بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ucapan Alhamdulillah Memenuhi Timbangan

Ucapan الحَمْدُ للهِ (Alhamdulillah) merupakan salah satu dzikir pujian kepada Allah Subhanahu wata’ala. Seorang hamba memuji Allah Subhanahu wata’ala ada 2 sebab:

  1. Memuji Allah Kerena kesempurnaan Allah Subhanahu wata’ala tidak ada aib yang terdapat pada sifat, dzat dan perbuatannya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?“. (QS. Al-Maidah: 50). Hal ini menunjukkan sempurnanya syari’at Allah Subhanahu wata’ala.

Pujian memiliki 2 makna yaitu Alhamdu dan Wasanat perbedaan antara keduanya, Alhamdu adalah pujian hanya milik Allah Subhanahu wata’ala adapun Wasanat boleh jadi diberikan kepada hamba – hamba yang lain. Kata para ulama Alhamdu yaitu pujian yang disertai dengan kecintaan, adapun Wasanat adalah pujian dusta karena boleh jadi seseorang memuji orang lain bukan karena cinta kepadanya melainkan sesuatu yang ia harapkan darinya seperti orang yang mengharapkan sesautu dari orang yang memilki kedudukan, ia memuji dengan banyak pujian lewat lisannya akan tetapi di dalam hatinya ia banyak melaknatnya, jadi dia memuji bukan karena cinta kepadanya.

Jadi Alhamdu kita memuji Allah Subhanahu wata’ala karena cinta kepadanya, dialah Allah maha Rahman yang tidak ada satupun yang serupa dengannya. Ketika salah seorang datang kepada Nabi dengan mengatakan;”Ya Muhammad sampaikan kepada kami sifat – sifat tuhanmu”, maka turunlah firman Allah Subhanahu wata’ala surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ . ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia“. (QS. Al-Ikhlas :1-4).

  1. Memuji Allah Subhanahu wata’ala karena Allah tidak pernah berhenti memberikan nikmat kepada hambanya, Allah memberikan kepada manusia nikmat pendengaran yang bisa ia gunakan untuk mendengar sedangkan manusia yang lain ada diantara mereka yang tidak diberi dengan pendengaran, Allah membuat manusia mampu berbicara sedangkan ada diantara manusia yang Allah tidak berikan nikmat tersebut, Allah memberikan nikmat akal sehat kepada manusia dan betapa banyak manusia yang dirawat dirumah sakit jiwa karena gila, dll. Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada hambanya namun kebanyakan diantara mereka tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut bahkan sebagian hambanya ada yang berkata:”Allah tidak adil”, hanya karena rezekinya tidak dilancarkan oleh Allah atau disebabkan karena orang lain mendapatkan nikmat sedangkan dirinya mendapatkan ujian dan cobaan.

Di zaman Imam Hasan Al-Basri Rahimahullah ketika ada seorang berkata:”Allah tidak adil” lalu Imam Hasan Al-Basri memanggil orang tersebut dan berkata kepadanya:”Engkau punya mata.?”, ia berkata:”Ia punya”. Imam Hasan Al-Basri berkata:”Andaikan aku berikan kepadamu berjuta – juta dinar untuk bisa menggantikan satu biji matamu apakah engkau mau”, ia mengatakan:”Saya tidak mau”, Imam Hasan Al-Basri melanjutkan dengan berkata:”Engkau memiliki pendengaran bisakah saya memintanya dan saya ganti dengan beribu – ribu duinar“, ia berkata:”Saya tidak mau”, setelah disebutkan satu persatu nikmat yang ada pada dirinya, akhirnya Imam Hasan Al-Basri berkata:”Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepadamu namun engkau tidak mensyukurinya”. Allah memberikan kepada kita nikmat yang begitu banyak dangan cuma – cuma atau gratis namun jangan sampai kita termasuk orang – orang yang lalai dalam memuji Allah Subhanahu wata’ala sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikimat yang banyak tersebut

Perna terjadi dalam sebuah rumah sakit seorang yang kaya raya membawa uang yang begitu banyak lalu menghamburkannya lantaran penyakit yang diderita oleh keluarganya tidak mampu disembuhkan oleh dokter, akhirnya ia berkata:”Buat apa memliki harta yang banyak jika 1 penyakit tidak bisa disembuhkan”, oleh karenanya senantiasalah bersyukur kepada Allah karena Allah tidak pernah berhenti memberikan nikmatnya kepada kita.

Ucapan Alhamdulillah akan memberatkan timbangan pahala pada hari kiamat, ucapan yang sangat ringan tidak membutuhkan tenaga, waktu yang banyak melainkan dimana saja kita berada perbanyak mengucapkan dzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala kecuali ditempat yang terlarang seperti didalam WC karena dzikir semacam ini tidak membutuhkan waktu dan tempat khusus.

Disebutkan dalam hadist Dari ‘Abdullah bin Busr, ia berkata:

جَاءَ أَعْرَابِيَّانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أَحَدُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ . وَقَالَ الآخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَمُرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. فَقَالَ لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Ada dua orang Arab (badui) mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas salah satu dari mereka bertanya:“Wahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang baik?”, “Yang panjang umurnya dan baik amalannya,” jawab beliau. Salah satunya lagi bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya”. “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah”, jawab beliau”. (HR. Ahmad 4: 188). Usahakan lisan kita senantiasa basah dengan banyak berdzikir kepada Allah dari setiap aktivitas yang kita kerjakan.

Disebutkan dalam biographi syaikh bin Baz Rahimahullah ketika beliau menerima para tamu dan kebiasaan beliau hampir setiap malam beliau memberi makan kepada orang yang hadir dirumahnya orang – orang kemudian antri satu persatu sambil mereka antri mengadukan permintaan berupa syafaat, bantuan, pertanyaan. Disamping dikiri dan kanan Syaikh Bin Baz ada telepon yang berfungsi sebagai layanan pertanyaan baik dari dalam rumah maupun dari luar rumah, ditengah kesibukan tersebut pendamping beliau mengatakan:”Pada saat beliau mendengarkan pertanyaan dengan petanyaan yang panjang beliau senantiasa berdzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala”.

Ucapan Subhanallah dan Alhamdulillah Memenuhi Apa yang Ada Diantara Langit dan Bumi

Adapun ucapan Subhanallah artinya adalah membersihkan Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan kepada kita untuk mensucikan namanya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi“. (QS. Al-A’la :01).

Makna Sabbih : Membersihkan nama Allah yang maha tinggi dari ketidakmampuan, cacat, cela, dll.

Ada 2 nama untuk mensucikan Allah Subhanahu wata’ala dimana para ulama sepakat tidak boleh nama tersebut digunakan kecuali untuk Allah. Nama tersebut adalah Allah dan Ar Rahman. Jadi jika ada manusia yang bernama Rahman hendaklah ia mengganti dengan menambahkan Abdur sehingga menjadi Abdurrahman dan jika memanggil nama Abdurrahman jangan disingkat dengan penggilan Rahman melainkan Abdurrahman, adapun Rahim boleh tidak ditambahkan karena Ar Rahman dan Allah khusus untuk Allah Subhanahu wata’ala.

Walhamdulillah

Ucapan Alhamdulillah dalam hadist diatas memiliki 2 keutamaan yaitu Memenuhi antara ruang langit dan bumi dan kelak pada hari kiamat akan memberatkan timbangan amalan seorang hamba, oleh karena itu jangan  remehkan amalan sekecil apapun karena bisa jadi amalan yang remeh menjadi pemberatkan timbangan pada hari kiamat.

Pada hari kaimat ketika amalan ditimbang ada diantara manusia yang disebut dengan Ahlu A’raf dimana antara kebaikan dan keburukan yang ia kerjakan seimbang. Ulama kita mengatakan:”Ada orang yang berjihad namun tidak meminta izin kepada kedua orang tuanya ketika ia hendak dimasukkan ke dalam surga ia dihalangi oleh dosa durhaka kepada kedua orang tuanya dan ketika ia hendak dimasukkan ke dalam neraka ia dihalangi oleh jihadnya dalam kondisi seperti itu ia sangat mengharapkan dan membutuhkan amalan yang menjadi pemberat pahala kebaikannya“, dan yang paling memberatkan timbangan pada hari kiamat adalah berdzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala dan rahmat Allah Subhanahu wata’ala sangatlah luas kepada hambanya yang lidahnya senantiasa basah dengan dzikir.

Bersambung (Meraih Cahaya dari Sabar dan Sholat Sesi 3)

Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Sabtu, 10 Muharram 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.