mim.or.id – Setiap manusia menjauhkan diri dari kemunafikan, untuk itu tunaikan amalan ini. Salah satu sifat dan ciri hamba yang dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah lisannya yang tidak pernah bosan untuk menyebut nama-Nya.
Rasulullah bahkan memerintahkan kita untuk senantiasa menjaga lisan agar basah dengan zikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Perintah ini bukan tanpa alasan, sebab sungguh, dengan berzikir kepada Allah-lah hati kita akan menjadi tenteram.
Orang-orang yang beriman kepada Allah akan menemukan ketenteraman dalam hati mereka melalui dzikir yang banyak.
Baca Juga: Pesan Penting Seorang Pendidik dalam Islam, Apa Saja?
Memperbanyak Dzikir Sebagai Penolak Kemunafikan
Al-Quran menyuruh kita untuk berzikir dengan zikir yang banyak. Mengapa harus banyak? Karena orang munafik juga berzikir mengingat Allah, tetapi Allah menyatakan bahwa mereka tidak berzikir kepada Allah kecuali sedikit.
Oleh karena itu, salah satu faedah utama dari memperbanyak zikir kepada Allah adalah melepaskan diri kita dari sifat kemunafikan. Bahkan, seandainya tidak ada keutamaan dzikir kecuali ini, maka itu sudah merupakan keutamaan yang luar biasa.
Allah berfirman alam Surah Al-Ahzab Surat Al-Ahzab Ayat 41:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk memperbanyak zikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak. Lebih lanjut, dalam surah yang sama, Allah berfirman bahwa pada pribadi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terdapat contoh teladan (uswah) yang mulia.
Mereka yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan hari akhirat, serta yang banyak mengingat dan berzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjadikan Nabi sebagai teladan dalam memperbanyak dzikir.
Baca Juga: Mengingat Allah dan Persiapan Akhirat
Kemudahan dan Pahala Berdzikir
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menjelaskan bahwa orang-orang yang banyak berzikir menyebut nama Allah, baik dari kaum laki-laki maupun kaum perempuan, Allah telah menyiapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar di sisi-Nya.
Keindahan dzikir terletak pada kemudahannya; ibadah ini tidak membutuhkan biaya, tidak membutuhkan tenaga, dan dapat dilakukan di mana saja. Kita bisa menyebut nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala saat berjalan, berdiri, duduk, atau bahkan saat berbaring.
Mereka yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap kondisi inilah orang-orang yang diridhai oleh Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang banyak menyebut nama-Nya dan berzikir kepada-Nya dalam setiap kondisi dan keadaan. Semoga Allah memberikan ketenangan dalam hati kita.



