بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sakinah Binti Husain cucu Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu beliau seorang wanita sholehah banyak mengerjakan puasa sunnah, selama kurang lebih 40 tahun beliau senantiasa menjaga puasa sunnahnya.

Pada hari ketika Allah Subhanahu wata’ala  menakdirkan kematiannya, beliau dalam keadaan berpuasa, ia terlihat sangat payah dengan penyakitnya, keluarganya kemudian berkata kepadanya:”Rahimakillah (Semoga Allah merahmati anda), Berbukalah, Allah memberikan keringan kepada orang yang sakit untuk tidak puasa seperti anda”, apa kata Sakinah Binti Husain, beliau berkata:”Demi Allah, tidak, inilah yang saya nantikan selama puluhan tahun, saya tidak akan berbuka”, Beliau mengambil mushaf dan membaca Surah Al An’am dari awal surah sampai kemudian pada firman Allah Subhanahu wata’ala :”

 لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan“. (QS. Al An’am :127). Beliau meninggal pada ayat tersebut dalam keadaan berpuasa.

Barangsiapa yang hidup dengan sesuatu maka ia akan dimatikan dalam keadaan sesatu tersebut, oleh karenanya mari kita melihat kondisi dan keadaan kita kemudian bermuhasabah, apa yang terbanyak kita lakukan apakah kebaikan atau keburukan.

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik“. (QS. Hadid : 16)

Semua kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan meninggal, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Lukman : 34).
Wallahu A’lam Bish Showaab


Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa, 07 Rajab 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.