spot_img

Khutbah Jum’at: Jangan Tunda Berhijrah! (Edisi 073, 15 Muharram 1447 H)

mim.or.id – Kembali kami menyajikan Khutbah Jum’at dengan tema ‘Jangan Tunda Berhijrah!’ (Edisi 073, 15 Muharram 1447H).

Naskah selengkapnya:

JANGAN TUNDA BERHIJRAH!

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Kita bersyukur pada Allah Azza wa Jalla, yang tak henti-hentinya melimpahkan kasih sayang dan kenikmatanNya dalam hari-hari kehidupan kita di dunia ini. Sangat sedikit dari karunia Allah itu yang kita sadari sebagai karunia dalam kehidupan kita. Sayangnya, begitu banyak nikmatNya terjadi dalam hidup kita, namun kita tak menyadarinya sebagai sebuah nikmat.

Shalawat dan salam kita untai dan ucapkan untuk Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dihadirkan oleh Allah Ta’ala sebagai salah satu karunia terbesarNya untuk umat manusia, yang terwujud dalam perjuangan dakwah beliau menyebarkan Tauhid untuk seluruh umat manusia lintas zaman dan tempat.

Jamaah Jum’at yang berbahagia!

Masih dalam momentum bulan Muharram, kita mengenang salah satu peristiwa besar dalam sejarah perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu hijrah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan Kota Mekkah, tempat kelahiran dan kampung halaman beliau, menuju Kota Madinah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala kepada beliau. Sebuah peristiwa sejarah yang kemudian substansinya diabadikan oleh Allah Ta’ala sebagai sebuah proses yang harus kita lakukan dari waktu ke waktu.

Memang benar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ

Artinya:

“Tidak ada lagi hijrah setelah Fathu Mekkah (penaklukan kota Mekkah)…”  (Muttafaqun ‘alaih).

Memang benar, bahwa peristiwa hijrah meninggalkan Kota Mekkah menuju Kota Madinah demi menyelamatkan agama takkan pernah terjadi lagi dalam sejarah, sejak Kota Mekkah ditaklukkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya.

Tetapi-sekali lagi-, substansi hijrah sebagai sebuah proses perjalanan meninggalkan kondisi yang menjauhkan kita dari Allah dan Akhirat adalah proses yang harus terus berjalan dan berlangsung.

Coba renungkan: kenapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk meninggalkan Kota Mekkah dimana ada Baitullah yang dibangun oleh kekasih Allah, Ibrahim ‘alaihissalam, lalu berangkat menuju Madinah yang saat itu bahkan belum menjadi apa-apa, belum ada Masjid Nabawi seperti hari ini?

Jawabannya adalah karena kondisi Mekkah pada saat itu tidak lagi kondusif untuk menunaikan ibadah, ketaatan dan penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla. Mekkah pada saat itu dipenuhi berhala bahkan hingga di pelataran Baitullah! Mekkah pada saat itu dipenuhi dengan perilaku jahiliyah yang dibenci Allah. Mekkah pada saat itu didominasi oleh manusia-manusia musyrik, yang tidak sekadar menyekutukan Allah, tapi juga mengintimidasi dan menyiksa hamba-hamba Allah yang berusaha menegakkan Tauhid dan menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya!

Dengan alasan itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan berhijrah, meninggalkan Mekkah yang tidak kondusif, menuju Madinah yang jauh lebih kondusif untuk beribadah kepada Allah dan membangun masa depan perjuangan yang lebih kuat.

Maka, jamaah sekalian, itulah spirit hijrah yang harus kita pahami dengan baik. Ketika kondisi keberagamaan kita semakin terancam, ketika kondisi kita semakin jauh dari Allah, ketika kondisi kita sudah begitu terjebak pada perilaku jahiliyah yang membuat kita lupa pada Akhirat; maka di saat itulah kita harus segera berhijrah, meninggalkan apa saja yang melalaikan dari Allah dan Akhirat, dan mencari apa yang dapat membuat kita ingat dan dekat dengan Allah Ta’ala.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

 أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ﴾ [النساء: 97]

Artinya:

“Bukankah bumi Allah itu sangat luas, sehingga kalian bisa berhijrah di (bagian manapun dari)nya?”  (Surah al-Nisa’: 97).

Yah, bumi Allah sangat luas. Rezki Allah sangat luas dan tidak terbatas di satu tempat. Maka jangan pernah takut berhijrah demi masa depan Akhirat yang lebih baik. Jangan pernah takut berhijrah demi lebih dekat kepada Allah, demi lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Jamaah yang dimuliakan Allah!

Banyak orang yang rela hijrah meninggalkan kampung halamannya demi mencari penghidupan dunia yang lebih baik. Banyak yang rela meninggalkan zona nyamannya demi mendapatkan penghasilan yang lebih berlimpah. Tapi sayangnya, tidak banyak orang yang rela meninggalkan zona nyaman dunianya untuk bisa mendapatkan zona kebahagiaan Akhiratnya.

Banyak yang rela hidup dalam gelimang harta haram dan enggan berhijrah meninggalkannya karena takut didera kemiskinan dan kesempitan dunia. Banyak yang rela hidup dalam zona nyaman kehidupan jahiliyahnya, dan tak kunjung berpikir untuk berhijrah meninggalkan semuanya untuk kembali kepada Allah, untuk kembali kepada kehidupan yang diridhai oleh Allah Ta’ala.

Maka kita seharusnya belajar dari kehidupan para nabi dan rasul alaihimussalam, yang semuanya menunjukkan satu hal. Apa itu? Keberanian untuk menanggung resiko meninggalkan tawaran-tawaran dunia demi mendapatkan keridhaan Allah Ta’ala.

Salah satu contohnya adalah Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam, yang momentum hijrahnya diabadikan di dalam al-Qur’an. Salah satunya dalam firman Allah Ta’ala:

 فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَى رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴾ [العنكبوت: 26].

Artinya:

“Maka berimanlah padanya Luth, dan ia (Ibrahim) berkata: ‘Sungguh aku akan berhijrah menuju (apa yang diperintahkan) Tuhanku, sungguh Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’”  (Surah al-‘Ankabut: 26).

Kita semua mengetahui, bahwa kehidupan seorang Ibrahim alaihissalam sebelumnya sangat nyaman di kampung halamannya. Namun beliau rela meninggalkan zona nyaman itu dan memenuhi perintah Allah Ta’ala untuk menegakkan Tauhid. Beliau rela menanggung semua konsekwensi hijrahnya itu, termasuk harus dibakar hidup-hidup di depan khalayak ramai.

Kenapa? Karena beliau yakin Allah pasti akan menolongnya. Allah pasti akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik. Karena Allah itu satu-satunya Sang Maha Perkasa, satu-satunya Sang Maha Bijaksana.

Dan begitulah, semua hamba yang memutuskan untuk berhijrah, harus dipenuhi keyakinan dalam jiwanya, bahwa siapapun yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti dan pasti Allah akan memberinya pengganti yang jauh lebih baik. Mungkin ia harus meninggalkan kehidupan duniawi yang penuh fasilitas, lalu hidup dalam segala keterbatasan.

Tapi Allah mengganti itu semua dengan kebahagiaan yang memenuhi hati dan jiwa. Dan lebih dari itu, Allah akan mengganti kehidupan dunia yang sempit itu dengan kehidupan Akhirat yang bergelimang nikmat dan bahagia tanpa batas di dalam Surga Allah Ta’ala.

Karena itu, jangan pernah takut untuk berhijrah, meninggalkan apa saja yang menjauhkan kita dari Allah dan Akhirat, meninggalkan semua yang dimurkai oleh Allah, demi menjemput ampunan dan keridhaan Allah yang tak ternilai.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Hijrah kita takkan pernah berhenti. Meninggalkan kemurkaan Allah menuju keridhaan Allah. Meninggalkan maksiat menuju ketaatan. Hijrah adalah proses taubat yang berkelanjutan. Bagi kita tiada hari tanpa hijrah, karena setiap hari ada saja dosa yang kita lakukan.

Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تنقطِعُ الهجرةُ حتَّى تنقَطعَ التَّوبةُ، ولا تنقطِعُ التَّوبةُ حتَّى تطلعَ الشَّمسُ مِن مغربِها

Artinya:

“Tidak akan terputus hijrah sampai terputus (waktunya) bertaubat, dan taubat takkan terputus hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya.”  (HR. Abu Dawud).

Maka hijrah kita akan selalu identik dengan bertaubat. Atau dengan kata lain, bertaubat adalah sebuah perjalanan hijrah yang panjang dan harus kita tempuh hingga kita akhirnya meninggalkan dunia ini menuju kehidupan Akhirat.

Semoga kita semua bisa memanfaatkan detik-detik waktu yang berjalan dengan cepat ini untuk segera berhijrah dan bertaubat. Segeralah mengambil keputusan untuk berhijrah sebelum semuanya terlambat.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ غَزَّةَ، اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْزُقْهِمْ مِنْ حَلاَلِكَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ فِيْ عُدْوَانِهِمْ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أ نْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ لْمُسلِمِين وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.