بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah mengharamkan مَنْعًا (kekikiran), مَنْعًا adalah derajat kekikiran yang paling tinggi sampai harta yang wajib dikeluarkan ia tidak keluarkan seperti zakat dan seterusnya disebabkan karena kekikirannya dan inilah yang terjadi pada Qarun, Qarun seorang yang kaya raya ia tidak mau mengeluarkan zakat, tidak mau membantu orang lain sehingga dinasehati oleh ulama Bani Israil dengan berkata:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Qasas : 77).

Allah menceritakan didalam Al-Qur’an bagaimana kekayaan Qarun, Allah berfirman:

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

“Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. (QS. Qasas : 76).

Kuncinya gudangnya dipikul oleh sejumlah orang, disebabkan karena ia kikir Allah kemudian menenggelamkannya bersama dengan seluruh hartanya, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

“Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)”. (QS. Qasas : 81).

Allah Subhanahu wata’ala juga mengharamkan هَاتِ (Meminta – minta / rakus)

Ia banyak meminta kepada manusia dengan tujuan untuk menumpuk dari apa yang ia minta bukan untuk mencukupi kebutuhannya, orang yang seperti ini dihari kemudian ia datang menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala dan diwajahnya tidak ada daging yang menempel, ia seperti mayat atau tengkorak yang berjalan, apalagi jika ia tidak tahu dari mana sumber yang ia minta kepada manusia dan dari mana datangnya, ia hanya mengatakan:”Yang halal semua yang sampai ditangan saya”, jadi apapun yang sampai ditangannya ia hukumi sebagai halal untuk dia. Telah menjadi bukti bahwasanya orang yang kikir juga melekat pada dirinya sifat rakus, sebagaimana contoh kisah Nabi Musa dan Khidir ketika meruntuhkan dinding yang hampir jatuh milik seorang anak yatim kemudian ditegakkan kembali oleh Khidir, Musa berkata:”Jika engkau mau semestinya kita mendapatkan upah dari mereka Karena kita telah membetulkan dinding ini”, penduduk kampung tersebut kikir dan bukti kekikirannya yaitu ketika Nabi Musa dan Khidir minta untuk dijamu oleh warga karena beliau kehabisan bekal sehingga lapar, tetapi penduduk kampung mereka tidak mau menjamu keduanya, ini menunjukkan kekikirannya dan Khidir sengaja menegakkan dinding rumah milik anak yatim karena khawatir jangan sampai dindingnya jatuh kemudian datang penduduk kampung membangun kembali pondasinya dengan cara menggali tanahnya sehingga ia mendapatkan warisan pemberian orang tua kepada kedua anak yatim tersebut, sedangkan penduduk tersebut kikir dan orang yang kikir akan rakus mengambil harta yang disembunyikan tersebut, inilah mengapa khidir memperbaikinya sendiri.

Wallahu a’lam Bish Showaab 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.