mim.or.id – Kiamat adalah hari ketika rahmat telah ditutup dan hari yang dijanjikan, saat seluruh tatanan kehidupan dihancurkan dan kebenaran disingkap tanpa sisa.
Langit terbelah, bumi diguncangkan, gunung-gunung dihancurkan, dan seluruh makhluk dikumpulkan kembali untuk mempertanggungjawabkan amalnya.
Penderitaan Fisik dan Simbol Kehinaan
Neraka adalah tempat di mana seluruh anggota tubuh manusia akan merasakan kobaran api, namun secara khusus Allah menyebutkan wajah sebagai bagian yang paling dihinakan.
Wajah merupakan lambang kemuliaan manusia, namun di neraka, wajah tersebut akan dibakar hingga menjadi hitam legam.
Saking dahsyatnya panas api tersebut, bibir penghuni neraka akan meleleh hingga menampakkan susunan gigi mereka yang menyerupai tengkorak karena daging dan kulitnya telah hancur dimakan api.
Baca Juga: Ukhuwah Islamiyah: Jalan Damai Antar Sesama
Dalam Surat Hud Ayat 106, Allah berfirman:
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
Artinya: Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih).
Azab yang Berulang Tanpa Henti
Penderitaan di neraka tidak berakhir ketika tubuh hancur. setiap kali kulit dan daging para penghuni neraka hancur terbakar, Allah akan memperbaruinya kembali agar mereka dapat terus merasakan azab tersebut secara berulang-ulang.
Hal ini menunjukkan betapa pedih dan abadinya siksaan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat-Nya.
Dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 11, Allah berfirman:
كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Artinya: (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
Keadilan dalam Penjatuhan Hukum
Penting untuk dipahami bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Adil yang tidak menghukum kecuali setelah datangnya hujjah atau peringatan melalui para Rasul.
Baca Juga: Buah Keikhlasan: Kisah Imam Al-Bazzaz dan Kalung Permata
Allah memberikan manusia akal untuk mencerna kebenaran, sehingga azab hanya dijatuhkan kepada mereka yang memiliki kehendak (iradah) untuk ingkar.
Sebaliknya, Allah memberikan keringanan dan tidak menghukum perbuatan yang dilakukan di luar kendali manusia, seperti:
Orang yang sedang tidur atau tidak sengaja meninggalkan salat karena ketiduran, orang yang mengalami gangguan jiwa atau gila serta orang yang dipaksa mengucapkan kalimat kekufuran sementara hatinya tetap tenang dengan keimanan.



