بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sebuah kisah disampaikan oleh para masyaikh, ada kuburan yang dikeramatkan, kuburan tersebut memilki pelayan (Syaikh), kuburan ini ramai didatangi oleh orang-orang dari tempat yang jauh untuk ber-istighasah atau mengadukan permasalahan hidupnya dikuburan tersebut.

Pelayan (Syaikh) yang menjaga kuburan tersebut ia memakan harta manusia dengan cara yang bathil dan diharamkan oleh Allah, karena setiap orang yang datang ke tempat tersebut harus membayar. Pelayan (Syaikh) memiliki pembantu, suatu hari pembantunya berkata:”Ya Syaikh, saya ingin menunaikan ibadah haji“, Pelayan (Syaikh) kemudian berkata:”Baik, silahkan engkau pergi menunaikan ibadah haji dan untuk menemani perjalananmu bawalah pergi anjing ini (jadi syaikh ini memiliki anjing yang selalu menjaga kuburan yang ia keramatkan_penj).

(Perjalanan pada waktu itu masih terbilang sulit dibanding dengan sekarang, menggunakan kendaraan sederhana atau berjalan kaki_penj),

Berangkatlah pembatunya untuk menunaikan ibadah haji, di tengah jalan anjingnya sakit dan mati, ia kemudian sangat sedih dan menangis karena ia tahu bahwa anjing tersebut sangat dekat dengan Syaikhnya. Akhirnya ia kuburkan anjing tersebut, tidak lama kemudian lewatlah kafilah (rombongan) dan bertanya:”Mengapa anda menangis ditempat ini.?”, ia menjawab:”Baru saja saya menguburkan pendamping saya (dia tidak berkata se’ekor anjing_penj). Kafilah (rombongan) kembali berkata:”Siapa dia.?”, Ia menjawab:”Dia wali dari wali-wali Allah”.  Akhirnya kafilah (rombongan) ini merasa iba kepadanya lalu membantunya dengan memberikan kepadanya sejumlah uang, dan makanan. Kafilah (rombongan) ini kemudian pergi, maka berkumpullah harta ditempat tersebut.

Lalu lewat kafilah (rombongan) yang lain dan berkata:”Apa yang anda lakukan ditempat ini.?”, Ia menjawab:”Saya menjaga kubur ini”, mereka berkata lagi:”kuburan siapa itu.?”, Ia menjawab:”Dia wali dari wali-wali Allah”, akhirnya rombongan ini kemudian memberikan beberapa bantuan dan sumbangan kepadanya.

Berita tentang dirinya kemudian tersebar dimana mana, orang – orang berdatangan dan kuburan tersebut telah dibangun kubah dan tempat yang mewah sampai gurunya yang pertama mendengar berita tersebut. Karena gurunya merasa ada saingan akhirnya ia datang seorang diri ke tempat tersebut, setelah sampai ia melihat muridnya (pembantunya) gurunya berkata:”Mengapa engkau berada ditempat ini.?”, ia menjawab:”Saya berangkat haji dan anjing yang anda berikan kepada saya yang menemani saya itu mati, dan inilah kuburannya”, Gurunya kemudian menangis sejadi jadinya, muridnya lalu heran dan bertanya:”Mengapa ada menangis wahai guruku.?”, gurunya menjawab:”Ketahuilah wahai muridku, bapak dari anjing yang mati ini adalah kuburannya yang saya jaga disana”.

Jadi kuburan yang dikeramatkan oleh gurunya adalah jasad seekor anjing dimana anjing tersebut memilki anak yang ketika mati, kuburannya dikeramatkan oleh pembantunya

Beginilah cara syaithan mempermainkan manusia, oleh karenanya sangat penting untuk mendalami pemahaman aqidah, agar hati kita kokoh yang dengannya membuat kita tenang dan jika hati telah dicampuri dengan kesyirikan maka akan membuat hidup kita tidak tentram.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@selasa, 15 Dzulqaidah  1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.