بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Yang Kedua: Syirik Asqar

Syirik asqar (Kecil) juga sangat berbahaya ketika seseorang beramal kemudian ia mengikutkan niat yang lain dalam amalannya yang semestinya ia niatkan semata – mata kepada Allah Subhanahu wata’ala, setiap pekan dihari jum’at atau di malam jum’at kita membaca surah Al-Kahfi, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110).

Jadi barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan tuhannya atau mengharapkan keridhaan dari tuhannya kemudian berharap mendapatkan rahmat dari Allah dan di masukkan ke dalam surga maka hendaknya ia mengerjakan amalan sholeh, amalan sholeh yang dimaksud yaitu amalan yang sesuai petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selanjutnya jangan ia mempersekutukan Allah dengan sedikitpun dalam ibadahnya.

Syirik asqar atau riya yaitu ketika seseorang beramal untuk mendapatkan pujian dari manusia atau untuk dilihat oleh orang lain, syirik asqar sangat halus masuk ke dalam hati kita, Sofyan at Tsauri pernah mengatakan:”Tidak ada perkara yang paling berat saya obati dalam diriku melebihi niat – niatku”, bahkan digambarkan yang lebih detail dari itu dikatakan bahwasanya syirik kecil atau riya itu ibaratnya seperti semut hitam yang berjalan diatas batu hitam ditengah kegelapan malam, sangat halus namun kita harus melawannya karena ini sangat berbahaya bisa menggerogoti dan merusak amalan kita sehingga amalan yang kita kerjakan tidak bernilai disisi Allah sebagaimana kata Rasulullah dalam hadist qudsi Allah berfirman:

Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan persekutuan. Barangsiapa melakukan suatu amalan kemudian dia mempersekutukan diri-Ku dengan yang lain, maka Aku akan meninggalkannya dan meninggalkan sekutunya”. Dalam riwayat yang lain disebutkan:”Maka dia akan menjadi milik sekutunya dan Aku berlepas diri darinya”.

Tidak dianggap oleh Allah Subhanahu wata’ala, namun ulama kita memberikan tafsil atau rincian dalam masalah ini apakah semua amalan yang disertai dengan riya itu serta merta menghapuskan amalan..?, ulama kita memberikan penjelasan:

Pertama: Jika Amalan Itu Sejak Awal Karena Riya Dan Sum’ah Maka Itu Tidak Ada Nilainya, Terhapus Amalannya Bahkan Dia Terancam Terjatuh Dalam Perbuatan Dosa.

Misalnya dia hendak melaksanakan sholat, dia sholat bukan karena Allah Subhanahu wata’ala atau dia memperbaiki sholatnya karena dilihat oleh manusia atau misalnya ada yang meliputnya dengan kamera, jika riya masuk sejak awal amalan maka amalan ini sia – sia dan tidak diterima disisi Allah Subhanahu wata’ala dan ini sifat yang melekat pada orang – orang munafik dimana orang munafik menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman dan mereka beramal bukan karena Allah tetapi untuk dilihat oleh manusia sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’an:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (QS. An-Nisaa: 142).

Mereka menipu Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam padahal merekalah yang menipu diri mereka sendiri dan ciri orang munafik jika mereka berdiri melaksanakan sholat dia mengerjakan sholat itu dengan penuh kemalasan, olehnya mari muhasabah diri kita jika kita berdiri hendak melaksanakan sholat dan kita merasakan kemalasan dan terus menerus kita rasakan maka hati – hati ini termasuk ciri dari kemunafikan, mereka sholat hanya ingin dilihat oleh manusia, dalam surah Al-Maun Allah berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ,الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. (QS. Al-Ma’un: 4-6).

Mereka sholat hanya untuk dilihat, dipuji, diliput dan seterusnya ini sifat dan ciri kemunafikan, dalam hadist Allah menyebutkan sholat yang paling berat bagi orang munafik yaitu sholat subuh dan isya mengapa bisa demikian karena masjid dizaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak seperti masjid yang ada dizaman kita sekarang ini yang memiliki penerangan yang luar biasa, kita bisa melihat dengan jelas orang dari berbagai sudut masjid, adapun dizaman nabi tidak  seperti itu dan kita masih mendapatkan disebagian masjid dikampung – kampung sebagian desa hanya menggunakan lilin.

Orang munafik mereka beribadah bukan karna Allah tetapi untuk dilihat oleh Nabi makanya kesempatan mereka diwaktu sholat isya dan sholat subuh tidak hadir karena 2 waktu sholat ini waktu yang gelap sehingga mereka tidak dilihat oleh Nabi, adapun diwaktu siang seperti dzuhur, ashar dan magrib Nabi bisa melihat siapa yang hadir dan siapa yang tidak hadir, Sahabat berkata:”Kami dulu dizaman Nabi jika ada yang tidak hadir sholat isya dan sholat subuh kami berburuk sangka kepadanya jangan – jangan dia munafik”. Lalu apa yang akan dikatakan oleh sahabat jika melihat kondisi kita sekarang walau gelap dan terang kemudian dalam keadaan sehat ketika dikumandangkan azan seakan seperti angin yang berlalu bergitu saja dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ ,خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

“Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera”. (QS. Al-Qalam : 42-43).

Dihari kiamat Allah menampakkan diri kemudian mereka semua disuruh sujud sebagai penghormatan dikatakan ini yang kalian dulu sembah didunia dan sujudlah orang – orang yang beriman tetapi ada orang yang tidak bisa bersujud punggungnya menjadi kaku dia tersungkur tapi tidak dalam keadan bersujud nampak kehinaan dimata – mata mereka disebabkan karena dulu di dunia mereka dipanggil untuk bersujud dengan panggilan azan namun mereka enggan.

Toa masjid dipasang diatas menara masjid namun dia tidak menjawab panggilan azan padahal dia sehat wal’afiat ini ancamannya yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wata’ala didalam Al-Qur’an, maka kewajiban bagi kita adalah senantiasa bermuhasabah dan menjaga amalan – amalan kita jangan sampai sia – sia disisi Allah Subhanahu wata’ala, disini ulama kita menngatakan siapa yang sejak awal amalannya dimasuki riya maka inilah yang sia – sia atau tidak ada nilainya, ini pula yang menjadi sebab mengapa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang untuk menetapkan secara khusus tempat duduknya dimasjid dan tidak berpindah ke tempat yang lain, tidak mengapa ia disuatu tempat tapi sekali – sekali pindah ke tempat yang lain tetapi jika harus ditempat itu dan tidak boleh diganggu oleh orang lain maka ini yang dilarang oleh Nabi salah satu diantara hikmahnya jangan sampai menjadi wasilah untuk riya dan sum’ah ini yang disebutkan oleh para ulama kita.

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Selasa 5, 02 Dzulhijjah 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.