spot_img

Khutbah Jum’at: Jadi Muslim Jangan Latah! (Edisi 076, 7 Safar 1447)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Jadi Muslim Jangan Latah!’ (Edisi 076, 7 Safar 1447).

Naskah selengkapnya:

JADI MUSLIM JANGAN LATAH!

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Segala puji hanya bagi Allah Azza wa Jalla, yang memuliakan kita dengan Islam, yang memuliakan kita menjadi hambaNya. Segala puji hanya untuk Allah Ta’ala yang telah memilih kita sebagai yang sedikit di antara milyaran manusia di dunia ini untuk menerima hidayah Islam, hidayah Tauhid. Inilah satu-satunya karunia dan nikmat yang menentukan bahagia-tidaknya, sukses-tidaknya, perjalanan kita meniti dunia ini hingga ke akhirat kelak.

Tentu saja, kita tidak boleh lupa untuk memperbanyak shalawat untuk junjungan termulia kita, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang kita rindukan untuk berkumpul bersamanya di Akhirat nanti, insya Allah.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!

Menjadi seorang mukmin adalah sebuah kebanggaan terbesar bagi kita. Menjadi seorang muslim yang mentauhidkan Allah adalah sebuah pencapaian terbaik kita yang tidak akan pernah dibandingkan dan disandingkan dengan kebanggaan dan pencapaian apapun di dunia ini. Kerena sehebat apapun pencapaian seorang manusia di dunia ini, kalau dia tidak dikaruniai iman dan tauhid, maka pencapaian itu mungkin membuatnya bangga, tapi tidak akan pernah menyelamatkannya di dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala bahkan mengingatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal itu:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya:

“Sungguh jika engkau (Muhammad) menyekutukan Allah, pasti amalanmu akan terhapus, dan engkau pasti termasuk orang-orang yang merugi.”  (Surah al-Zumar: 65).

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak akan pernah dengan semua pencapaian dunianya, jika beliau menyekutukan Allah dan tidak mentauhidkan-Nya.

Kaum muslimin yang berbahagia!

Karena itu, dengan modal keimanan dan tauhid itu, seorang muslim seharusnya menjadi sosok yang memiliki karakter dan kepribadian yang kuat, yang tidak mudah untuk terseret dalam pemikiran, tradisi, ide dan trend yang tidak sejalan dengan agama Tauhid yang Allah karuniakan kepadanya. Seperti ungkapan Nabi Ibrahim alaihissalam yang disebutkan Allah di dalam al-Qur’an:

وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ * وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ 

Artinya:

“Dan aku diperintahkan untuk menjadi bagian orang-orang beriman. Dan (juga diperintahkan): ‘Tegakkanlah wajahmu kepada agama yang jauh (dari kesyirikan ini), dan jangan pernah menjadi bagian orang-orang musyrik.”  (Surah Yunus: 105).

Maka seorang muslim bukanlah manusia yang “kudet” alias “kurang update”. Sama sekali tidak. Seorang muslim harus hidup secara sadar di zamannya. Seorang muslim harus hidup secara sadar dengan apa yang ada dan terjadi di sekelilingnya. Tapi seorang muslim bukan manusia pembeo yang hanya bisa latah ikut-ikutan dengan apa yang beredar di sekelilingnya.

Dengan iman dan tauhid yang dimilikinya, seorang muslim seharusnya memiliki pegangan dan standar hidup untuk menyaring dan memilih ide, pemikiran, tradisi dan trend yang berkembang di zamannya. Karena sudah pasti, tidak semua yang ada dan trend itu benar semuanya!.

Dengan iman dan tauhid yang terhunjam di jiwanya, seorang muslim seharusnya memiliki media penyaring yang sangat dahsyat dalam hidupnya, sehingga ia hanya memilih dan melakukan apa yang ia pastikan dapat menjadi jalan kebahagiaan dan kesuksesan dunia-akhiratnya. Ia tidak akan mungkin memilih pemikiran, tradisi dan trend yang tidak dapat dipertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Ia tidak akan mungkin ikut-ikutan dengan pemikiran, tradisi dan trend yang justru menjerumuskan dan menyengsarakannya di dunia dan akhirat.

Seperti itulah seharusnya prinsip hidup seorang muslim yang bertauhid!.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيئًا

Artinya:

“Kemudian, Kami jadikan engkau (Nabi Muhammad) mengikuti syariat dari urusan (agama) itu. Maka, ikutilah ia (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui, karena mereka sungguh takkan mampu melindungimu dari (azab) Allah sedikitpun…”   (Surah al-Jatsiyah: 18-19).

Melalui ayat ini, Allah Azza wa Jalla mengingatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam -dan tentu saja mengingatkan kita semua-tentang 3 poin penting:

Pertama, kata Allah Azza wa Jalla:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الأَمْرِ

“Kemudian, Kami jadikan engkau (Nabi Muhammad) mengikuti syariat dari urusan (agama) itu…”.

Jadi Allah Ta’ala telah mengaruniakan kepada kita panduan hidup yang terbaik bernama Syariat Islam. Sebuah panduan hidup yang memandu kita kepada jalan yang terbaik, yaitu jalan Tauhid. Inilah satu-satunya-sekali lagi: satu-satunya-jalan keselamatan dan kebahagiaan yang Allah Ta’ala berikan kepada umat manusia. Tidak ada yang lain.

Karena itu-dan ini adalah poin kedua-, kita harus berkomitmen untuk mengikuti panduan ini, dan berjalan sesuai dengan petunjuknya jika kita menginginkan keselamatan, kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah Azza wa Jalla mengatakan:

فَاتَّبِعْهَا

“…maka ikutilah (Syariat) itu…”.

Kalau kamu ingin selamat, sukses dan langgeng dalam bahagia,, kamu tidak ada pilihan kecuali mengikuti petunjuk Syariat Allah Ta’ala itu.

Dan poin ketiga, sebagai konsekwensinya Allah Ta’ala ingatkan:

وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

 “…dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui…”.

Jangan pernah mau menjadi budak orang-orang yang tidak mengenal Allah Ta’ala.

Jangan pernah menjadi hamba bagi manusia-manusia yang hidupnya jauh dari Allah, manusia-manusia yang tidak meyakini adanya kehidupan akhirat, manusia-manusia yang berpikir bahwa hidup itu hanya di dunia ini saja!.

Jangan pernah mau ngefans dengan manusia-manusia yang mereka sendiri tidak tahu apa itu kebahagiaan, yang mereka sendiri masih mencari-cari apa itu kebahagiaan.

Kenapa?

Allah Ta’ala menjelaskan alasannya:

إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيئًا

“…karena mereka sungguh takkan mampu melindungimu dari (azab) Allah sedikitpun…”.

Kalau Anda menghamba pada manusia-manusia seperti itu, kelak Anda akan menyesal karena ternyata mereka takkan pernah bisa menyelamatkan Anda dari adzab Allah Ta’ala di dunia ini, apalagi di Akhirat nanti.

Maka siapa saja yang menghambakan diri pada para influencer yang viral, ingatlah bahwa mereka sendiri sebenarnya tidak bahagia.

Siapa saja yang diperbudak hatinya oleh para artis dan selebritis, ingatlah bahwa mereka sendiri masih mencari bahagia dan belum tentu menemukannya.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!

Maka, seorang muslim seharusnya jangan pernah menjadi manusia latah, yang tidak punya sikap dan prinsip. Yang tidak punya daya saring yang benar terhadap apa yang ada di sekelilingnya. Dan bagi kita, keimanan dan Tauhid itulah yang selalu menjadi daya saring kita yang terbaik dan terkuat.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hingga hari ini, saudara-saudara kita di Gaza masih terus didera oleh krisis kemanusiaan yang menyedihkan. Para penjajah Zionis yang putus asa mematahkan perjuangan dan jihad kaum muslimin di Gaza saat ini sedang memainkan strategi kejinya, yaitu: melaparkan penduduk Gaza.

Hari-hari ini kita menyaksikan anak-anak kecil dan orang-orang tua yang meninggal dunia dalam kelaparan yang mendera. Tubuh mereka nyaris tinggal kulit yang membalut tulang. Bantuan-bantuan kemanusiaan secara sengaja dihalang-halangi untuk masuk ke wilayah Gaza. Dan semua terjadi terang-benderang di depan mata dunia.

Maka, sebagai seorang muslim, kita harus selalu yakin bahwa ketika semua pintu makhluk tertutup, akan selalu ada satu pintu yang terbuka, yaitu Allah Azza wa Jalla.

Karena itu, jamaah sekalian, dalam ketidakberdayaan kita ini, marilah kita tak henti-hentinya memanjatkan doa-doa terbaik untuk saudara-saudara kita di Gaza: semoga krisis kemanusiaan ini segera berakhir, dan penjajah Zionis itu dihancurkan bersama para sekutu dan pendukungnya. Amiin ya Rabbal ‘alamin…

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.