mim.or.id – Penting untuk Mengingat Allah dan Persiapan Akhirat. Salah satu poin utamanya adalah larangan untuk membiarkan harta benda dan anak-anak mengalihkan perhatian kita dari mengingat Allah.
Ini adalah fondasi spiritual yang menegaskan bahwa prioritas utama seorang mukmin adalah hubungan dengan Sang Pencipta.
Bahaya Melupakan Allah dan Konsekuensi Akhirat
Sebuah peringatan keras bagi kita yaitu “Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Dia membuat mereka melupakan diri mereka sendiri”.Kelalaian ini tidak hanya berarti melupakan identitas atau tujuan hidup di dunia.
Tetapi secara spesifik merujuk pada kelalaian terhadap persiapan untuk kehidupan akhirat. Sebuah kebenaran yang tak terelakkan adalah bahwa kubur merupakan stasiun pertama dari akhirat, yang menekankan urgensi untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kehidupan abadi setelah kematian.
Baca Juga: Kabar Gembira: Ketenangan Hati bagi Orang-orang yang Bersabar
Penyesalan dan Panggilan untuk Bertindak
Seringkali, kesadaran akan pentingnya beramal saleh datang terlambat. Ceramah ini mengisyaratkan penyesalan seseorang yang, jika diberikan sedikit waktu lagi sebelum ajalnya, akan berkata:
“Maka aku akan bersedekah dan menjadi bagian dari orang-orang yang saleh”. Ini adalah cerminan dari keinginan untuk menebus waktu yang terbuang dan menjalankan tugas-tugas (al-Wazhaif) keagamaan yang mungkin terabaikan.
Karakteristik Orang Bertakwa: Ketahanan Spiritual
Berbeda dengan mereka yang lalai, orang-orang yang bertakwa memiliki pertahanan spiritual yang kuat. Sumber tersebut menjelaskan bahwa;
“sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka disentuh oleh godaan dari setan, mereka segera mengingat (Allah), maka seketika itu mereka menjadi sadar (atau mawas diri)”.
Baca Juga: Fondasi Penting Kehidupan itu Bernama ‘Salat’
Proses ini bisa diibaratkan sebagai sebuah “hijrah” spiritual sebuah permulaan atau kembali kepada kesadaran dan kebenaran. doa yang penuh harap:
“Aku memohon kepada Allah agar mengampuni kita dan memberikan taufik kepada kita untuk melakukan apa yang Dia cintai dan ridhai, sesungguhnya Dia adalah Pelindung dan Maha Kuasa atas hal itu”.
Doa ini merangkum permohonan akan petunjuk dan ampunan dalam menjalankan setiap amanah hidup.



