Khutbah Jum’at: ‘Asyura; Pelajaran dan Harapan’ (Edisi 123, 10 Muharram 1448 H)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Asyura: Pelajaran dan Harapan’ (Edisi 123, 10 Muharram 1448 H).

Naskah selengkapnya:

ASYURA: PELAJARAN DAN HARAPAN

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Allah memperjalankan waktu dengan ketetapan-Nya. Hari-hari berganti, bulan-bulan berlalu, hingga kita kembali memasuki bulan Allah, yaitu Muharram.

Di dalamnya terdapat hari yang agung, yaitu hari ‘Asyura. Hari yang mengingatkan kita kepada sebuah peristiwa besar yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an: kemenangan Nabi Musa n dan kehancuran Fir’aun.

Rasulullah ﷺ bersabda ketika menjelaskan sebab puasa ‘Asyura:

هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى

Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Banyak orang mengira kisah Musa hanyalah sejarah masa lalu.

Padahal Allah mengulang kisah Musa dalam Al-Qur’an berkali-kali agar manusia mengambil pelajaran darinya. Sebagaimana firman-Nya:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Yusuf: 111).

Bahkan Allah menegaskan tujuan diturunkannya kisah-kisah para nabi:

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ

Semua kisah para rasul yang Kami ceritakan kepadamu adalah untuk meneguhkan hatimu.” (QS. Hud: 120).

Oleh karena itu, kisah Musa bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk direnungi.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Pelajaran pertama dari ‘Asyura adalah bahwa kezaliman pasti memiliki akhir.

Allah menggambarkan Fir’aun:

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِنْهُمْ

Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah serta menindas sebagian dari mereka.” (QS. Al-Qashash: 4).

Fir’aun memiliki kerajaan.

Fir’aun memiliki pasukan.

Fir’aun memiliki kekayaan.

Tetapi Fir’aun tidak memiliki pertolongan Allah.

Karena itu seluruh kekuatannya tenggelam dalam satu hari.

Allah berfirman:

فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ

Maka Kami hukum Fir’aun dan bala tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut.” (QS. Al-Qashash: 40)

Saudara-saudaraku,

Kezaliman bukan hanya milik Fir’aun.

Setiap orang yang merampas hak orang lain memiliki bagian dari sifat Fir’aun.

Setiap suami yang menzalimi keluarganya.

Setiap pedagang yang menipu.

Setiap pejabat yang mengkhianati amanah.

Setiap orang yang menyebarkan fitnah.

Mereka harus takut kepada ancaman Allah.

Karena Allah berfirman dalam hadits qudsi:

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

Wahai hamba-hamba-Ku, Aku haramkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi.” (HR. Muslim).

Jamaah rahimakumullah,

Pelajaran kedua adalah janji Allah kepada orang-orang yang tertindas namun tetap beriman.

Ketika Fir’aun berada di puncak kekuatan, Allah berfirman:

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi, menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka pewaris.” (QS. Al-Qashash: 5).

Inilah sunnatullah.

Kemenangan tidak selalu berada di pihak yang kuat.

Kemenangan berada di pihak yang bersama Allah.

Ketika Musa berdiri di depan laut dan pasukan Fir’aun berada di belakangnya, para pengikutnya berkata:

إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

“Kita pasti akan tertangkap.”

Namun Musa menjawab:

كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Sekali-kali tidak. Sesungguhnya Rabbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS. Asy-Syu’ara: 62).

Inilah kalimat tauhid yang lahir dari keyakinan.

Di saat manusia melihat jalan buntu, orang beriman melihat pintu pertolongan Allah.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Pelajaran ketiga dari ‘Asyura adalah kewajiban bertadabbur terhadap Al-Qur’an.

Allah berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ

Ini adalah kitab yang penuh berkah yang Kami turunkan agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.” (QS. Shad: 29).

Kisah Musa mengajarkan bahwa iman memerlukan kesabaran.

Dakwah memerlukan keteguhan.

Kebenaran memerlukan pengorbanan.

Dan pertolongan Allah tidak selalu datang dengan segera, tetapi pasti datang pada waktunya.

Karena itu jangan putus asa terhadap keadaan umat.

Jangan putus asa terhadap pendidikan anak-anak.

Jangan putus asa terhadap perbaikan diri.

Sebab Rabb yang menolong Musa adalah Rabb yang sama yang kita sembah hari ini.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Sesungguhnya peristiwa ‘Asyura bukan sekadar mengingat kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun.

Yang lebih penting adalah memahami sunnatullah yang terkandung di dalamnya.

Kita hidup pada zaman yang sering membuat manusia kagum kepada kekuatan materi.

Orang dihormati karena jabatannya.

Orang didengar karena kekayaannya.

Orang diikuti karena popularitasnya.

Padahal kisah Fir’aun mengajarkan bahwa kekuasaan sebesar apa pun tidak bernilai di hadapan Allah apabila tidak dibangun di atas iman dan ketakwaan.

Allah berfirman:

فَلَمَّا آسَفُونَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ

Maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya.” (QS. Az-Zukhruf: 55).

Lihatlah, jamaah yang dimuliakan Allah.

Fir’aun tidak hancur karena kelemahan militernya.

Ia tidak runtuh karena kekurangan hartanya.

Ia binasa karena kesombongannya kepada Allah.

Karena itu Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa akar kebinasaan manusia sering kali bukan kelemahan, tetapi kesombongan.

Iblis binasa karena sombong.

Fir’aun binasa karena sombong.

Qarun binasa karena sombong.

Dan siapa pun yang menyimpan kesombongan di dalam hatinya sedang menapaki jalan yang sama menuju kehancuran.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat zarrah.” (HR. Muslim).

Saudara-saudaraku,

Jika Fir’aun adalah simbol kesombongan, maka Musa adalah simbol penghambaan.

Musa tidak memiliki apa-apa selain keyakinan kepada Allah.

Ketika laut menghadang di depannya dan pasukan Fir’aun mengejar dari belakang, beliau tidak berkata, “Aku punya strategi.”

Beliau tidak berkata, “Aku punya pasukan.”

Beliau tidak berkata, “Aku punya kekuatan.”

Beliau berkata:

إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

“Sesungguhnya Rabbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

Inilah pelajaran besar bagi kita.

Betapa banyak masalah yang membuat kita gelisah.

Kita takut kehilangan pekerjaan.

Kita takut kehilangan kesehatan.

Kita takut kehilangan harta.

Kita takut menghadapi masa depan.

Padahal Allah telah mengajarkan kepada kita:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Hari ‘Asyura mengajarkan kepada kita bahwa jalan keluar sering kali tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi telah disiapkan oleh Allah bagi orang yang bertakwa.

Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak taubat.

Marilah kita memperbaiki shalat kita.

Marilah kita memperbaiki akhlak kita.

Marilah kita membersihkan hati dari kesombongan, kedengkian, dan permusuhan.

Karena sesungguhnya kemenangan yang paling besar bukanlah kemenangan atas musuh di luar diri kita.

Kemenangan terbesar adalah ketika kita berhasil mengalahkan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين.

اللهم انصر إخواننا المستضعفين في فلسطين وفي كل مكان.

اللهم ارحم موتانا وموتى المسلمين.

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

وصلّى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.