بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Subhanahu wata’ala memberikan umur pada ummat terdahulu dengan umur yang panjang dibandingkan umur ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ummat terdahulu diberikan umur panjang oleh Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana nabi pertama yaitu Nuh ‘Alaihissalam diberikan umur 950 tahun disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim“.(QS. Al Ankabut: 14). Ayat diatas menunjukkan bahwa umur ummat terdahulu dipanjangkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, adapun ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diberikan umur yang singkat oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut”. (HR. Ibnu Majah: 4236, Syaikh Al Albani mengatakan: hasan shahih). Sedikit orang yang melampaui menunjukkan kebanyakan hanya sampai pada batas umur yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diatas dan bahkan ada yang tidak sampai pada umur tersebut.

Disebutkan dalam sebagian buku tafsir tentang kisah seorang lelaki yang sholeh pada zaman dahulu yang melewati seorang wanita yang sedang menangisi kematian putranya , ketika wanita tersebut ditanya:”Mengapa engkau menangis ?“, wanita itu kemudian berkata:”Anak saya  meninggal”, wanita itu kemudian ditanya lagi:”Berapa umurnya?“, wanita itu kemudian berkata:” 70 tahun“.

Akhirnya orang sholeh tersebut mengatakan:”Engkau menangisi putramu yang meninggal usia 70 tahun tidakkah engkau tahu diakhir zaman akan ada ummat yang Allah Subhanahu wata’ala jadikan umurnya hanya berkisar 60 – 70 tahun”, wanita tersebut kemudian berhenti menangis sambil terkejut dan berkata:”Kalau begitu sempatkah mereka membangun rumah ?”, Sempatkah mereka menikah?.

(Wanita tersebut bertanya seolah olah bahwa umur yang singkat tersebut terbilang singkat yang menunjukkan tidak sempat membangun rumah namun yang terjadi dizaman sekarang bukan hanya rumah bahkan ruko dan hotel serta aparteman dimana-mana, saling berlomba mengejar jabatan, dan bukan cuman sekali menikah bahkan berkali kali menikah dan menghadiri pernikahan_penj).

Kemudian wanita tersebut berkata:”Demi Allah andaikan saya termasuk dari ummat tersebut saya akan habiskan umurku hanya untuk ruku dan sujud kepada Allah Subhanahu wata’ala

Pelajaran yang bisa diambil dalam kisah tersebut adalah perkataan seorang wanita yang ia habiskan hanya untuk ruku dan sujud kepada Allah Subhanahu wata’ala jika ia hidup dizaman tersebut menunjukkan bahwa umur yang singkat lebih mudah untuk menjalaninya dengan kesabaran diatas ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala dibandingkan dengan umur yang panjang, hal ini menjadi pelajaran bagi kita agar banyak bersabar diatas ketaatan dan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan umur yang singkat yang Allah berikan kepada ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika kita sudah berumur  70 tahun, uban mulai tumbuh, pandangan mulai rabun pendengaran sudah tidak jelas , oleh karenanya ketika kita sudah melihat tanda atau isyarat tersebut kata Allah Subhanahu wata’ala:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (QS. Fathir :37).

Ibnu Katsir Rahimahullah, menerangkan dalam kitab tafsir beliau, bahwa para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas, Ikrimah, Qatadah, Ibnu ‘Uyainah dan yang lainnya, menjelaskan bahwa maksud Sang Pemberi peringatan dalam ayat di atas adalah uban. (Tafsir Ibnu Katsir 6/542)

Karena lumrahnya uban muncul di usia senja. Jadilah uban itu sebagai pengingat manusia bahwa ia berada dipenghujung kehidupan dunia, menanti tamu yang pasti datang dan tak disangka-sangka

Begitupun dengan umur muda, jangan mudah tertipu karena diantara tafsiran Allah Subhanahu wata’ala:

وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ

Yaitu ketika hari – harinya sudah semakin bertambah dari waktu ke waktu dan kematian itu tidak mengenal usia.

Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Kamis, 26 Jumadil Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi :
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.