir lebih banyak dibanding orang muslim, mungkin ada yang berkata negara eropa adalah negara yang terkenal dengan kemoderenannya, kemajuannya dimana – mana, jalannya bersih, kendaraannya yang mewah dan berbagai model yang terbaru dan seterusnya, ketahuilah ketika dunia dibukakan kepada mereka bukan berarti mereka dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala tetapi untuk menambah dosa dan kesesatan mereka disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Silahkan mencari harta dan berusaha menjadi orang yang kaya tetapi jangan sampai hal tersebut dimasukkan ke dalam hati kita, jangan sampai dunia memalingkan kita dari ketaatan kepada Allah Subhanhau wata’ala, jangan sampai menjadikan kita sombong atau menjadikan kita lupa bahwasanya seiring waktu berjalan kita semakin dekat ke kampung akhirat, didalam Al-Qur’an Allah mempermisalkan dunia itu seperti air, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Kahfi: 45).

Dalam surah Hadid:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS. Al-Hadid: 20).

Imam Al-Qurtubi Rahimahullah mengatakan:”Allah mempermisalkan di dalam Al-Qur’an dunia itu seperti air karena 4 hal:

Pertama: Karena dunia ini tidak ada yang pasti semua berubah-ubah, hari ini anda menangis besok anda tertawa, hari ini anda kaya besok anda jatuh bangkrut beginilah roda kehidupan dunia.

Kedua: Allah mempermisalkan dunia seperti air karena air itu tidak pernah tinggal, dia adalah sesuatu yang terus mengalir, dia adalah sesuatu yang fana dan itulah tabiat dunia,

Ketiga: Allah mempermisalkan bumi seperti air karena tidaklah seseorang masuk ke air melainkan dia akan basah artinya:”Tidaklah seseorang disibukkan oleh dunia melainkan dia akan terfitnah dengannya”, Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048).

Ketamakan seseorang terhadap dunia itu tidak akan pernah berhenti kecuali kematian telah menjemputnya bahkan boleh jadi ada orang yang semakin tua justru ketergantungan hatinya terhadap dunia semakin besar.

Ke empat:”Allah Subhanahu wata’ala mempermisalkan dunia seperti air karena jika air pas takarannya maka dia bermanfaat bagi manusia namun jika lebih takarannya meluap maka bisa menyebabkan terjadinya tsunami dan menenggelamkan manusia, dunia juga demikian jika berlebihan bisa berbahaya bisa menjadi sebab terfitnah.

Tambahan dari saya (Ustadz Harman Tajang): Allah mempermisalkan dunia seperti air karena air itu semakin mengalir ia akan semakin jernih, dunia juga demikian semakin kita alirkan harta kita untuk infak dan sedekah dijalan Allah Subhanahu wata’ala maka harta kita akan semakin bersih, bukankah Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. At-Taubah: 103).

Boleh jadi kita mencari rezeki kemudian dari rezeki yang kita dapatkan bercampur dengan yang subhat atau ada yang haram bercampur dengan harta kita maka dengan banyak bersedekah, berinfaq dijalan Allah Subhanahu wata’ala niscaya dia akan membersihkannya insyaAllah.

Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu menambahkan dalam hadist ini beliau berkata:

Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari.Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu“.

Apa yang bisa kita kerjakan sekarang kerjakan jangan menunggu hari esok apa yang bisa kita lakukan dari ibadah sekarang lakukan mumpung masih muda dan masih sehat boleh jadi nanti kita mau puasa dan bersedekah namun telah jatuh fakir dan miskin, mau berpuasa sudah tidak mampu lagi, Nabi pernah bersabda:”Manfaatkan masa sehatmu sebelum masa sakitmu dan manfaatkan hidupmu sebelum datang masa matimu, orang yang Mati andaikan dibangkitkan kembali ke dunia maka mereka akan bersedekah dijalan Allah mengerjakan ketaatan atau mengerjakan sholat walau hanya 2 rakaat yang ringan sebagaimana kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, oleh karenanya ini makna perkataan Abdullah Ibnu Umar Radhiayallahu ‘anhuma.

Setiap bisikan kebaikan yang ada dihati anda segera kerjakan sebelum kesempatan itu dicabut dan ditutup oleh Allah Subhanahu wata’ala, jangan kita mengatakan nanti ketika saya tua, nanti ketika saya berumur 40 tahun keatas tidak ada jaminan dan kita lihat banyak orang yang sudah tua justru semakin jauh dari Allah Subhanahu wata’ala, siapa yang bisa menjamin diri anda bisa istiqamah di jalan Allah Subhanahu wata’ala, makanya diantara perkara yang menghalagi seseorang dari ketaatan kepada Allah ada 2 yaitu terlalu panjang angan – angan dan suka menunda – nunda kebaikan atau ketaatan padahal Allah memberikan kepadanya kesempatan akan tetapi dia tidak memanfaatkan kesempatan tersebut.

Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kita taufik serta menjadikan dunia ditangan kita dan tidak memasukkan ke dalam hati kita, diantara doa yang diajarkan oleh Nabi:”
Ya Allah jangan engkau menjadikan dunia di dalam hatiku dan jadikanlah dia ditangan ku”, kita butuh orang – orang yang diberikan kelebihan harta oleh Allah sebagaimana kata Nabi:

Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang Shalih“. (HR. Ahmad 4/197. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim). InsyaAllah yang dengannya kita bisa menolong agama Allah Subhanahu wata’ala.

Wallahu a’lam Bish Showaab 


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 24 safar 1441 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.