Ketika Seluruh Anggota Tubuh Menjadi Saksi di Hadapan Allah

mim.or.id – Hari kiamat merupakan saat di mana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kubur dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan belum dikhitan.

Pada hari yang dahsyat tersebut, setiap manusia akan menjalani proses pengadilan yang sangat adil, di mana tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah.

Hakikat Kesaksian Anggota Tubuh dan Penyegelan Lisan

Pada hari pembalasan, Allah akan menunjukkan keadilan-Nya dengan menghadirkan berbagai saksi, termasuk malaikat, bumi yang dipijak, hingga anggota tubuh kita sendiri.

Hal yang unik terjadi saat seorang hamba mencoba membela diri atau berdebat dengan Allah demi menghindari azab. Pada saat itulah, Allah akan mengunci mulut manusia agar tidak bisa lagi bersilat lidah atau berdusta.

Setelah lisan terkunci, anggota tubuh lainnya mulai berbicara. Telinga menjadi yang pertama bersaksi karena ia adalah pintu pertama masuknya kebaikan atau keburukan ke dalam hati.

Selanjutnya, mata sebagai utusan hati akan memaparkan apa yang ia pandang, diikuti oleh tangan dan kaki yang menjelaskan apa yang mereka kerjakan dan ke mana mereka melangkah.

Baca Juga: Kesra Pemkot Makassar Edukasi Santri PQ MIM Kelola Bank Sampah

Puncaknya, kulit akan ikut bersaksi, yang membuat manusia terheran-heran dan bertanya mengapa kulit mereka sendiri mengkhianati mereka.

Kulit menjawab bahwa Allah-lah yang telah membuatnya mampu berbicara sebagaimana Dia membuat segala sesuatu berbicara.

Muraqabatullah: Kunci Menghadapi Pengawasan Mutlak Allah

Penyebab utama seseorang berani melakukan maksiat di dunia adalah karena lemahnya iman dan rasa diawasi oleh Allah (muraqabatullah).

Banyak manusia mengira bahwa jika mereka telah menghapus jejak maksiat, seperti menghapus pesan singkat (SMS), gambar, atau video, maka perbuatan tersebut telah hilang.

Padahal, Allah Maha Mengetahui bahkan hingga pengkhianatan mata atau kerlingan mata yang paling tersembunyi sekalipun.

Kesadaran akan kehadiran Allah ini harus ditanamkan dalam setiap gerak-gerik; saat mata hendak memandang yang haram, saat telinga hendak mendengar ghibah, atau saat tangan hendak mengambil yang bukan haknya.

Dengan menghadirkan rasa takut dan malu kepada Allah (makhafatullah), seseorang akan lebih terjaga dari perbuatan dosa karena ia tahu bahwa Tuhannya tidak pernah tidur dan selalu mengawasi.

Mengubah Anggota Tubuh dari Lawan Menjadi Pembela

Anggota tubuh pada hakikatnya adalah milik mutlak Allah yang dipinjamkan kepada manusia untuk ketaatan, bukan untuk maksiat.

Jika disalahgunakan, mereka akan menjadi musuh dan lawan yang membinasakan kita di akhirat. Namun, kita memiliki kesempatan untuk mengubah anggota tubuh tersebut.

Baca Juga: Nikmat, Bakti, dan Harta: Jalan Menuju Keberkahan

Beberapa langkah praktis untuk menjadikan anggota tubuh sebagai pembela antara lain:

Mata: Digunakan untuk membaca Al-Qur’an dan tafakur melihat tanda-tanda kebesaran Allah, serta senantiasa menundukkan pandangan dari yang haram.

Lisan: Digunakan untuk berzikir, mengucapkan kalimat thayyibah, dan dakwah, daripada sekadar pembicaraan sia-sia di kedai kopi.

Telinga: Digunakan untuk mendengarkan nasihat dan ayat-ayat Allah, serta mulai meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti musik.

Kaki: Dilangkahkan menuju tempat-tempat yang diridai Allah, seperti masjid, karena setiap langkah kaki menuju masjid akan bersaksi di hadapan Allah.

Sumber: Dr. Harman Tajang, Lc., M.H.I

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.