بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS Al Isra. 23).

Abdullah Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwasanya didalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala menyebutkan 3 hal yang disandingkan antara yang satu dengan yang lain dimana Allah tidak menerima suatu amalan melainkan seseorang telah mengerjakan amalan yang lain. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu“. (QS. Luqman :14). Hal ini disandingkan oleh Allah Subhanahu wata’ala menunjukkan betapa besarnya hak kita terhadap kedua orang tua kita.

Suatu hari Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu didatangi oleh seorang lelaki dari negeri yaman yang membantu ibunya yang tua renta ia kemudian menggendong ibunya untuk tawaf mengelilingi ka’bah, Bayangkanlah betapa beratnya, betapa payahnya, betapa letihnya beliau menggendong ibunya untuk tawaf mengelilingi ka’bah,

Setelah itu lelaki ini datang bertemu dengan Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu seraya berkata:”Saya bagi ibuku sudah seperti se’ekor kendaraan dan tunggangan apakah menurut anda bahwa saya telah membalas jasa-jasanya wahai Ibnu Umar“, beliau kemudian mengatakan:”Tidak demi Allah, walaupun dengan sekali hentakan, walaupun dengan sekali erangan ketika ibumu melahirkanmu“.

Ibu yang mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan yang terkadang begadang dimalam hari, terkadang tidak enak melakukan apa saja, makan dan minumnya bahkan istrahatnya sampai ketika ia berada dalam keadaan payah dan puncak kepayahan itu adalah ketika yang satu kakinya berada didunia dan yang satunya berada di kubur untuk mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan kita dan setelah ibu melahirkan kita kemudian merawat kita, menyusui kita dan membesarkan kita itulah perjuangan seorang ibu.

Perjuangan ibu yang begitu besar terhadap anaknya namun sungguh sangat disayangkan dan membuat kita miris ada berita dimana anak membunuh kedua orang tuanya, ada yang sampai mengusir ibunya dan bahkan ada yang tega membawa ibunya ke panti jompo karena ia tidak mampu untuk mengurusnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan didalam hadist:

Dari Abdullah bin ’Amru Radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua (Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249).

Oleh karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Dalam Sebuah hadist Abdullah Ibnu Mas’ud, ia berkata:

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Aku bertanya kepada Nabi:“Amalan apakah yang paling utama?”, Beliau menjawab:”Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?”, Beliau menjawab:”Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi:”Kemudian apa lagi?”, Beliau menjawab:”Berjihad di jalan Allah.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukan berbakti kepada kedua orang tua dari berjihad fisabilillah bahkan suatu ketika salah seorang sahabat datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meminta fatwa dan menyatakan kesiapannya untuk ikut berjihad bersama dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:”Apakah ibumu masih hidup“, pemuda ini berkata:”Benar, Ya Rasulullah“, beliau kemudian berkata:“Kembalilah karena surga berada dibawah telapak kaki ibumu“.

Diantara dosa yang dipercepat hukumannya didunia sebelum akhirat adalah durhaka kepada kedua orang tua, barangsiapa yang durhaka kepada kedua orang tuanya maka tunggulah tidak perlu kita menunggu datangnya hari kiamat sebab Allah Subhanahu wata’ala akan mempercepat hukumannya didunia. Bahkan ulama kita menyebutkan:”Siapa yang durhaka kepada kedua orang tuanya maka tungguhlah anaknya pun akan durhaka kepadanya, sebagaimana yang kalian lakukan begitupula dibalas oleh Allah Subhanahu wata’ala”.

Dalam hadist riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:“Ibumu.” Laki-laki itu bertanya kembali:“Kemudian siapa?”, Beliau menjawab:“Ibumu.” Orang itu bertanya lagi: “Kemudian siapa?”, Lagi-lagi beliau menjawab: “Ibumu.” Orang itu pun bertanya lagi: “Kemudian siapa?”, Maka beliau menjawab: “Ayahmu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Betapa besarnya hak orang tua terhadap kita bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada lelaki yang durhaka kepada kedua orang tuanya atau kepada bapaknya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sesungguhnya engkau dan hartamu adalah milik bapakmu”.

Istri yang paling baik adalah istri yang membantu suaminya untuk berbakti kepada orang tuanya dan suami yang paling baik adalah suami yang membantu istrinya berbakti kepada kedua orang tuanya kemudian Istri yang buruk adalah istri yang membantu suaminya untuk durhaka kepada kedua orang tuanya, bahkan banyak diantara suami atau lelaki yang memutuskan tali silaturrahim dengan kedua orang tuanya disebabkan karena istrinya, ini adalah dosa besar disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Perlu diketahui bahwasanya kedua orang tua kita bukanlah malaikat, keduanya bisa saja salah, Kata para ulama jika ia tidak sengaja membuat engkau marah jangan engkau memperlihatkan wajah yang masam kepada keduanya, jangan engkau membalas kemarahan itu dengan kemarahan yang sama karena sesungguhnya itu adalah bentuk kedurhakaan kepadanya.

Sesungguhnya keberkahan akan diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala kepada seseorang ketika ia berbakti kepada kedua orang tuanya terutama ketika mereka sudah tua renta dan tidak mampu mengurus dirinya dirumah, ketahuilah sungguh pahala yang besar disiapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, bersabarlah.

Dari Abu ad-Darda’a, beliau berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :ابْغُونِي الضُّعَفَاءَ فَإِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ

Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Carikan untukku orang-orang yang lemah, karena sesungguhnya kalian diberi rezeki dan ditolong (dimenangkan) dengan sebab orang-orang yang lemah (di antara) kalian”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Salah seorang salaf ketika ibunya meninggal ia menangis orang – orang kemudian menasehatinya:”Apakah engkau tidak menerima takdir Allah Subhanahu wata’ala”, beliau kemudian menjawab:”Bukan itu yang membuat saya bersedih, saya bersedih karena kematian ibuku telah tertutup untukku satu pintu dari pintu – pintu surga yang telah  disiapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala”.

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 16 Rajab 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.