11 Maret 2016

Salah satu pengajian rutin direktur Markaz Imam Malik Ustadz H. Harman Tajang, Lc., M.H.I terletak di Jalan Pengayoman Makassar, Masjid Jannatul Firdaus. Pengajian rutin ini lebih dikhususkan dengan tadabbur Al-Qur’an terhadap kisah-kisah para nabi.

Jum’at malam tadi, Ustadz Harman Tajang membahas kisah kesabaran seorang nabi yaitu nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam. Ustadz Harman Tajang menyentak hati para jama’ah dengan menceritakan kesabaran yang luar biasa seorang Nabi Allah ‘Ayyub ‘Alaihissalam. Allah memberikan kelapangan harta yang luar biasa kepadanya, iapun didampingi istri shalehah, dan Allah juga memberikan 14 orang anak. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa jika hal itu terjadi kepada diri kita.

harman tajang
Jama’ah Berlomba merekam cerama ustadz Harman Tajang

Namun, Allah menguji kesabaran dan ketulusan beribadah Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam bersama istrinya. Ditengah keharmonisan keluarganya itu, Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam terjangkit penyakit yang menyerang seluruh tubuhnya kecuali lisannya hingga masyarakat mengganggap bahwa ia telah diazab Allah karena melakukan kemaksiatan. Ustadz Harman Tajang melanjutkan bahwa bukan hanya ujian penyakit diberikan kepada Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam. Namun, secara perlahan hartanya yang melimpa itu habis karena tidak ada lagi yang mengurusnya. Begitu pun dengan keluarganya, satu per satu anaknya telah menghadap ke Rab yang menciptakannya. ‘Ayyub ‘Alaihissalam yang dulunya terkenal dengan kedermawanannya, keluarga yang barokah dengan istri shalehah dan banyaknya anak. Kini tinggallah Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam bersama dengan istrinya yang senantiasa mendampingi suaminya disaat semua masyarakat mengucilkan lantaran penyakit yang ada pada dirinya.

Peserta MIM
Suasana Masjid Jannatul Firdaus yang dipenuhi dengan jama’ah (gambar dari CC TV)

Ustadz Harman Tajang menutup kisah Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam dengan menceritakan bahwa Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam selama 18 tahun ia senantiasa bersabar dengan penyakitnya tanpa mengelu walaupun hanya sekali, bahkan istrinya menyampaikan kepada Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam agar ia memohon kesembuhan kepada Allah, karena ia seorang Nabi Allah yang senantiasa ta’at kepada-Nya. Namun Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam mengatakan kepada istrinya, bukankah Allah telah memberikan kelapangan harta, kesehatan jiwa kepada kita 70 tahun lamanya. Patutlah kita mensyukuri nikmat tersebut dan bersabar dengan ujian ini. Hingga akhirnya Allah memberikan kesembuhan kepada Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam dengan memberikan perintah agar menghentakkan kakinya ke tanah, seketika itu muncullah mata air dan ia diperintahkan mandi dan menimun dari mata air tersebut, dengan izin Allah maka Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam sembuh dari segala penyakitnya dan bahkan ia kembali muda. kejadian ini berlangsung saat istrinya berada di luar rumah.

masjid jannatul firdausSetelah peristiwa itu, istrinya kembali ke rumahnya namun tidak mendapati suaminya. Di belakangnya telah berdiri seorang lelaki yang tidak dikenalnya, meskipun wajahnya mirip dengan suaminya ketika masih sehat dulu. Lelaki itu nampak cakep, bersih dan sehat. Bau tubuhnya pun sangat harum.

“Siapa engkau? Sungguh dirimu tak memiliki kesopanan!” Teriak istrinya.
” Aku Ayyub,suamimu.” jawab lelaki itu sambil tersenyum
“Ayyub….?” tanya istrinya seakan tidak percaya.

Setelah Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam menjelaskan kejadiannya, maka barulah istrinya percaya bahwa yang berdiri di depannya dalah Nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam.

Ustadz Harman melanjutkan kisah penutupnya bahwa setelah kesembuhan nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam. Allah mengembalikan kekayaan Nabi ‘Ayyub begitupun dengan istrinya kembali muda hingga Allah menakdirkan mereka kembali memiliki 14 orang anak.

Diantara hikmah-hikma dalam kisah nabi ‘Ayyub ‘Alaihissalam yang disampaikan dalam pengajian di Masjid Jannatul Firdaus tadi malam:
1. Kesabaran adalah nikmat terbesar yang Allah berikan pada seorang hamba
2. Seorang hamba tidak boleh berburuk sangka pada Tuhan-Nya, ketika ia diuji dibalik itu ada hikmah, diantaranya derajatnya yang diangkat serta pengampunan akan dosa-dosanya
3. Terkadang Allah mengambil nikmat dari seorang hamba untuk diberi ganti yang lebih baik
4. Kenalilah Tuhanmu diwaktu lapang nisacaya Ia tidak akan melupakanmu ketika engkau dalam keadaan sulit..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.